Arti Londo Ireng, Julukan Pasukan Afrika yang Bertempur untuk Belanda di Masa Kolonial

DIKSI.CO – Istilah londo ireng kembali ramai diperbincangkan masyarakat setelah Presiden Prabowo Subianto menyebutnya dalam pidato peringatan Hari Lahir Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Banyak publik kemudian mencari tahu arti londo ireng yang ternyata memiliki sejarah panjang sejak masa kolonial Belanda di Indonesia.

Secara harfiah, londo ireng berasal dari bahasa Jawa. Kata londo berarti Belanda, sedangkan ireng berarti hitam. Masyarakat Jawa menggunakan istilah tersebut untuk menyebut prajurit asal Afrika Barat yang bertugas di Tentara Kerajaan Hindia Belanda (KNIL) pada abad ke-19.

Dalam catatan sejarah, para prajurit itu dikenal dengan nama Zwarte Hollanders atau Belanda Hitam. Mereka berasal dari wilayah Pantai Emas Belanda (Dutch Gold Coast) yang kini menjadi bagian dari Ghana. Belanda juga merekrut tentara dari sejumlah wilayah Afrika Barat lainnya, seperti Burkina Faso, Mali, Niger, Pantai Gading, dan Benin.

Meski bukan warga Belanda, mereka mengenakan seragam KNIL, menggunakan nama Belanda, dan memperoleh kedudukan hukum yang setara dengan tentara Eropa. Karena itulah masyarakat Jawa menjuluki mereka sebagai londo ireng.

Belanda Rekrut Ribuan Tentara Afrika

Belanda mulai merekrut tentara Afrika Barat setelah berakhirnya Perang Jawa pada 1830. Saat itu, pemerintah kolonial kehilangan banyak prajurit. Kondisi tersebut semakin sulit setelah Belgia memisahkan diri dari Kerajaan Belanda sehingga kekuatan militernya berkurang.

Untuk menambah personel, pemerintah kolonial merekrut lebih dari 3.000 orang Afrika Barat pada periode 1831 hingga 1872. Sebagian bergabung secara sukarela, sementara sebagian lainnya berasal dari budak atau tawanan perang yang dibeli dari wilayah Kekaisaran Ashanti.

Belanda memilih prajurit Afrika karena menganggap mereka lebih mampu bertahan di iklim tropis. Selain itu, pemerintah kolonial menilai mereka tidak memiliki hubungan dengan masyarakat Nusantara sehingga lebih mudah menjalankan operasi militer melawan kelompok perlawanan.

Pasukan tersebut terlibat dalam berbagai operasi militer di Hindia Belanda, mulai dari Perang Padri, ekspedisi di Kalimantan, Sulawesi, Bali, dan Timor hingga Perang Aceh.

Makna Londo Ireng Bergeser

Seiring perkembangan zaman, makna londo ireng tidak lagi merujuk pada prajurit Afrika yang bertugas di KNIL. Masyarakat kini lebih sering menggunakan istilah tersebut sebagai kiasan bagi seseorang yang dianggap lebih membela kepentingan asing daripada kepentingan bangsanya sendiri.

Istilah itu kembali menjadi sorotan setelah Presiden Prabowo Subianto menggunakannya dalam pidato peringatan Hari Lahir PKB di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Kamis (23/7/2026).

Dalam pidatonya, Prabowo menegaskan pemerintah tidak antikritik. Namun, ia menilai ada pihak yang sengaja membangun opini negatif tentang kondisi Indonesia. Menurutnya, kelompok tersebut merupakan bentuk baru londo ireng.

“Kita negara demokrasi. Kita tidak anti kritik. Tapi kita bukan anak kecil. Kita tahu ada orang-orang Indonesia yang senang mengabdi dan berbakti kepada bangsa lain. Itu yang dulu kita sebut londo ireng, ya. Yang ikut Belanda perang lawan kita. Londo-londo ireng ini sampai sekarang masih ada. Hanya dia sekarang pakai baju lain. Wartawan, jurnalis, apa itu, pengamat, LSM,” kata Prabowo.

Pernyataan tersebut kemudian menuai respons dari sejumlah organisasi pers, termasuk Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia, yang menilai penyebutan profesi jurnalis dalam konteks tersebut dapat merendahkan kerja-kerja pers dan berpotensi memicu stigma terhadap wartawan.

(Redaksi)

Tinggalkan Balasan

Back to top button