KPU Kaltim Hadirkan Ruang Podcast untuk Perkuat Edukasi Demokrasi Menuju Pemilu 2029

DIKSI.CO – Komisi Pemilihan Umum Kalimantan Timur mulai memanfaatkan platform digital untuk memperluas edukasi demokrasi. Melalui fasilitas ruang podcast yang baru di kantor mereka di Samarinda, lembaga penyelenggara pemilu itu membuka ruang diskusi publik yang bisa dimanfaatkan masyarakat secara gratis.

Peresmian ruang podcast moder langsung oleh Ketua Komisi Pemilihan Umum RI, Mochamad Afifuddin, di kantor KPU Kalimantan Timur yang berlokasi di Jalan Basuki Rahmat, Samarinda, Sabtu (7/3/2026). Harpannya fasilitas ini menjadi sarana dialog publik sekaligus memperkuat literasi politik menjelang Pemilu 2029.

Ruang Podcast KPU Kaltim Jadi Wadah Dialog Demokrasi

Ketua Divisi Partisipasi Masyarakat, Sosialisasi, dan Pendidikan Pemilih KPU Kaltim, Asmadi Asnan, menjelaskan bahwa ruang podcast tersebut sebagai sarana komunikasi terbuka antara penyelenggara pemilu, peserta, dan masyarakat.

Menurutnya, digitalisasi informasi menjadi kebutuhan penting agar isu demokrasi dapat disampaikan secara lebih luas dan mudah dipahami publik.

“Digitalisasi informasi sangat penting. Kami ingin fasilitas ini menjadi jembatan dialog pascapemilu, mulai dari diskusi bersama tokoh masyarakat hingga Gubernur Kaltim,” kata Asmadi.

Ia menambahkan, ruang podcast juga dapat bertujuan untuk membahas berbagai isu kepemiluan dengan format diskusi yang lebih santai, namun tetap edukatif.

Fasilitas Gratis untuk Mahasiswa dan Aktivis Demokrasi

KPU Kaltim juga membuka fasilitas ini bagi kalangan mahasiswa, organisasi kemasyarakatan, hingga aktivis yang ingin menggelar diskusi atau kegiatan edukasi demokrasi.

Asmadi menegaskan pihaknya memberikan akses gratis bagi mahasiswa, termasuk organisasi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), untuk memanfaatkan aula maupun ruang podcast tersebut.

“Silakan gunakan tempat ini, yang penting bersurat secara resmi. Fasilitas ini gratis untuk kegiatan edukasi demokrasi,” tegasnya.

Harapannya langkah ini mampu mendorong keterlibatan generasi muda dalam memahami proses demokrasi dan sistem pemilu di Indonesia.

Partisipasi Pemilih di Kaltim Terus Meningkat

Inovasi digital yang dilakukan KPU Kaltim juga dilatarbelakangi oleh tren positif partisipasi pemilih di daerah tersebut.

Data menunjukkan tingkat partisipasi pemilih di Kalimantan Timur meningkat signifikan dari sekitar 64 persen pada Pilgub 2019 menjadi 79 persen pada Pemilu 2024.

Peningkatan ini menjadi indikator bahwa upaya sosialisasi dan edukasi pemilih mulai memberikan dampak positif terhadap kesadaran masyarakat dalam menggunakan hak pilih.

Wacana Percepatan Seleksi Anggota KPU Daerah

Dalam kesempatan yang sama, Ketua KPU RI Mochamad Afifuddin juga menyinggung wacana percepatan seleksi anggota KPU di tingkat provinsi serta kabupaten/kota.

Menurutnya, langkah tersebut bertujuan menjaga stabilitas kelembagaan agar tidak terjadi pergantian anggota di tengah tahapan pemilu.

“Seleksi KPU RI kemungkinan dimulai Oktober 2026. Untuk daerah, ada wacana dipercepat agar tidak ada lagi pergantian personel di tengah jalan saat tahapan Pemilu 2029 dimulai. Kita ingin lembaga ini semakin solid,” jelas Afifuddin.

Selain itu, ia menegaskan bahwa KPU juga fokus pada sejumlah prioritas nasional yang menjadi mandat dari Badan Perencanaan Pembangunan Nasional.

Fokus Penguatan Data Pemilih dan Teknologi Informasi

Afifuddin menyebutkan tiga prioritas utama menjelang Pemilu 2029:

  • Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan (PDPB),
  • pengembangan teknologi informasi,
  • serta sosialisasi yang lebih intensif bagi kelompok marginal.

Kelompok yang menjadi perhatian antara lain penyandang disabilitas dan masyarakat yang tinggal di wilayah terpencil atau pinggiran.

Ia juga mengapresiasi langkah inovatif KPU Kalimantan Timur dalam menghadirkan ruang podcast sebagai media edukasi politik yang lebih modern.

Menurut Afifuddin, pendekatan komunikasi yang lebih santai dan mudah pemahamannya akan membuat isu politik lebih dekat dengan generasi muda.

(Redaksi)

Back to top button