DKP Kaltim Dorong Hilirisasi Perikanan untuk Kurangi Ketergantungan Batu Bara

DIKSI.CO – Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Kalimantan Timur terus mendorong hilirisasi sektor kelautan dan perikanan sebagai strategi memperkuat ekonomi daerah berbasis nonmigas.
Langkah tersebut dinilai penting untuk mengurangi ketergantungan Kalimantan Timur terhadap sektor batu bara dan migas sekaligus mendukung pengembangan ekonomi biru menuju Indonesia Emas 2045.
Kabid Perikanan Budidaya dan Penguatan Daya Saing Produk Perikanan DKP Kaltim, Irma Listyawati, mengatakan penguatan sektor perikanan kini menjadi bagian penting dalam mendukung Asta Cita Presiden Prabowo Subianto.
Hal itu terutama berkaitan dengan penguatan ketahanan pangan, ekonomi hijau, dan ekonomi biru.
DKP Kaltim Sebut Perikanan Jadi Sektor Strategis Nonmigas
Irma menyampaikan, arah pembangunan tersebut juga sejalan dengan visi Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur yang ingin menjadikan daerah sebagai pusat ekonomi baru berbasis industrialisasi komoditas unggulan nonmigas.
“Pengembangan ekonomi daerah ke depan tidak hanya terpaku pada sektor batu bara saja, tetapi juga komoditas unggulan nonmigas, terutama melalui pengembangan kawasan perikanan dan hilirisasi produk kelautan serta perikanan,” katanya kepada rri.co.id, Jumat (8/5/2026).
Menurut dia, hilirisasi sektor perikanan mampu menciptakan nilai tambah ekonomi yang lebih besar dibanding hanya menjual produk mentah.
Selain meningkatkan pendapatan masyarakat pesisir, hilirisasi juga membuka peluang kerja baru dan memperkuat UMKM pengolahan hasil laut.
Produk Olahan Perikanan Kaltim Punya Pasar Besar
DKP Kaltim saat ini terus mengembangkan berbagai produk olahan perikanan bernilai tambah.
Beberapa produk itu antara lain amplang, abon ikan, sambal ikan, hingga industri rumput laut.
Produk-produk tersebut memiliki peluang pasar yang besar seiring meningkatnya kebutuhan pangan di Kalimantan Timur dan kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN).
Irma mengatakan pemerintah daerah juga aktif memberikan pelatihan teknis kepada pelaku usaha perikanan agar mampu menghasilkan produk yang memenuhi standar pasar modern dan ekspor.
DKP Kaltim Dorong UMKM Perikanan Miliki Sertifikasi SNI
DKP Kaltim juga mendorong pelaku usaha memiliki sertifikasi Standar Nasional Indonesia (SNI) guna meningkatkan daya saing produk.
“Kami memfasilitasi pelaku usaha agar produknya memiliki standar mutu dan keamanan pangan yang baik sehingga bisa bersaing di pasar lebih luas,” ujarnya.
Selain memperkuat sektor hilir, DKP Kaltim juga fokus meningkatkan produksi budidaya perikanan.
Pemerintah memberikan pembinaan teknis, bantuan mesin pakan mandiri, hingga edukasi pengelolaan budidaya ramah lingkungan kepada para pembudidaya ikan.
Hilirisasi Perikanan Kaltim Jadi Penopang Ekonomi Baru
Irma menegaskan keberhasilan hilirisasi tidak dapat berjalan tanpa jaminan ketersediaan bahan baku yang berkelanjutan.
Karena itu, penguatan sektor budidaya perikanan menjadi salah satu fokus utama pemerintah daerah.
Ia berharap sektor perikanan mampu menjadi penopang ekonomi baru Kalimantan Timur di tengah transformasi pembangunan menuju IKN.
Selain memperkuat ketahanan pangan, sektor tersebut harapannya mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir secara berkelanjutan.
(Redaksi)
