Pemkot Samarinda Utamakan Pelunasan Kewajiban, Tunda Sejumlah Pembangunan Fisik

DIKSI.CO – Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda menyatakan telah menyelesaikan lebih dari 30 persen pembayaran kewajiban yang berasal dari kegiatan pembangunan daerah. Wali Kota Samarinda Andi Harun memastikan pemerintah terus melanjutkan pelunasan secara bertahap dengan memanfaatkan penerimaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
Menurut Andi Harun, pemerintah mengatur pembayaran sesuai arus kas yang masuk ke kas daerah. Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga stabilitas fiskal sekaligus memastikan seluruh kewajiban dapat diselesaikan.
Andi Harun Pastikan Pembayaran Utang Berjalan Bertahap
Andi Harun menjelaskan Pemkot Samarinda terus mengalokasikan pendapatan daerah untuk membayar kewajiban yang masih tersisa. Pemerintah tidak menggunakan pinjaman dari perbankan maupun pihak ketiga dalam proses tersebut.
“Cicilannya sudah berlangsung dan sekarang sudah lebih dari 30 persen yang dibayarkan. Kita membayarnya secara bertahap berdasarkan arus uang yang masuk. Begitu penerimaan daerah masuk, kita alokasikan kembali untuk membayar cicilan tersebut,” ujar Andi Harun.
Ia menegaskan seluruh kewajiban yang berasal dari kegiatan APBD akan dibayar menggunakan penerimaan APBD.
“Saya tidak akan mengambil utang pinjaman perbankan! Pelunasan ini murni dari APBD. Kalau utangnya berasal dari kegiatan APBD, tentu sumber pembayarannya juga murni dari penerimaan APBD,” tegasnya.
Pemkot Samarinda Terapkan Efisiensi Anggaran
Untuk mempercepat pelunasan kewajiban, Pemkot Samarinda menerapkan efisiensi pada belanja pembangunan fisik. Pemerintah memprioritaskan ketersediaan kas daerah agar pembayaran kepada para pihak yang memiliki piutang dapat berjalan sesuai rencana.
Andi Harun mengatakan kebijakan tersebut membuat pemerintah menahan pelaksanaan sejumlah proyek fisik selama proses penyesuaian anggaran berlangsung.
Pemkot Jamin Seluruh Pelunasan Kewajiban Akan Dibayar
Meski menerapkan efisiensi anggaran, Andi Harun memastikan Pemkot Samarinda tetap berkomitmen memenuhi seluruh kewajibannya. Ia meminta para pihak yang memiliki piutang kepada pemerintah daerah tidak khawatir karena proses pembayaran terus berlangsung.
“Di Pemkot Samarinda, konsentrasi kita adalah membayar utang kewajiban tersebut. Makanya tidak ada kegiatan pembangunan fisik yang dominan dibangun, karena efisiensi anggaran diterapkan di tengah APBD yang sedang berjalan. Saya meyakinkan kepada para pihak yang memiliki piutang, pasti akan kita bayar,” pungkasnya.
(Redaksi)