Momen Kala Fest Samarinda, Saefuddin Zuhri Ajak Generasi Muda Lestarikan Budaya Daerah

DIKSI.CO – Pelestarian budaya di tengah derasnya perkembangan teknologi digital menjadi perhatian Wakil Wali Kota Samarinda, Saefuddin Zuhri. Ia menilai kemajuan teknologi tidak boleh membuat generasi muda kehilangan pengetahuan tentang sejarah dan identitas budaya daerah.
Saefuddin menyampaikan pesan tersebut saat menjadi narasumber dalam Talk Show City Talk: Culture pada rangkaian kegiatan Kala Fest – Nostalgia Tempo Doeloe di kawasan Citra Niaga.
Menurut Saefuddin, penggunaan gadget dan teknologi digital telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat, khususnya generasi muda. Namun, masyarakat perlu mengimbangi kondisi tersebut dengan mengenalkan budaya dan sejarah lokal agar generasi muda tidak kehilangan jati diri di tengah perkembangan zaman.
“Teknologi adalah kebutuhan yang tidak bisa kita hindari. Tetapi budaya juga harus tetap hidup. Keduanya bisa berjalan berdampingan tanpa harus saling menghilangkan,” ujarnya.
Keberagaman Budaya Samarinda Menjadi Identitas Kota
Ia mengatakan Samarinda memiliki kekayaan budaya yang lahir dari keberagaman masyarakat yang mendiami kota tersebut selama bertahun-tahun. Budaya Kutai, Dayak, Banjar, Bugis, Jawa, Makassar dan berbagai budaya lainnya menjadi bagian penting dalam pembentukan identitas kota.
Menurutnya, masyarakat harus terus memelihara keberagaman tersebut karena menjadi salah satu karakter utama Samarinda sebagai kota multikultur.
“Kita memiliki banyak budaya yang hidup bersama dan berkembang di Samarinda. Ini adalah kekayaan yang harus dijaga karena menjadi identitas kota kita,” katanya.
Kala Fest Samarinda Jadi Sarana Pelestarian Budaya
Saefuddin juga mengapresiasi penyelenggaraan Kala Fest yang menghadirkan berbagai unsur budaya tempo dulu kepada masyarakat. Ia menilai kegiatan tersebut menjadi sarana edukasi sekaligus ruang untuk mengingat kembali tradisi yang mulai jarang ditemui.
“Kegiatan seperti ini penting karena mengajak masyarakat mengenal kembali budaya yang pernah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Selain menghibur, juga memberikan edukasi,” ujarnya.
Panitia dan komunitas budaya menampilkan berbagai atraksi budaya dalam kegiatan tersebut, mulai dari pameran sepeda ontel, vespa klasik, pertunjukan musik keroncong, musik tingkilan hingga kuliner tradisional Nusantara.
Pelestarian Budaya Perkuat Persatuan Masyarakat
Menurut Saefuddin, pelestarian budaya tidak hanya berkaitan dengan menjaga kesenian atau tradisi semata, tetapi juga berperan memperkuat hubungan sosial masyarakat yang berasal dari latar belakang berbeda.
“Budaya menjadi perekat yang menyatukan masyarakat. Ketika kita saling mengenal budaya satu sama lain, akan tumbuh rasa saling menghormati dan menghargai,” katanya.
Ia juga menyoroti pentingnya mengenalkan sejarah Kota Samarinda kepada generasi muda sejak usia dini. Menurutnya, masih banyak anak-anak yang belum memahami perjalanan sejarah kota maupun tokoh-tokoh yang berjasa dalam pembangunan daerah.
Generasi Muda Samarinda Perlu Mengenal Sejarah Lokal
“Anak-anak harus mengenal sejarah daerahnya. Dengan memahami sejarah, mereka akan memiliki rasa bangga dan rasa memiliki terhadap kota tempat mereka tumbuh,” ujarnya.
Karena itu, Saefuddin mendorong sekolah-sekolah untuk memperkuat pembelajaran sejarah lokal melalui berbagai kegiatan, termasuk kunjungan ke museum maupun situs-situs bersejarah.
Ia menambahkan bahwa Pemerintah Kota Samarinda telah memiliki regulasi yang mendukung pelestarian budaya. Namun keberhasilan upaya tersebut membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.
Kolaborasi Jadi Kunci Menjaga Warisan Budaya Samarinda
“Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Komunitas, sekolah, akademisi, pegiat budaya dan masyarakat harus bergerak bersama menjaga warisan budaya yang kita miliki,” katanya.
Sementara itu, Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XIV Kalimantan Timur, Titit Lestari, menegaskan bahwa pelestarian budaya merupakan tanggung jawab bersama, bukan hanya pemerintah.
Menurutnya, Samarinda memiliki potensi budaya yang besar dan dapat terus dikembangkan sebagai sumber kreativitas, inspirasi, sekaligus penguatan identitas daerah di tengah arus modernisasi.
Melalui kegiatan Kala Fest, masyarakat diajak untuk kembali mengenang sejarah, tradisi, dan nilai-nilai budaya yang menjadi bagian dari perjalanan Kota Samarinda. Di tengah perkembangan teknologi yang semakin cepat, budaya dinilai tetap memiliki peran penting dalam menjaga jati diri dan memperkuat persatuan masyarakat.
(Redaksi)
