Bambang Soepriyadi Terpilih Aklamasi Pimpin Demokrat Kaltim, AHY Tekankan Soliditas Kader

DIKSI.CO – Musyawarah Daerah (Musda) VI DPD Partai Demokrat Kalimantan Timur menghasilkan keputusan penting. Kader partai memilih Bambang Soepriyadi secara aklamasi sebagai Ketua DPD Demokrat Kaltim periode 2026-2031.
Musda berlangsung di Hotel Mercure Samarinda pada Jumat (12/6/2026). Forum tersebut sekaligus menjadi momentum konsolidasi menjelang Pemilu 2029.
Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono, mengikuti kegiatan secara daring. Dalam arahannya, AHY meminta seluruh kader menjaga kekompakan organisasi.
Menurut AHY, perbedaan pandangan merupakan hal yang wajar dalam partai. Namun, seluruh kader harus tetap memiliki tujuan yang sama untuk membesarkan Demokrat.
“Organisasi kita solid, bersatu, kokoh. Bukan berarti semua harus sama dalam pemikiran tetapi mari kita terus mencari kesamaan tujuan,” ujar AHY.
AHY mengajak kader memperkuat kerja sama dan memperluas konsolidasi hingga tingkat akar rumput.
“Ini rumah besar kita dan negara kita yang harus dirawat dengan hati serta pikiran yang jernih,” lanjutnya.
AHY Targetkan Demokrat Kaltim Tingkatkan Capaian Politik
AHY menilai Demokrat perlu bekerja lebih keras pada tahun-tahun mendatang. Ia ingin partai meningkatkan capaian politik di Kalimantan Timur.
Target itu tidak hanya menyasar kursi legislatif. Demokrat juga ingin memperkuat peran kader dalam pemerintahan daerah.
AHY meminta seluruh pengurus dan kader turun langsung ke masyarakat. Menurutnya, langkah tersebut akan memperkuat kepercayaan publik terhadap partai.
Herman Khaeron Apresiasi Jalannya Musda
Sekretaris Jenderal Partai Demokrat, Herman Khaeron, hadir langsung dalam Musda. Ia mengapresiasi jalannya forum yang berlangsung tertib dan kondusif.
Menurut Herman, Musda menjadi sarana penting untuk mempererat hubungan antarkader. Forum itu juga memperkuat soliditas organisasi menjelang agenda politik berikutnya.
Herman menjelaskan bahwa DPP akan memproses hasil Musda sesuai mekanisme AD/ART partai. Setelah seluruh tahapan selesai, Ketua Umum akan menetapkan ketua terpilih secara resmi.
“Kami ingin Demokrat bukan hanya membangun wacana tetapi berkiprah langsung di tengah masyarakat. Sebagai partai yang inklusif dan modern, kami juga membuka pintu selebar-lebarnya memberikan karpet biru bagi para tokoh masyarakat yang ingin bergabung, sepanjang memiliki loyalitas dan patuh pada aturan organisasi,” kata Herman.
Ia juga mengakui Demokrat menghadapi tantangan untuk mempertahankan dan menambah kursi legislatif di Kalimantan. Karena itu, DPP menyiapkan langkah pembenahan organisasi dan penguatan struktur partai.
Irwan Fecho Soroti Momentum 25 Tahun Demokrat
Bendahara Umum DPP Partai Demokrat, Irwan Fecho, menilai Musda VI memiliki arti khusus. Kegiatan itu berlangsung bertepatan dengan peringatan 25 tahun berdirinya Partai Demokrat.
Menurut Irwan, momentum tersebut harus mendorong kader memperkuat semangat perjuangan di daerah.
Irwan juga memuji rekam jejak Bambang Soepriyadi. Ia menilai pengalaman Bambang menjadi modal penting untuk memimpin Demokrat Kaltim.
“Beliau bukan kader kaleng-kaleng. Saya meyakini di bawah kepemimpinan Mas Bambang, sisi manajerial partai akan jauh lebih detail, bagus, dan kepemimpinannya semakin mengakar untuk memperjuangkan kesejahteraan masyarakat Kaltim,” ungkap Irwan.
Ia menambahkan bahwa Demokrat akan mengevaluasi strategi organisasi dan pola rekrutmen calon legislatif. Langkah itu bertujuan meningkatkan peluang kemenangan pada Pemilu 2029.
Bambang Soepriyadi Siap Besarkan Demokrat Kaltim
Bambang Soepriyadi menyampaikan rasa syukur setelah kader memberikan kepercayaan kepadanya. Ia menyebut jabatan tersebut sebagai amanah besar.
“Ini adalah amanah yang harus saya laksanakan. Tugas kami sekarang bagaimana membuat Demokrat di Kalimantan Timur menjadi lebih baik lagi, memajukan daerah, dan memenangkan kontestasi pemilu pada 2029 mendatang,” ujarnya.
Bambang menegaskan dirinya merupakan putra asli Kalimantan Timur. Ia lahir di Balikpapan dan menempuh pendidikan di daerah tersebut.
Sebelum aktif di politik, Bambang berkarier sebagai aparatur sipil negara di Kutai Timur. Ia mengakhiri karier ASN pada 2018 untuk menekuni aktivitas politik.
“Saya lahir di Balikpapan, menempuh pendidikan di Kaltim, dan pernah berkarier sebagai ASN di Kutai Timur sampai 2018 sebelum akhirnya berhenti,” pungkasnya.
(Redaksi)
