Pelatihan Public Speaking Ketua RT se-Bukit Pinang Dorong Komunikasi Efektif dengan Warga

DIKSI.CO – Ketua RT memiliki peran penting dalam menyampaikan berbagai informasi kepada masyarakat. Mereka juga menjadi penghubung antara pemerintah dan warga di tingkat lingkungan.
Karena itu, Ketua RT perlu memiliki kemampuan komunikasi yang baik. Kemampuan tersebut membantu mereka menyampaikan informasi secara jelas dan membangun kepercayaan masyarakat.
Hal itu menjadi fokus dalam pelatihan public speaking bagi Ketua RT Kelurahan Bukit Pinang, Samarinda. Kegiatan tersebut masuk dalam rangkaian Program Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat (Probebaya).
Pelatihan berlangsung di Pantai Lamaru, Balikpapan, pada 12 September 2026. Kegiatan tersebut mengusung tema “RT Naik Kelas 2026: Bicara Efektif, Membangun Kepercayaan, Menggerakkan Warga.”
Ketua RT Perlu Kuasai Komunikasi
Instruktur Public Speaking LPK Cendana, Ummi Nurlidasanti, M.Sos., menjadi narasumber dalam kegiatan tersebut.
Ummi mengatakan kemampuan komunikasi sangat penting bagi Ketua RT. Menurutnya, tugas Ketua RT tidak hanya membutuhkan keberanian untuk berbicara.
Ketua RT juga harus mampu membuat warga memahami informasi yang mereka sampaikan. Selain itu, mereka perlu membangun kepercayaan dan mengajak warga ikut berpartisipasi.
“Seorang RT bukan hanya harus berani berbicara, tetapi juga harus mampu membuat warga memahami apa yang disampaikan, percaya terhadap informasi tersebut, kemudian mau bergerak bersama,” kata Ummi saat dikonfirmasi, Kamis (17/9/2026).
Menurut Ummi, cara Ketua RT berkomunikasi dapat memengaruhi kepercayaan warga. Komunikasi yang jelas juga dapat mendorong partisipasi masyarakat.
Kenalkan Konsep Ethos, Pathos, dan Logos
Dalam pelatihan itu, Ummi mengenalkan konsep Ethos, Pathos, dan Logos kepada peserta.
Ethos berkaitan dengan kredibilitas pembicara. Sementara itu, Pathos berkaitan dengan kemampuan membangun kedekatan emosional.
Adapun Logos menekankan penyampaian pesan secara logis. Pesan juga harus mudah dipahami oleh warga.
Ummi kemudian memperkenalkan prinsip 3S, yaitu Singkat, Sederhana, dan Sampai.
“Kalau menyampaikan informasi kepada warga, jangan terlalu panjang dan rumit. Sampaikan yang penting secara singkat, gunakan bahasa sederhana, dan pastikan pesannya benar-benar sampai kepada warga,” ujarnya.
Terapkan Pola Sapa, Sampaikan, Ajak
Peserta juga mempelajari pola komunikasi “Sapa–Sampaikan–Ajak”.
Tahap pertama dimulai dengan menyapa warga. Cara tersebut dapat membantu Ketua RT membangun komunikasi yang lebih dekat.
Selanjutnya, Ketua RT menyampaikan inti informasi secara jelas. Setelah itu, mereka mengajak warga melakukan tindakan konkret.
Pelatihan berlangsung secara interaktif. Peserta mengikuti simulasi berbicara, permainan komunikasi, ice breaking, dan tantangan kelompok.
Salah satu permainan yang diberikan bernama “Pesan Berantai Ombak”. Permainan ini menunjukkan bagaimana informasi dapat berubah saat seseorang menyampaikannya secara tidak jelas.
“Dari permainan ini kita bisa melihat bahwa informasi yang awalnya sederhana bisa berubah ketika penyampaiannya tidak jelas. Karena itu, bagian penting dari informasi harus disampaikan dengan tepat dan, jika diperlukan, diulang,” kata Ummi.
Peserta Praktik Hadapi Keluhan Warga
Suasana Pantai Lamaru membuat kegiatan berjalan lebih cair. Para peserta juga menunjukkan kekompakan melalui yel-yel dan tantangan kelompok.
Mereka membawa semangat “Bicara Efektif, Bangun Kepercayaan, Gerakkan Warga.”
Peserta kemudian mempraktikkan berbagai situasi yang sering mereka hadapi sebagai Ketua RT.
Mereka berlatih membuka rapat dan mengajak warga bergotong royong. Mereka juga berlatih menyampaikan informasi dan menghadapi keluhan masyarakat.
Ummi menegaskan Ketua RT tidak harus menjadi pembicara profesional. Namun, mereka harus mampu mendengar persoalan warga.
Ketua RT juga perlu menjelaskan informasi menggunakan bahasa yang mudah dipahami.
“RT hebat bukan RT yang paling pintar berbicara, tetapi RT yang ketika berbicara, warga memahami. Mau mendengar, mampu menjelaskan, dan bisa mengajak warga bergerak bersama,” tegasnya.
Public Speaking Dukung Pelayanan Warga
Harapannya dengan pelatihan public speaking ini dapat meningkatkan kepercayaan diri para Ketua RT di Kelurahan Bukit Pinang.
Kemampuan komunikasi juga dapat membantu Ketua RT menjalankan pelayanan di tingkat lingkungan. Selain itu, komunikasi yang baik dapat memperkuat partisipasi masyarakat.
Program tersebut diharapkan mampu membangun hubungan yang semakin baik antara Ketua RT dan warga.
Semangat “Warga Kompak, Kampung Kuat!” pun menjadi pesan yang ingin dibangun melalui kegiatan tersebut.
(Redaksi)
