JPO Tendean Ditabrak Truk Crane, Ini 6 Fakta Mulai dari Pengakuan Sopir hingga Kerugian Miliaran

DIKSI.CO – Tabrakan truk pengangkut crane dengan Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) di Jalan Kapten Tendean, Jakarta Selatan, meninggalkan sederet dampak. Selain membuat konstruksi JPO nyaris roboh, insiden tersebut memicu kemacetan panjang, menyebabkan kerugian yang ditaksir mencapai miliaran rupiah, hingga mendorong Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyiapkan pembangunan ulang jembatan.

Berikut enam fakta di balik peristiwa yang terjadi pada Selasa (14/7/2026) dini hari tersebut.

Sopir Mengaku Fokus Lihat Maps

Sopir truk bernama Andre (28) mengaku tidak menyadari adanya batas ketinggian kendaraan saat melintas di Jalan Kapten Tendean. Ia mengatakan saat itu sedang memperhatikan aplikasi Maps di telepon genggamnya.

“Kita ini, kita dua kilo (meter) lagi nyampe ini. Kita fokus lihat Maps,” kata Andre.

Andre mengaku baru pertama kali melewati Jalan Kapten Tendean. Karena itu, ia belum mengetahui kondisi jalan maupun aturan batas tinggi kendaraan di kawasan tersebut.

“Baru ini (lewat), (sebelumnya) belum tahu,” ujarnya.

Ia menjelaskan truk yang dikemudikannya berangkat dari Summarecon Bogor dan membawa alat menuju kawasan Kejaksaan Agung.

“Mau bawa ke ini, Kejaksaan (Agung). Dari Summarecon Bogor,” katanya.

Saksi Menilai Truk Melaju Terlalu Cepat

Seorang saksi mata bernama Agung (48) mengatakan truk melaju cukup kencang sebelum menghantam JPO. Menurutnya, kecepatan kendaraan itu tidak seperti kendaraan pengangkut alat berat pada umumnya.

“Ya, mobil tuh kenceng. Biasanya kalau alat-alat berat kayak gitu kan biasanya pelan. Itu kenceng. Makanya kaget,” ujarnya.

Suara benturan keras membuat tamu Hotel Terraz Tree, penghuni rumah kos, dan warga sekitar langsung keluar dari bangunan.

“Kaget banget, orang hotel aja pada kabur, pada keluar. Orang belakang lagi tidur di kos semua pada keluar semua. Kenceng banget,” katanya.

JPO Rusak dan Nyaris Roboh

Benturan truk membuat salah satu tiang JPO terangkat dari pondasi. Akibatnya, struktur jembatan menjadi miring dan membahayakan pengguna jalan.

Petugas langsung menutup area tersebut dan melakukan pembongkaran sebagian konstruksi agar JPO tidak roboh.

Kemacetan Menjalar ke Sejumlah Ruas Jalan

Penutupan Jalan Kapten Tendean selama proses evakuasi menyebabkan arus lalu lintas tersendat di sejumlah titik.

Kemacetan meluas hingga Jalan Gunawarman, Senopati, Suryo, Wolter Monginsidi, HR Rasuna Said, Gatot Subroto, kawasan SCBD, Simpang Kuningan, Simpang Susun Semanggi, dan Jalan Jenderal Sudirman.

Petugas menerapkan rekayasa lalu lintas dengan mengalihkan kendaraan selama proses pemotongan rangka JPO berlangsung.

Pemprov DKI Siapkan Pembangunan Ulang

Dinas Bina Marga DKI Jakarta memastikan JPO Tendean akan dibangun kembali. Namun, pelaksanaannya masih menunggu penyusunan kajian dan perencanaan teknis.

Kepala Pusat Data dan Informasi Dinas Bina Marga DKI Jakarta, Siti Dinarwenny, mengatakan pihaknya belum dapat memastikan jadwal pembangunan.

“Terkait pembangunan kembali JPO Tendean, Dinas Bina Marga akan terlebih dahulu menyusun perencanaan teknis sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Mengingat proses tersebut memerlukan kajian lebih lanjut, hingga saat ini belum dapat dipastikan waktu pelaksanaan pembangunan kembali JPO tersebut,” ujarnya.

Taksiran Kerugian Capai Miliaran Rupiah

Dinas Bina Marga memperkirakan kerugian akibat rusaknya JPO mencapai miliaran rupiah. Kerugian itu tidak hanya berasal dari kerusakan aset pemerintah, tetapi juga terganggunya mobilitas masyarakat.

Hingga kini, pemerintah masih membahas mekanisme ganti rugi dengan perusahaan pemilik truk pengangkut alat borepile. Sementara itu, sopir truk telah polisi amankan dan akan menjalani proses hukum.

“Dinas Bina Marga turut mengimbau para pengemudi, khususnya kendaraan berdimensi besar maupun pengangkut alat berat, agar selalu mematuhi ketentuan batas tinggi kendaraan dan memperhatikan rambu lalu lintas guna mencegah kejadian serupa terulang,” tutup Siti Dinarwenny.

(Redaksi)

Tinggalkan Balasan

Back to top button