Pemkot Samarinda Kaji Ulang Pemisahan Disporapar, Fokus Perkuat Kinerja Dua Sektor

DIKSI.CO – Pemerintah Kota Samarinda mulai mematangkan kajian pemisahan Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar). Pemerintah ingin memastikan seluruh aspek organisasi, sumber daya manusia (SDM), hingga kemampuan anggaran benar-benar siap sebelum membentuk dua organisasi perangkat daerah (OPD) baru.
Rencana tersebut membuka peluang lahirnya Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) serta Dinas Pariwisata sebagai instansi yang berdiri sendiri. Meski begitu, Pemkot Samarinda belum mengambil keputusan karena masih menunggu hasil kajian organisasi.
Kepala Disporapar Kota Samarinda, Muslimin, mengatakan pembahasan mengenai pemisahan dinas sebenarnya sudah berlangsung sejak beberapa tahun lalu. Disporapar juga telah meminta Bagian Organisasi menyusun kajian sebagai dasar pengambilan kebijakan.
“Pembahasan mengenai pemisahan Disporapar sebenarnya sudah cukup lama. Kami juga sudah menyampaikan kepada bidang organisasi agar membuat kajian,” ujar Muslimin, Rabu (1/7/2026).
Menurutnya, pemerintah tidak ingin terburu-buru mengubah struktur organisasi. Bagian Organisasi terlebih dahulu akan menelaah seluruh aturan yang berkaitan dengan pembentukan OPD baru.
“Kami harus melihat sejauh mana aturan mengatur pemisahan tersebut. Kajian itu menjadi dasar sebelum pemerintah mengambil keputusan,” katanya.
Kajian Organisasi Jadi Dasar Pengambilan Keputusan
Muslimin menjelaskan, pemisahan Disporapar tidak hanya mengubah struktur birokrasi. Pemerintah juga harus menghitung kebutuhan pegawai, kesiapan organisasi, dan konsekuensi terhadap belanja daerah.
Ia mengingatkan, pemerintah sebelumnya menggabungkan urusan kepemudaan, olahraga, dan pariwisata untuk meningkatkan efisiensi birokrasi. Karena itu, pemerintah harus memiliki alasan yang kuat apabila ingin memisahkan kembali ketiga urusan tersebut.
“Kami harus mempertimbangkan kebutuhan SDM dan anggaran. Dulu pemerintah menggabungkan dinas untuk mendukung efisiensi,” jelasnya.
Pemerintah juga perlu menyiapkan perangkat organisasi baru apabila rencana tersebut benar-benar berjalan. Setiap dinas nantinya memerlukan pejabat struktural, pegawai, fasilitas kerja, dan dukungan operasional.
SDM dan Anggaran Menjadi Fokus Utama
Muslimin menilai kesiapan SDM menjadi salah satu faktor yang paling menentukan. Pemerintah harus memastikan setiap dinas memiliki personel yang cukup agar pelayanan publik tetap berjalan optimal.
Selain itu, pemerintah juga harus menghitung tambahan anggaran yang muncul setelah pembentukan dua dinas baru. Kebutuhan operasional tentu meningkat seiring bertambahnya struktur organisasi.
“Nanti tentu ada kebutuhan sumber daya manusia, kemudian ada anggaran yang harus pemerintah siapkan. Semua itu harus mengacu pada hasil kajian,” ujarnya.
Ia menambahkan, pemerintah tidak ingin membentuk organisasi baru tanpa perencanaan yang matang. Kajian organisasi akan memberikan gambaran mengenai efektivitas, efisiensi, dan kesiapan daerah.
Pemisahan Disporapar Berpotensi Tingkatkan Fokus Kinerja
Menurut Muslimin, pemisahan dinas berpotensi meningkatkan fokus kerja masing-masing sektor. Dinas Pemuda dan Olahraga dapat memusatkan perhatian pada pembinaan atlet, pengembangan organisasi kepemudaan, dan peningkatan prestasi olahraga.
Sementara itu, Dinas Pariwisata dapat mengoptimalkan promosi destinasi wisata, pengembangan ekonomi kreatif, serta peningkatan kunjungan wisatawan ke Samarinda.
Saat ini, pemerintah masih melanjutkan proses kajian di lingkungan internal. Wali Kota Samarinda nantinya akan mempelajari hasil kajian tersebut sebelum menentukan arah kebijakan mengenai restrukturisasi OPD.
Apabila kajian menunjukkan hasil yang positif, Pemkot Samarinda akan melanjutkan proses pembentukan dua dinas secara bertahap sesuai ketentuan yang berlaku.
(Redaksi)