Uni Eropa Jajaki Kerjasama dengan Kaltim, Berupaya Lakukan Transisi Sumber Daya Fosil ke Energi Hijau
DIKSI.CO, SAMARINDA – Uni Eropa menjajaki kerjasama ekonomi komprehensif Indonesia, dengan Kaltim.
Rencana kejasama itu sudah ditindaklanjuti dengan kunjungan bisnis, Duta Besar Uni Eropa untuk Indonesia dan Brunei Darussalam, Vincent Piket ke Kaltim.
Tujuan Vincent Piket ke Kaltim guna membangun hubungan ekonomi dan membuat kesepakatan dengan Kaltim.
Salah satu yang dilirik adalah transisi peralihan sumber daya fosil ke energi hijau.
"Kami ingin membangun persiapan pembangunan perusahaan di Indonesia tentang energi hijau," ungkap Vincent, ditemui Kantor Gubernur Kaltim, Selasa (26/10/2021).
Target Uni Eropa, 10 tahun dari sekarang mereka menarget pembangunan pabrik-pabrik energi hijau di Bumi Mulawarman.
Vincent menegaskan pihaknya di Uni Eropa sangat mendukung pembangunan energi berkelanjutan di Kaltim.
Dengan dukungan Uni Eropa, ia menarget Indonesia menjadi negara dengan pendapatan perkapita sekitar 5 miliar euro pada tahun 2045.
"Membuka peluang baru untuk investasi, ini memungkinkan adanya dialog bilateral antara Uni Eropa dan Kaltim. Ini harus dilakukan secara berkelanjutan, seiring dengan perkembangan di Kaltim," paparnya.
Meski begitu, Vincent memahami batu bara masih menjadi komoditas utama ekonomi. Bahkan 60 persen ekspor batu bara Indonesia berasal dari Kaltim.
Sementara batu bara energi yang menghasilkan karbon dalam jumlah tinggi. Hal itu perlu dikurangi penggunaannya bagi iklim global.
"Jadi itulah yang juga jadi landasan kami untuk mengatasi permasalahan iklim global. Jua membantu proses transisi energi di Kalt. Ini tidak mudah, tapi bisa dilakukan di Kaltim," tegasnya.
Isran Minta Uni Eropa Dukung Pembangunan IKN
Sementara itu, Isran Noor, Gubernur Kaltim yang menerima kunjungan Duta Besar Uni Eropa, berharap perserikatan negara eropa itu bisa mendukungan pembangunan IKN.
"Ini yang melaksanakan nanti para pengusahanya. Kami berharap bisa mendapatkan dukungan mereka untuk pemindahan ibu kota negara (IKN)," terang Isran.
Terkait komoditas yang ditawarkan Kaltim ke Uni Eropa, Isran menyebut akan menawarkan beberapa produk utama Bumi Mulawarman.
Hanya saja terkait energi hijau, Isran menegaskan saat ini Kaltim belum bisa menghilangkan ketergantungan dengan batu bara.
"Kita gak mungkin menghilangkan batu bara karena itu masih menjadi bagian dari produk. Nilai ekspor kita dari baru bara berapa, jadi gak mungkin kita tinggalkan," sambungnya.
Salah satu yang akan ditawarkan adalah industri hilir batu bara.
"Itu nanti kami bahas, karena Uni Eropa kan sudah ingin melaksanakan energi hijau. Industri hilir itu mungkin saja. Mengubah batu bara menjadi gas bisa saja," pungkasnya. (tim redaksi Diksi)