Jelang Iduladha, Fuad Fakhruddin Ingatkan Pedagang Hewan Perhatikan Kebersihan Kandang

DIKSI.CO, SAMARINDA – Menjelang Iduladha 1442 Hijriah Ketua Komisi II DPRD Samarinda Fuad Fakhruddin ingatkan para pengusaha hewan ternak untuk tetap memperhatikan kebersihan kandang ternak sementara yang biasa menjadi tempat tampung hewan kurban.

"Kandang sementara berpengaruh juga terhadap dampak sosial, kalau menimbulkan baubtidak sedap bisa menggangu masyarakat, ini yang perlu ditinjau dan ditertibkan. Jangan asal," tegasnya saat dihubungi Diksi.co melalui sambungan telepon seluler, Kamis (17/6/2021).

Politisi Gerindra ini memastikan dalam waktu dekat komisi II di bawah instruksinya akan melakukan tinjauan ke titik-titik penampungan hewan yang ada di Kota Samarinda.

"Insha Allah dalam waktu dekat komisi II akan turun ke lapangan untuk melihat kontrol persiapan hewan kurban nanti," ucapnya.

Fiada menambahkan, pihaknya juga akan mendorong Dinas Peternakan untuk bersama-sama mengawasi transaksi jual beli hewan kurban baik dalam sisi kesehatan hewan maupun kontrol harga beli hewan.

"Ini perlu kita awasi bersama dengan OPD terkait. Terlebih terkait kesehatan hewan, karena daging hewan kurban akan dikonsumsi oleh masyarakat," katanya.

Meski begitu, ia berharap daya beli masyarakat meningkat pada Iduladha tahun ini. Sebab, momentum lebaran Iduladha menjadi salah satu tolok ukur bagaimana roda perekonomian berangsur normal di tengah Pandemi Covid-19.

"Harapan saya hewan-hewan kurban yang di jual belikan pedagang, baik musiman atau memang pengusaha hewan ternak bisa laku terjual saat Iduladha," pungkasnya. (advertorial)

Daniel

Diksi.co adalah portal berita terdepan di Samarinda dan Kalimantan Timur yang menyajikan informasi terkini seputar politik, hukum, dan pemerintahan. Kami berkomitmen menghadirkan berita yang tajam, kritis, dan terpercaya. Tim redaksi kami terdiri dari jurnalis profesional yang siap mengawal isu-isu strategis, mulai dari anggaran daerah (APBD) hingga perkembangan Ibu Kota Nusantara (IKN), demi transparansi publik
Back to top button