Hati-hati, Akun FB Istri Wali Kota Samarinda Diretas, Penipu Gunakan Modus Ini

DIKSI.CO, SAMARINDA – Akun Facebook istri Wali Kota Samarinda Syaharie Jaang diretas. 

Akun Facebook (FB) istri Wali Kota Samarinda yang juga Ketua Fraksi Demokrat-Nasdem DPRD Kaltim Puji Setyowati dengan nama Puji Setyowati Jaang di-hack oknum.

Diketahui kemudian bahwa akibat hack tersebut juga telah memakan korban.

“Banyak teman-teman yang menelpon dan WA ke saya menanyakan akun saya di FB meminta bantuan. Bahkan ada yang sudah mentransfer Rp 2 juta. Teman juga yang dari Samarinda dan ini ada saya dikirimi bukti transfernya,” ucap Puji,  Sabtu (20/6/2020) malam.

Menurutnyarekening yang dituju rekening bank BCA atas nama Lestari Apriyanti.

“Saya langsung menghubungi teman di bank BCA agar rekening tersebut diblokir sebelum semakin banyak korbannya,” terang Puji anggota Komisi IV DPRD Kaltim ini.

Puji mengaku, banyak teman-teman yang dihubungi oknum, namun sempat mengonfirmasi ke dirinya.

“Ada teman di Magelang, Jogja yang juga menghubungi soal ini. Untung saja mereka konfirmasi, kalau tidak tertipu juga,” ungkapnya.

Begitu pula yang di Samarinda pun banyak dan merasa heran.

“Bu Aminah Amins juga tadi nelpon. Katanya keponakan saya sakit kanker dan mau pinjam uang Rp 10 juta. Motif yang sama juga kepada bu Joice,” sebutnya lagi.

Jadi lanjutnya selain motif membantu pembangunan panti juga ada yang meminta pinjaman karena keponakan sakit kanker.

“Tolong, baik yang mengatasnamakan saya ataupun Pak Syaharie Jaang, jangan mudah percaya. Apapun bentuknya, saya dan bapak tidak mungkin meminta-minta. Jangan percaya dan terus waspada,” pesan Ketua Fraksi Demokrat-Nasdem ini. (tim redaksi Diksi) 

 

Daniel

Diksi.co adalah portal berita terdepan di Samarinda dan Kalimantan Timur yang menyajikan informasi terkini seputar politik, hukum, dan pemerintahan. Kami berkomitmen menghadirkan berita yang tajam, kritis, dan terpercaya. Tim redaksi kami terdiri dari jurnalis profesional yang siap mengawal isu-isu strategis, mulai dari anggaran daerah (APBD) hingga perkembangan Ibu Kota Nusantara (IKN), demi transparansi publik
Back to top button