Komisi IV DPRD Samarinda Dorong Disporapar Optimalkan Aset Olahraga untuk Genjot PAD

DIKSI.CO – Optimalisasi aset olahraga menjadi sorotan Komisi IV DPRD Kota Samarinda. Legislator meminta Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) lebih agresif mengelola fasilitas olahraga agar mampu meningkatkan PAD aset olahraga Samarinda tanpa mengabaikan pembinaan atlet.
Ketua Komisi IV DPRD Samarinda Mohammad Novan Syahronny Pasie mengatakan pihaknya membahas persoalan tersebut dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Disporapar. Dari pembahasan itu, DPRD mencermati capaian pendapatan dari pengelolaan aset olahraga yang masih perlu ditingkatkan.
Menurut Novan, Disporapar menargetkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp1,6 miliar dari sektor pengelolaan aset olahraga pada 2026.
“Hingga akhir Juni, realisasi pendapatan baru mencapai sekitar Rp757 juta. Sebagian pendapatan itu berasal dari retribusi parkir di kawasan GOR Segiri,” kata Novan di Samarinda, Sabtu.
Meski demikian, ia tetap optimistis Disporapar mampu mencapai target tersebut sebelum akhir tahun.
Arena Olahraga Harus Memberi Nilai Ekonomi
Novan menilai pengelolaan fasilitas olahraga tidak hanya berfungsi mendukung aktivitas masyarakat dan atlet. Pemerintah juga perlu menjadikan aset tersebut sebagai sumber pendapatan daerah.
Menurutnya, fasilitas olahraga yang terawat dan representatif akan menarik lebih banyak kejuaraan tingkat regional maupun nasional.
Semakin banyak kegiatan olahraga digelar di Samarinda, semakin besar pula peluang sektor ekonomi ikut bergerak.
Ia menjelaskan kedatangan atlet, ofisial, dan penonton dari luar daerah akan meningkatkan aktivitas ekonomi di berbagai sektor.
Hotel dan penginapan berpotensi mencatat kenaikan tingkat hunian. Pelaku usaha kuliner juga dapat memperoleh lebih banyak pelanggan. Selain itu, jasa transportasi lokal dan pelaku UMKM di sekitar arena olahraga ikut merasakan dampaknya.
DPRD Dorong Kolaborasi dengan Pihak Ketiga
Untuk mempercepat optimalisasi aset, Komisi IV meminta Disporapar membuka peluang kerja sama dengan pihak ketiga yang memiliki pengalaman mengelola fasilitas publik.
Novan menilai kolaborasi tersebut dapat membantu pemerintah meningkatkan kualitas layanan sekaligus memperluas pemanfaatan aset olahraga.
Ia berharap pemerintah kota tidak hanya mengandalkan anggaran daerah untuk mengembangkan fasilitas yang ada.
Perawatan Arena Jadi Prioritas
Novan juga mengingatkan pentingnya pemeliharaan fasilitas olahraga. Menurutnya, kondisi arena yang kurang terawat akan menurunkan minat masyarakat maupun penyelenggara acara.
“Fasilitas yang kurang terawat otomatis bikin penyewa beralih. Oleh karena itu, efisiensi dan ketepatan alokasi anggaran perawatan harus menjadi prioritas Disporapar ke depan,” ujarnya.
Ia meminta Disporapar menyusun strategi pemeliharaan yang lebih efektif agar seluruh aset tetap berada dalam kondisi baik.
Pembinaan Atlet Tetap Harus Berjalan
Selain menyoroti pengelolaan aset, Komisi IV juga mengingatkan pentingnya menjaga program pembinaan atlet.
Novan berharap keterbatasan anggaran tidak mengurangi perhatian pemerintah terhadap peningkatan prestasi olahraga daerah.
Menurutnya, fasilitas yang berkualitas akan mendukung proses latihan atlet. Di sisi lain, prestasi atlet juga dapat meningkatkan citra Samarinda sebagai kota penyelenggara berbagai ajang olahraga.
Karena itu, DPRD mendorong Disporapar menjalankan peningkatan kualitas fasilitas dan pembinaan atlet secara seimbang. Novan menilai kedua program tersebut saling mendukung dalam memperkuat PAD aset olahraga Samarinda sekaligus mengembangkan prestasi olahraga daerah.
(Adv)