DIKSI.CO – Pengawasan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan persiapan kesehatan calon jemaah haji di Samarinda akan diperkuat melalui sistem pemantauan digital. Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda menyiapkan dua satuan tugas (satgas) strategis yang akan menggunakan dashboard terpadu untuk memantau pelaksanaan kedua program tersebut.
Wali Kota Samarinda Andi Harun mengatakan pembentukan kedua satgas kini memasuki tahap pematangan. Pemerintah ingin memastikan setiap unsur memiliki tugas dan tanggung jawab yang jelas sebelum menjalankan fungsi pengawasan.
Kedua satgas tersebut meliputi Satgas Penyelenggaraan dan Pengawasan Program MBG serta Satgas Penetapan Istithaah Kesehatan Jemaah Haji Tahun 1448 Hijriah atau 2027 Masehi.
“Pembentukan kedua satgas harus dipersiapkan secara matang. Kejelasan peran, tanggung jawab, dan keterlibatan setiap unsur menjadi perhatian utama agar pelaksanaan tugas berjalan efektif dan tidak tumpang tindih,” kata Andi Harun setelah memimpin rapat pemantapan di Balai Kota Samarinda, Kamis.
Ia menjelaskan rancangan surat keputusan (SK) wali kota untuk kedua satgas sedang memasuki tahap finalisasi substansi. Dokumen tersebut nantinya menjadi dasar hukum bagi masing-masing satgas dalam menjalankan tugas.
Diskominfo Siapkan Dashboard Pemantauan Terpadu
Untuk memperkuat pengawasan, Andi Harun menginstruksikan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Samarinda mengoordinasikan integrasi serta validasi data bersama perangkat daerah terkait.
Pemkot Samarinda ingin menghadirkan dashboard digital terpadu yang menyajikan informasi secara akurat dan real-time. Data tersebut akan menjadi dasar evaluasi sekaligus membantu pemerintah mengambil keputusan.
Sistem pemantauan ini juga diharapkan memperkuat koordinasi antarlembaga. Dengan demikian, pemerintah dapat mendeteksi persoalan lebih cepat dan menentukan langkah penanganan yang tepat.
Dashboard Haji Pantau 1.024 Calon Jemaah
Salah satu sistem yang disiapkan berkaitan dengan pemeriksaan kesehatan calon jemaah haji Samarinda.
Dashboard Satgas Penetapan Istithaah Kesehatan Jemaah Haji akan memuat data jemaah, hasil pemeriksaan medis, penetapan istithaah, pembinaan, pengendalian, hingga pemetaan risiko kesehatan.
Pemkot Samarinda mencatat kuota calon jemaah haji daerah tersebut mencapai 1.024 orang.
Selain itu, sistem akan memiliki fitur Early Warning System (EWS) atau peringatan dini. Fitur ini membantu petugas mengidentifikasi calon jemaah yang belum menjalani pemeriksaan kesehatan atau membutuhkan penanganan medis lanjutan.
Melalui sistem tersebut, pemerintah dapat memantau kesiapan kesehatan jemaah sebelum mereka melakukan pelunasan biaya perjalanan ibadah haji.
Pengawasan MBG Sasar 134 Ribu Siswa
Sementara itu, dashboard pengawasan MBG akan terhubung langsung dengan Command Center Pemkot Samarinda.
Sistem tersebut akan menampilkan perkembangan pelaksanaan program, termasuk capaian penerima manfaat yang ditargetkan mencapai 134.000 siswa di Samarinda.
Pemerintah juga akan memantau operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Setiap dapur sehat ditargetkan mampu memproduksi hingga 3.000 porsi makanan setiap hari.
Pengawasan tidak hanya mencakup jumlah produksi dan distribusi makanan. Pemkot juga akan memeriksa keamanan pangan, kesesuaian anggaran sebesar Rp15.000 per porsi, serta pengelolaan lingkungan.
Melalui pembentukan dua satgas dan pemanfaatan dashboard digital, Pemkot Samarinda ingin memperkuat transparansi serta akuntabilitas pelaksanaan program. Pemerintah juga berharap pengawasan berbasis data mampu mencegah persoalan sejak dini dan memastikan program berjalan sesuai sasaran.
(Redaksi)

