Pemkot Samarinda Luncurkan SAMAQUA, Targetkan Jadi Penggerak Bisnis Perumda

DIKSI.CO – Pemerintah Kota Samarinda resmi memasuki bisnis Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) melalui peluncuran merek lokal SAMAQUA produksi Perumda Tirta Kencana, Rabu (5/8/2026).
Wali Kota Samarinda Andi Harun berharap SAMAQUA berkembang menjadi unit usaha yang memperkuat kinerja perusahaan daerah. Harapan produk juga meningkatkan kontribusi terhadap pendapatan daerah.
Pada tahap awal, Pemkot Samarinda tidak mengejar keuntungan sebesar-besarnya. Pemerintah lebih memprioritaskan peningkatan kualitas produk, kapasitas produksi, dan perluasan pasar.
“Kami berharap setiap tahun kapasitas produksi meningkat, jangkauan pasar semakin luas, dan pada akhirnya SAMAQUA menjadi salah satu produk unggulan yang mampu menopang pendapatan Perumda Tirta Kencana,” kata Andi Harun usai peluncuran.
Andi menegaskan pemerintah tidak ingin membebani Perumda dengan target dividen atau peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sejak awal. Menurutnya, perusahaan harus lebih dulu membangun fondasi bisnis yang kuat.
“Kalau sejak awal langsung ada tuntutan menghasilkan PAD yang besar, itu justru bisa berdampak pada kualitas produk. Yang terpenting sekarang adalah membangun bisnisnya agar solid lebih dahulu,” ujarnya.
Distribusi SAMAQUA Bertahap di 10 Kecamatan
Andi mengatakan SAMAQUA pemasarannya sejak hari peluncuran. Namun, proses distribusi masih berlangsung secara bertahap.
Masyarakat kemungkinan belum menemukan produk tersebut di seluruh wilayah Samarinda dalam beberapa hari ke depan.
“Hari ini sudah mulai dijual. Mungkin dalam satu sampai tiga hari ke depan produknya belum merata karena baru diluncurkan. Insyaallah mulai minggu depan sudah tersedia di berbagai titik di 10 kecamatan,” katanya.
SAMAQUA Dukung Strategi Pemkot Samarinda Tingkatkan PAD
Andi menjelaskan peluncuran SAMAQUA menjadi bagian dari strategi jangka panjang Pemkot Samarinda. Pemerintah ingin memperkuat sumber pendapatan di luar dana transfer pemerintah pusat.
Menurutnya, daerah tidak boleh terus bergantung pada penerimaan dari sektor minyak, gas, dan batu bara. Fluktuasi produksi maupun perubahan kebijakan nasional dapat memengaruhi pendapatan daerah.
“APBD tidak boleh selamanya bergantung pada dana transfer. Kalau produksi migas atau batu bara turun, otomatis penerimaan daerah ikut terpengaruh. Karena itu kita harus membangun sumber-sumber ekonomi baru,” ujarnya.
Sejak awal kepemimpinannya, Andi mengarahkan transformasi ekonomi Samarinda ke sektor perdagangan dan jasa. Langkah itu bertujuan mengurangi ketergantungan terhadap sektor sumber daya alam.
Ia mengklaim data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan struktur ekonomi Samarinda mulai bergeser. Sektor konstruksi, perdagangan, dan jasa kini memberi kontribusi yang semakin besar.
“Kita ingin ke depan perdagangan dan jasa menjadi penopang utama ekonomi Samarinda. Proses ini memang tidak bisa instan, tetapi harus dibangun secara bertahap,” katanya.
SAMAQUA Jadi Simbol Kebanggaan Kota Samarinda
Andi Harun menjelaskan nama SAMAQUA terpilih sebagai identitas lokal.
“‘SAMA’ berasal dari Samarinda, sedangkan ‘AQUA’ berarti air. Sesuai dengan tagline-nya, ini adalah air kebanggaan Samarinda,” ujarnya.
Perumda Pisahkan Bisnis AMDK dan Layanan Air Bersih
Andi memastikan bisnis AMDK tidak akan mengganggu layanan utama Perumda Tirta Kencana sebagai penyedia air bersih.
Perumda memisahkan pengelolaan bisnis AMDK dari layanan air perpipaan. Dengan cara itu, kedua unit usaha dapat berjalan secara optimal.
“Manajemen pelayanan air bersih dipisahkan dengan manajemen bisnis AMDK. Jadi masyarakat tidak perlu khawatir karena pelayanan air bersih tetap menjadi prioritas dan tidak akan terganggu dengan adanya unit usaha baru ini,” tegas Andi.
Pemkot Samarinda akan terus mengevaluasi perkembangan SAMAQUA. Evaluasi meliputi produksi, distribusi, dan strategi pemasaran. Pemerintah ingin SAMAQUA mampu bersaing di pasar sekaligus memberi manfaat ekonomi bagi daerah.
(Redaksi)