Berangsur Masuk Musim Kemarau Titik Panas Mulai Bermunculan di Kaltim, Hingga 25 Juli, 5.950 Hotspot Terpantau

DIKSI.CO, SAMARINDA – Kalimantan Timur secara bertahap telah memasuki musim kemarau.

Kebakaran hutan dan lahan menjadi fenomena yang mengancam Kaltim, selama kemarau berlangsung.

Reza Arian Noor, Kepala BMKG Stasiun metereologi kelas III Temindung Samarinda, menyampaikan kemarau tahun 2020 bukan menjadi kemarau kering, namun di Kaltim musim kemarau masih berpotensi turun hujan.

Disampaikan Reza, per 31 Juli 2020 kemarin dari pantauan satelit BMKG, wilayah Kaltim 56,7 persen masih terjadi hujan. Sementara sisanya telah memasuki musim kemarau.

“Dari data yang masuk hingga 31 Juli 2020, untuk wilayah Kaltim baru 43,3 persen mengalami musim kemarau. Sementara 56,7 persen masih mengalami hujan,” kata Reza, Selasa (18/8/2020).

Meski begitu titik panas (hotspot) telah bermunculan di Kaltim.

Menurut data Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), akumulasi hotspot dari 1 Januari hingga 25 Juli 2020, total ada 4.950 titik panas di Kaltim.

Reza menegaskan jumlah tersebut akan semakin meningkat usai memasuki musim kemarau.

“Akumulasi hotspot dari 1 Januari 2020 hingga 25 Juli 2020 dengan tingkat kepercayaan di atas 70 persen, totalnya 5.950 titik, sumber dari LAPAN,” pungkasnya. (tim redaksi Diksi)

Daniel

Diksi.co adalah portal berita terdepan di Samarinda dan Kalimantan Timur yang menyajikan informasi terkini seputar politik, hukum, dan pemerintahan. Kami berkomitmen menghadirkan berita yang tajam, kritis, dan terpercaya. Tim redaksi kami terdiri dari jurnalis profesional yang siap mengawal isu-isu strategis, mulai dari anggaran daerah (APBD) hingga perkembangan Ibu Kota Nusantara (IKN), demi transparansi publik
Back to top button