Andi Harun Isi Kajian Ramadan 1447 H, Ajak ASN Samarinda Perkuat Iman dan Integritas

DIKSI.CO – Wali Kota Andi Harun mengisi langsung Kajian Ramadan 1447 Hijriah oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda di Mushola Ar-Raudah, Balai Kota Samarinda.

Dalam kesempatan itu, ia mengajak seluruh aparatur sipil negara (ASN) menjadikan puasa sebagai fondasi penguatan iman dan integritas dalam menjalankan tugas pemerintahan.

Kegiatan yang ASN ikuti di lingkungan Pemkot Samarinda tersebut dirangkai dengan tausiyah ba’da Zuhur. Tema yang diangkat yakni “Puasa: Perjalanan Iman Menuju Taqwa.”

Puasa Bangun Etika Kerja dan Integritas Aparatur

Dalam kajian Ramadan di Balai Kota Samarinda, Andi Harun menegaskan bahwa puasa tidak sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi membentuk kualitas iman, kedisiplinan, serta karakter aparatur yang berintegritas.

Ia meminta seluruh pegawai memaknai Ramadan sebagai momentum refleksi diri, bukan sekadar agenda rutin tahunan.

“Puasa sejatinya membangun kesadaran spiritual yang berimplikasi pada etika kerja dan integritas aparatur,” tegas Andi Harun.

Dalam tausiyahnya, ia merujuk Al-Qur’an Surah Al-Baqarah ayat 183 yang menegaskan tujuan puasa untuk mencapai derajat takwa.

Menurutnya, nilai takwa harus tercermin dalam kehidupan pribadi maupun dalam menjalankan tugas sebagai pelayan masyarakat.

Tiga Lapisan Kesadaran dalam Ibadah Puasa

Andi Harun menguraikan sejumlah lapisan kesadaran yang terbentuk melalui ibadah puasa.

Mulai dari ketaatan kepada Allah dan Rasul, kesadaran atas keterbatasan diri, pengendalian hawa nafsu, pembinaan akhlak, hingga tumbuhnya kepedulian sosial.

Ia berharap seluruh nilai tersebut terinternalisasi menjadi etos kerja profesional dan amanah di lingkungan birokrasi.

Kajian juga membahas pandangan ulama klasik, termasuk Imam Al-Ghazali dalam kitab Ihya Ulum al-Din mengenai tiga tingkatan puasa.

Pertama, puasa umum yang sebatas menahan lapar dan syahwat.

Kedua, puasa khusus dengan menjaga anggota tubuh dari perbuatan dosa.

Ketiga, puasa khusus dari yang khusus, yakni menjaga hati dari keterikatan duniawi dan menghadirkan Allah dalam setiap aktivitas.

Selain itu, Andi Harun mengutip pemikiran Ibn al-Qayyim dalam I’lam al-Muwaqqi’in yang menekankan bahwa syariat Islam dibangun atas dasar hikmah dan kemaslahatan umat.

Ia mengingatkan agar setiap kebijakan dan tindakan aparatur selalu berlandaskan keadilan serta memberi manfaat bagi masyarakat.

Kajian Ramadan: Puasa Momentum Transformasi ASN Samarinda

Kegiatan kajian Ramadan berlangsung khidmat dan penutupannya beserta sesi refleksi bersama. Andi Harun menegaskan bahwa Ramadan harus menjadi momentum transformasi diri bagi seluruh ASN.

Ia berharap aparatur Pemkot Samarinda mampu menjadi pribadi yang beriman, berintegritas, dan berorientasi pada pelayanan publik yang berkualitas.

(Redaksi)

Back to top button