Porprov Kaltim VIII Terancam Mundur, Dispora Siapkan Rakor Cari Jalan Tengah Anggaran

DIKSI.CO – Pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kalimantan Timur VIII/2026 mulai terbayang ketidakpastian. Keterbatasan anggaran daerah memunculkan kekhawatiran ajang olahraga terbesar di Kaltim itu tak bisa sesuai jadwal November 2026 dan berpotensi diundur ke awal 2027.

Kondisi tersebut mendorong Dinas Pemuda dan Olahraga Kaltim (Dispora) menyiapkan langkah konsolidasi melalui rapat koordinasi (rakor) bersama Dispora kabupaten/kota se-Kaltim. Harapan Rakor menjadi forum untuk menemukan titik temu atas persoalan anggaran yang daerah sedang hadapi.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dispora Kaltim, Muhammad Faisal menanggapi rencana rakor yang sebelumnya Kepala Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga (PPO), Rasman Rading sampaikan pada awal Januari lalu.

Dispora Kaltim Dorong Pra Rakor Lewat Zoom

Faisal mengungkapkan, pihaknya telah menginstruksikan Kabid PPO untuk menggelar pertemuan awal secara daring sebagai tahapan pra rakor. Langkah ini guna mematangkan agenda sekaligus menentukan waktu pelaksanaan rakor utama.

“Saya sudah arahkan Kabid PPO melakukan zoom meeting pra rakor untuk bisa menentukan kapan waktu pelaksanaannya. Mudahan bisa terlaksana Februari ini,” ujar Faisal.

Menurutnya, rakor tidak hanya membahas teknis kepemudaan dan keolahragaan, tetapi juga fokus pada kesiapan daerah menyongsong Porprov Kaltim VIII.

Tekanan Fiskal Daerah Jadi Faktor Utama

Faisal mengakui, turbulensi fiskalhampir seluruh pemerintah daerah di Indonesia menjadi tantangan serius. Tekanan ini muncul setelah kebijakan pemotongan dana transfer ke daerah (TKD) oleh Menteri Keuangan RI, yang berdampak langsung pada ruang fiskal daerah.

“Untuk porprov ini, kami tetap berjuang anggaran bisa terlaksana, walau dengan kondisi minimalis,” terangnya.

Ia menegaskan, Pemprov Kaltim berkomitmen menjaga keberlangsungan Porprov sebagai ajang pembinaan atlet daerah, meskipun harus menyesuaikan skala pembiayaan.

Kesiapan Kontingen Daerah Jadi Sorotan

Selain anggaran penyelenggaraan, rakor juga akan menyoroti kesiapan kabupaten/kota dalam membiayai kontingen masing-masing. Faisal menilai, hal ini krusial agar pelaksanaan Porprov tidak timpang dari sisi partisipasi.

“Kami ingin memastikan apakah kabupaten/kota ada anggaran untuk mengikuti. Nanti, jangan sampai pemprov siap, tapi yang ikut hanya setengahnya saja, karena tidak menganggarkan,” ungkap Faisal.

Ia menekankan, keberhasilan Porprov tidak hanya berfokus oleh tuan rumah dan provinsi, tetapi juga kesiapan seluruh peserta.

Opsi Terburuk: Porprov Undur ke Awal 2027

Di tengah berbagai keterbatasan, Faisal tak menutup kemungkinan opsi terburuk harus segera Pemprov ambil. Salah satunya dengan menggeser jadwal Porprov Kaltim VIII yang semula rencananya berlangsung pada November 2026.

“Masih ada kemungkinan di 2027 awal, walau mepet dengan agenda lain, tapi masih bisalah,” ujarnya.

Harapannya rakor mendatang dapat menghasilkan keputusan bersama yang realistis, tanpa mengorbankan tujuan utama Porprov sebagai wadah pembinaan dan prestasi olahraga daerah.

(Redaksi)

Back to top button