Capaian Andi Harun Jauh Lebih Besar dari Polemik Sewa Mobil, KNPI Apresiasi Transformasi Samarinda

DIKSI.CO, SAMARINDA — Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI)  Samarinda menilai polemik terkait penyewaan mobil oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda sebagai kendaraan dinas tamu tidak seharusnya dibesar-besarkan hingga menutupi berbagai capaian pembangunan yang telah dilakukan Pemkot dalam beberapa tahun terakhir.

Ketua KNPI Samarinda, Ronni Hidayatullah, menegaskan bahwa masyarakat perlu melihat kinerja pemerintah secara objektif dan menyeluruh.

Menurutnya, terlalu berlebihan jika media maupun publik hanya menyoroti satu isu sementara berbagai keberhasilan pembangunan kota justru diabaikan.

“Kalau kita bicara objektif, penilaian terhadap pemerintah harus seimbang antara kebijakan dan kinerja. Banyak perubahan yang bisa dirasakan langsung oleh masyarakat dalam beberapa tahun terakhir,” kata Ronni.

Ia menilai pembangunan Samarinda di bawah kepemimpinan Wali Kota Andi Harun menunjukkan perkembangan yang cukup signifikan.

Berbagai program pembangunan kota, menurutnya, telah memberikan dampak nyata terhadap tata kelola pemerintahan maupun kehidupan masyarakat.

Peningkatan PAD Jadi Indikator Kinerja

Ronni menyebut salah satu indikator yang menunjukkan keberhasilan tersebut adalah peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Samarinda yang melonjak signifikan dalam lima tahun terakhir.

Berdasarkan data yang ia sampaikan, PAD Samarinda pada tahun 2020 tercatat sebesar Rp485 miliar.

Angka tersebut terus mengalami peningkatan hingga mencapai Rp1,01 triliun pada tahun 2025.

Dengan demikian, terjadi kenaikan sekitar Rp525 miliar dalam kurun waktu lima tahun.

Menurut Ronni, lonjakan PAD tersebut bukan sekadar angka statistik, tetapi mencerminkan kemampuan pemerintah kota dalam memperkuat kemandirian fiskal daerah sekaligus memperluas ruang pembangunan.

“Ini bukan angka kecil. Peningkatan PAD menunjukkan bahwa tata kelola pemerintahan berjalan baik dan mampu menghasilkan pendapatan daerah yang lebih kuat untuk mendukung pembangunan kota,” ujarnya.

Ia menilai penguatan kapasitas fiskal tersebut memungkinkan pemerintah kota mempercepat berbagai program pembangunan yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat.

Program Pro Bebaya Dorong Partisipasi Warga

Selain peningkatan PAD, Ronni juga menyoroti keberhasilan program pembangunan berbasis masyarakat yang dijalankan Pemkot Samarinda, yaitu Program Pro Bebaya Rp100 juta per RT.

Melalui program ini, setiap Rukun Tetangga (RT) memperoleh alokasi anggaran untuk melaksanakan pembangunan skala lingkungan berdasarkan kebutuhan masyarakat setempat.

Ronni menilai program tersebut sebagai salah satu inovasi pembangunan paling progresif di Kalimantan Timur karena memberikan ruang partisipasi yang luas kepada masyarakat dalam menentukan prioritas pembangunan.

“Program Pro Bebaya adalah bentuk kepercayaan pemerintah kepada masyarakat. Pembangunan tidak lagi hanya ditentukan dari atas, tetapi benar-benar melibatkan warga di tingkat paling bawah,” jelasnya.

Menurutnya, pendekatan pembangunan partisipatif tersebut juga memperkuat rasa memiliki masyarakat terhadap program pembangunan yang dijalankan pemerintah.

Penataan Kota Mulai Terlihat Nyata

KNPI Samarinda juga menilai berbagai program penataan kota yang dilakukan pemerintah daerah mulai menunjukkan hasil nyata.

