Tingkatkan Keterampilan, Dinas Perkebunan Kaltim Gelar Pelatihan dan Pemberdayaan Kelompok Tani

DIKSI.CO – Guna meningkatkan keterampilan dan manajemen kelembagaan petani, Dinas Perkebunan Kalimantan Timur (Kaltim) menyelenggarakan pelatihan pendampingan dan pemberdayaan kelompok tani perkebunan.

Pelatihan itu digelar di Desa Prangat Baru, Kecamatan Marangkayu, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar).

Pelatihan ini berlangsung selama dua hari, yaitu dimulai 10 hingga 11 Juli 2024 kemarin.

Pelatihan ini dibuka oleh Kepala Dinas Perkebunan Kaltim yang diwakili oleh penyuluh Pertanian Ahli Muda, Muhammad Fahrozi.

Dalam sambutannya, Fahrozi menekankan pentingnya kegiatan ini untuk meningkatkan keterampilan dan manajemen kelembagaan petani.

“Melalui pelatihan ini, diharapkan petani mampu bersaing dalam budidaya dan pemasaran hasil, sehingga harga di tingkat petani bisa lebih baik,” harap Fahrozi.

Dijelaskannya, perkembangan tanaman perkebunan di Kaltim mengalami peningkatan pesat dan menjadi potensi besar dalam peningkatan kesejahteraan petani.

Namun, menurutnya, beberapa kendala seperti rendahnya produktivitas, lemahnya kelembagaan petani, dan pemasaran hasil produksi yang tidak terarah masih menjadi masalah utama

Guna mengatasi masalah ini, Pemprov Kaltim berupaya memperluas areal tanaman, intensifikasi, rehabilitasi, dan peremajaan tanaman.

Diharapkan peserta pelatihan dapat menjadi bagian dari kelompok tani sejati yang mampu berkembang mandiri tanpa bergantung pada bantuan pemerintah.

“Pelatihan ini menjadi salah satu upaya penting untuk mencapai tujuan tersebut, dengan fokus pada peningkatan kebersamaan dan motivasi dalam kelembagaan petani agar lebih kuat dan maju,” pungkasnya. (*)

Daniel

Diksi.co adalah portal berita terdepan di Samarinda dan Kalimantan Timur yang menyajikan informasi terkini seputar politik, hukum, dan pemerintahan. Kami berkomitmen menghadirkan berita yang tajam, kritis, dan terpercaya. Tim redaksi kami terdiri dari jurnalis profesional yang siap mengawal isu-isu strategis, mulai dari anggaran daerah (APBD) hingga perkembangan Ibu Kota Nusantara (IKN), demi transparansi publik
Back to top button