Stunting Samarinda Turun ke 17,13 Persen, Pemkot Genjot Aksi Nyata hingga Tingkat RT

DIKSI.CO – Pemerintah Kota Samarinda terus mempercepat penanganan stunting meski capaian tahun 2025 sudah melampaui target nasional. Angka stunting berhasil ditekan hingga 17,13 persen, lebih rendah dari target nasional 18 persen.
Penurunan Stunting Samarinda Lampaui Target Nasional
Wakil Wali Kota Samarinda sekaligus Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS), Saefuddin Zuhri, menyampaikan capaian tersebut dalam Rapat Koordinasi Percepatan Aksi Bangda dan Gerakan Intervensi Stunting Serentak di Aula Sekretariat TP PKK Samarinda, Rabu (29/4/2026).
Ia menegaskan, capaian tersebut tidak boleh membuat semua pihak lengah. Pemerintah tetap harus bekerja keras agar angka stunting terus menurun.
“Kalau stunting ini tidak kita turunkan, berarti kita semua belum berhasil. Ini bukan hanya kepala daerah, tapi seluruhnya,” tegas Saefuddin.
Pemkot Samarinda Tekankan Kerja Nyata, Bukan Seremonial
Saefuddin langsung mengingatkan seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) agar tidak hanya fokus pada kegiatan formal tanpa dampak nyata di lapangan.
Ia meminta seluruh pihak memastikan program benar-benar berjalan dan menyentuh masyarakat.
“Program ini tidak akan jalan kalau hanya seremonial. Di atas rapat, di bawahnya koler—malas, tidak bergerak. Nah ini yang tidak boleh terjadi,” ujarnya.
Ia juga membuka ruang komunikasi seluas-luasnya bagi OPD yang menghadapi kendala di lapangan.
“Kalau ada masalah, jangan dipendam. Sampaikan. Saya siap turun 24 jam. Kita ini ingin benar-benar bermanfaat bagi masyarakat,” tambahnya.
Tren Stunting Samarinda 2020–2025 Alami Fluktuasi
Data yang dipaparkan menunjukkan tren stunting di Samarinda mengalami dinamika sebelum akhirnya turun signifikan. Pada 2020, angka stunting berada di 24,7 persen, kemudian turun menjadi 21,6 persen pada 2021.
Namun, angka tersebut sempat naik ke 25,3 persen pada 2022 sebelum kembali turun menjadi 24,4 persen pada 2023 dan 20,3 persen pada 2024. Pada 2025, angka stunting akhirnya berhasil ditekan hingga 17,13 persen.
Saefuddin menilai kolaborasi lintas sektor menjadi kunci dalam percepatan penurunan tersebut.
“Kalau kita jalankan bersama, Insya Allah penurunannya bisa lebih cepat lagi,” katanya.
Partisipasi Posyandu Rendah, Jadi Evaluasi TP PKK
Ketua TP PKK Samarinda sekaligus Wakil Ketua II TPPS, Rinda Wahyuni Andi Harun, menyoroti rendahnya kehadiran masyarakat di Posyandu yang baru mencapai sekitar 28 persen.
Ia menilai kondisi ini harus segera diperbaiki karena Posyandu menjadi ujung tombak pembentukan generasi sehat.
“Kita ini sudah bagus di angka stunting, tapi kehadiran Posyandu justru rendah. Padahal dari situlah awal pembentukan generasi sehat,” ujarnya.
Program Posyandu Bayangan Kembali Diaktifkan
Rinda mendorong camat dan lurah untuk aktif menggerakkan masyarakat serta memastikan data di wilayahnya valid. TP PKK Samarinda akan kembali mengaktifkan program Posyandu Bayangan di wilayah dengan partisipasi rendah.
Program ini sebelumnya terbukti efektif meningkatkan kehadiran warga dari 11 persen menjadi 67 persen.
“Ini harus kita gerakkan bersama, bukan hanya bulan ini, tapi berkelanjutan sampai akhir tahun. Camat, lurah, sampai RT harus bergerak,” tegasnya.
Selain itu, pemerintah terus memperbarui data sasaran agar intervensi yang dilakukan tepat sasaran.
Intervensi Terintegrasi Fokus 1.000 Hari Pertama Kehidupan
Pemkot Samarinda menjalankan penanganan stunting secara terintegrasi. Program mencakup pendataan ibu hamil dan balita, layanan kesehatan melalui Posyandu dan fasilitas kesehatan, hingga edukasi gizi dan pola asuh.
Pemerintah memfokuskan intervensi pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan sebagai fase penting dalam menentukan kualitas tumbuh kembang anak.
DPRD Samarinda Perkuat Pengawasan dan Dukungan Program
Sekretaris Komisi IV DPRD Samarinda, Riska Wahyuningsih, mengakui masih ada kecamatan yang belum mencapai target. Namun, ia optimistis capaian tahun ini tetap bisa tercapai.
“Memang masih ada beberapa kecamatan yang belum sesuai target, tapi secara keseluruhan Insya Allah bisa tercapai tahun ini,” ujarnya.
Ia menegaskan pengawasan akan terus ada peningkatan hingga tingkat kecamatan, kelurahan, dan RT dengan melibatkan TP PKK dan Dasawisma.
“Mulai besok kita turun serentak membuka Posyandu, pengawasannya langsung dari camat. Camat menggerakkan kelurahan, kelurahan ke RT,” jelasnya.
DPRD juga memberikan dukungan melalui program Pokok Pikiran (Pokir), seperti pembangunan tiga Posyandu dan pengadaan alat ukur serta alat timbang di 59 kelurahan.
“Harapannya tentu stunting di Samarinda bisa benar-benar habis,” tegasnya.
Dinas PPKB Samarinda Siapkan Langkah Strategis
Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan KB Kota Samarinda, drg Deasy Evriyani, turut memaparkan strategi intervensi serentak untuk mempercepat penurunan stunting.
Langkah tersebut mencakup penguatan koordinasi lintas sektor dan optimalisasi program di lapangan agar hasilnya lebih maksimal dan berkelanjutan.
(Redaksi)
