DPRD Samarinda Dorong Pemisahan Disporapar, Nilai Pariwisata Perlu Dinas Khusus

DIKSI.CO – Komisi II DPRD Kota Samarinda mengusulkan perubahan struktur organisasi di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda dengan memisahkan Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) menjadi dua organisasi perangkat daerah (OPD). Langkah tersebut dinilai dapat memperkuat fokus pengembangan sektor pariwisata, ekonomi kreatif, serta olahraga.

Ketua Komisi II DPRD Samarinda, Iswandi, mengatakan beban kerja yang saat ini ditangani Disporapar terlalu luas. Menurutnya, penggabungan urusan pemuda, olahraga, pariwisata, dan ekonomi kreatif dalam satu dinas membuat pengembangan setiap sektor belum berjalan maksimal.

Karena itu, DPRD mengusulkan pembentukan dinas yang khusus menangani pariwisata dan ekonomi kreatif, sementara urusan pemuda dan olahraga dikelola oleh OPD yang berbeda.

“Kita mendorong dipisahkan dinas pariwisata dan ekraf serta dinas pemuda dan olahraga agar lebih konsen,” ujar Iswandi, Jumat (3/7/2026).

DPRD Nilai Anggaran Pariwisata Masih Terbatas

Iswandi menjelaskan usulan tersebut juga berangkat dari keterbatasan anggaran yang diterima sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. Menurutnya, kondisi itu membuat berbagai program pengembangan destinasi wisata sulit berjalan secara optimal.

Padahal, Pemkot Samarinda saat ini tengah mempercepat pengembangan desa wisata melalui Program Sinergitas Desa Wisata dan Ekonomi Kreatif (Ekraf). Program tersebut menghubungkan Kampung Tenun dengan sejumlah kawasan wisata di Samarinda Seberang.

Ia menilai program tersebut membutuhkan dukungan anggaran yang lebih besar agar mampu meningkatkan daya tarik wisata Kota Samarinda.

Selain itu, DPRD berharap keberadaan dinas khusus dapat membuat perencanaan program lebih fokus dan mempercepat pengembangan sektor pariwisata.

DPRD Soroti Pengelolaan Aset Olahraga

Selain sektor pariwisata, Komisi II juga menyoroti pengelolaan bidang olahraga. Iswandi mengatakan proses serah terima sejumlah aset olahraga dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur kepada Pemkot Samarinda hingga kini belum sepenuhnya rampung.

Salah satu aset yang masih menjadi perhatian ialah Stadion Segiri.

Menurutnya, pembentukan dinas tersendiri akan membuat pengelolaan aset olahraga dan pembinaan kepemudaan lebih terarah tanpa harus berbagi fokus dengan sektor pariwisata.

Disporapar Optimistis Capai Target PAD

Sementara itu, Kepala Disporapar Samarinda, Muslimin, mengatakan target Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang dikelola instansinya pada 2026 mencapai sekitar Rp1,4 miliar.

Hingga akhir Juni, Disporapar telah membukukan realisasi pendapatan lebih dari Rp750 juta atau lebih dari separuh target tahunan.

Muslimin optimistis capaian tersebut akan terus meningkat karena masih banyak agenda pariwisata yang akan berlangsung hingga akhir tahun.

“InsyaAllah di akhir tahun itu bisa tercapai, karena kita banyak kegiatan di akhir tahun,” katanya.

Disporapar Perkuat Kolaborasi dengan Pihak Ketiga

Untuk mengatasi keterbatasan anggaran, Disporapar juga menyiapkan pola kerja sama dengan pihak ketiga dalam pengelolaan sejumlah kegiatan dan destinasi wisata.

Menurut Muslimin, kolaborasi tersebut akan membantu pemerintah menghadirkan lebih banyak program tanpa bergantung sepenuhnya pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

“Kegiatan itu tidak melulu pemerintah yang melaksanakan, tapi ada kolaborasi dengan pihak ketiga yang mengelola melalui sistem kerja sama. Ini sedang kita jajaki juga. InsyaAllah sudah ada beberapa pihak ketiga yang ingin kerja sama pengelolaan,” ujarnya.

DPRD berharap usulan pemisahan Disporapar Samarinda dapat menjadi bahan evaluasi dalam penyusunan organisasi perangkat daerah ke depan. Dengan pembagian tugas yang lebih spesifik, pemerintah diharapkan mampu mempercepat pengembangan pariwisata, ekonomi kreatif, olahraga, dan kepemudaan secara lebih optimal.

(Adv)

Tinggalkan Balasan

Back to top button