Salah satunya adalah revitalisasi kawasan Citra Niaga yang kini berkembang menjadi pusat kuliner, budaya, dan aktivitas UMKM.

Kawasan tersebut juga menjadi ruang publik baru yang ramai dikunjungi masyarakat.

Selain itu, pemerintah kota juga melakukan transformasi terhadap sejumlah kawasan strategis lainnya.

Seperti pembangunan Pasar Pagi Samarinda yang diharapkan dapat meningkatkan kualitas layanan perdagangan sekaligus memperkuat sektor ekonomi lokal.

Penataan kawasan tepian Sungai Mahakam yang kini dikenal sebagai Teras Samarinda juga menjadi salah satu proyek yang mendapat perhatian publik.

Kawasan tersebut kini berkembang sebagai ruang terbuka yang menarik bagi warga maupun wisatawan.

Ke depan, kawasan tersebut direncanakan terhubung dengan pengembangan Little Chinatown di kawasan Pelabuhan Budaya Tionghoa.

Proyek tersebut diharapkan dapat memperkuat identitas budaya kota sekaligus mendorong sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Samarinda.

 Kepemimpinan Inklusif dan Terbuka

Ronni juga menilai sosok Andi Harun sebagai pemimpin yang terbuka terhadap dialog dan gagasan dari kalangan pemuda serta mahasiswa.

Menurutnya, orang nomor satu di Samarinda tersebut kerap hadir dalam berbagai forum intelektual untuk berdiskusi dan mendengarkan aspirasi generasi muda.

“Pak Andi Harun bukan hanya bekerja membangun kota, tetapi juga membuka ruang dialog dengan anak-anak muda. Ini menunjukkan kepemimpinan yang inklusif dan visioner,” katanya.

Ia bahkan menyinggung kesan yang disampaikan Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Hasto Kristiyanto, saat berkunjung ke Samarinda beberapa waktu lalu.

Dalam kunjungan tersebut, Hasto disebut mengapresiasi perkembangan  Samarinda yang terlihat dari berbagai aspek, mulai dari penataan trotoar, sistem drainase, hingga tingkat kebersihan kota.

Polemik Sewa Mobil Dinilai Perlu Dilihat Proporsional

Terkait polemik penyewaan mobil tamu oleh Pemkot Samarinda, Ronni menilai isu tersebut seharusnya ditempatkan secara proporsional.

Ia menjelaskan bahwa dalam nomenklatur anggaran daerah memang terdapat pos kendaraan sewa untuk tamu pemerintah kota.

Program tersebut, menurutnya, telah berjalan sejak tahun 2023 dan direncanakan berakhir pada 2026.

Kebijakan tersebut juga disusun sebelum pemerintah pusat menerapkan kebijakan efisiensi anggaran yang mulai berlaku pada 2025.

Selain itu, pelaksanaannya disebut telah mengacu pada standar kebijakan kepala daerah serta berkoordinasi dengan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah sesuai regulasi pengadaan barang dan jasa pemerintah.

“Kalau memang ada yang perlu dievaluasi, tentu itu bagian dari proses pemerintahan yang sehat. Tetapi tidak adil jika isu tersebut dijadikan seolah-olah menutupi semua capaian besar yang sudah dirasakan masyarakat Samarinda,” tegasnya.

Di akhir pernyataannya, Ronni mengajak masyarakat untuk melihat secara jernih berbagai kerja nyata yang telah dilakukan pemerintah kota.

Ia meyakini masyarakat Samarinda cukup cerdas dalam menilai berbagai dinamika yang berkembang di ruang publik, sekaligus tetap memperhatikan fakta pembangunan yang terjadi di lapangan.

“Pak Andi Harun sudah melakukan banyak kerja nyata untuk Samarinda. Evaluasi tetap penting, tetapi fokus kita ke depan harus bagaimana memperkuat dan melanjutkan pembangunan Kota Samarinda,” pungkasnya. (*)

Back to top button