Tiga Pekan Tanpa Kemenangan, Manajemen Borneo FC Tetap Percaya Fabio Lefundes

DIKSI.CO – Rentetan hasil kurang memuaskan Borneo FC Samarinda dalam tiga laga terakhir tidak serta-merta menggoyahkan kepercayaan manajemen terhadap pelatih kepala Fabio Lefundes. Di tengah ketatnya persaingan BRI Super League 2025/2026, manajemen Pesut Etam memilih bersikap tenang dan rasional, menegaskan bahwa kepercayaan kepada sang juru taktik asal Brasil itu masih utuh.

Borneo FC memang baru saja melewati fase sulit setelah sebelumnya mencatatkan rekor impresif 11 kemenangan beruntun. Dominasi tersebut sempat menempatkan Pesut Etam sebagai tim paling konsisten di liga. Namun, sepak bola selalu menghadirkan dinamika yang tak terduga. Dalam tiga pertandingan terakhir, Borneo FC harus menelan dua kekalahan dan satu hasil imbang.

Kekalahan pertama datang saat menghadapi Bali United dengan skor tipis 0-1. Setelah itu, Borneo FC kembali tersandung ketika berhadapan dengan Persib Bandung dan takluk 1-3. Hasil imbang 2-2 di kandang Persebaya Surabaya menjadi rangkaian laga yang belum sesuai ekspektasi publik Samarinda.

Posisi Klasemen Masih Aman

Meski demikian, posisi Borneo FC di puncak klasemen sementara masih relatif aman. Dengan koleksi 34 poin dari 11 kemenangan, satu hasil imbang, dan dua kekalahan, Pesut Etam tetap berada di jalur persaingan juara. Situasi ini menjadi landasan manajemen untuk tidak tergesa-gesa mengambil keputusan emosional.

Manajer Borneo FC Samarinda, Dandri Dauri, mengakui bahwa hasil dalam tiga pertandingan terakhir memang mengecewakan, terutama bagi tim yang sebelumnya tampil nyaris tanpa cela. Namun, ia menilai performa para pemain di lapangan sejatinya tidak seburuk hasil akhir yang tercatat.

“Dalam sepak bola, performa tidak selalu sempurna. Kami sudah berusaha maksimal, tapi memang di tiga pertandingan terakhir hasilnya belum memuaskan. Bahkan sebagian gol yang kami terima berasal dari kesalahan sendiri,” ujar Dandri, Jum’at Pagi (26/12/2025).

Menurutnya, kesalahan-kesalahan individual menjadi faktor penting yang harus segera klub banahi. Namun, ia menolak menyederhanakan persoalan dengan menyalahkan satu pihak tertentu, termasuk pelatih kepala.

Alih-alih panik, manajemen justru memilih memperkuat dukungan kepada Fabio Lefundes. Dandri menegaskan bahwa pelatih yang membawa Borneo FC tampil konsisten sejak awal musim itu masih menjadi sosok yang paling tepat untuk membawa tim kembali ke jalur kemenangan.

“Kami tetap percaya Fabio Lefundes mampu memperbaiki situasi ini. Kami optimistis bisa kembali ke jalur yang kami inginkan,” tegasnya.

Rekam Jejak Fabio Lefundes

Kepercayaan tersebut bukan tanpa dasar. Selama menangani Borneo FC, Lefundes dikenal sebagai pelatih yang detail dalam persiapan, disiplin dalam pendekatan taktik, serta mampu membangun mental bertanding pemain. Catatan 11 kemenangan beruntun di awal musim menjadi bukti nyata kapasitasnya sebagai pelatih.

Namun, Dandri juga tak menutup mata bahwa tantangan ke depan akan semakin berat. Salah satu ujian terdekat adalah laga tandang melawan Malut United, yang memiliki tingkat kesulitan tinggi, bukan hanya karena kekuatan lawan, tetapi juga faktor non-teknis.

“Pertandingan melawan Malut United tidak mudah. Perjalanan jauh, lalu kami bermain pukul 13.30 WIT dengan kondisi cuaca yang cukup panas. Ini menjadi perhatian serius bagi manajemen dan tim pelatih,” jelasnya.

Faktor perjalanan panjang menuju Maluku Utara, perbedaan waktu, serta cuaca panas menjadi tantangan tersendiri bagi kebugaran pemain. Dalam kondisi seperti ini, kesiapan fisik dan mental menjadi aspek krusial yang harus dikelola dengan cermat.

Manajemen disebut telah berkoordinasi intens dengan tim pelatih dan tim medis untuk memastikan kondisi pemain tetap optimal. Rotasi pemain, manajemen menit bermain, hingga pemulihan fisik pascapertandingan menjadi bagian dari strategi yang disiapkan.

Harapan untuk Kebangkitan

Dandri berharap para pemain mampu kembali menunjukkan karakter kuat yang selama ini menjadi identitas Borneo FC. Menurutnya, tim besar bukan hanya dinilai dari kemenangan, tetapi juga dari cara mereka bangkit setelah mengalami periode sulit.

“Saya berharap kesiapan fisik dan mental pemain bisa kembali ditunjukkan di pertandingan berikutnya,” pungkasnya.

Di tengah sorotan publik dan ekspektasi tinggi suporter, sikap manajemen Borneo FC yang tetap tenang dan percaya pada proses menjadi sinyal kuat bahwa klub ini ingin membangun fondasi jangka panjang, bukan sekadar mengejar hasil instan. Bagi Pesut Etam, tiga laga tanpa kemenangan bukanlah akhir dari segalanya, melainkan ujian konsistensi dan kedewasaan dalam perjalanan menuju tangga juara.

Dengan kompetisi yang masih panjang, kepercayaan kepada Fabio Lefundes kini menjadi taruhan. Apakah keyakinan itu akan berbuah manis, atau justru menjadi tekanan baru, jawabannya akan mulai terlihat di laga-laga krusial berikutnya.

(*)

HS

Back to top button