TNI AD Kerahkan 18.989 Personel Tangani Karhutla, Pencarian Black Box Mi-17 Berlanjut

Gunakan suara perangkat Anda
1,160 dibaca
Bagikan:

Ringkasan Cepat

  • DIKSI.CO - Upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan terus berjalan meski TNI Angkatan Darat (AD) kehilangan tiga prajurit dalam…
  • TNI AD kini mengerahkan 18.989 personel untuk membantu penanganan karhutla.
  • Di sisi lain, petugas gabungan masih mencari kotak hitam atau black box helikopter yang jatuh saat menjalankan operasi pemadaman tersebut.

DIKSI.CO – Upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan terus berjalan meski TNI Angkatan Darat (AD) kehilangan tiga prajurit dalam kecelakaan helikopter Mi-17 di perairan Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah.

TNI AD kini mengerahkan 18.989 personel untuk membantu penanganan karhutla. Di sisi lain, petugas gabungan masih mencari kotak hitam atau black box helikopter yang jatuh saat menjalankan operasi pemadaman tersebut.

Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Tandyo Budi Revita mengatakan, tim investigasi masih menunggu penemuan kotak hitam untuk mengetahui penyebab kecelakaan.

“(Penyebab helikopter jatuh) kita nunggu kotak hitam,” kata Tandyo di Taman Makam Pahlawan (TMP) Nasional Giri Tunggal, Semarang, Kamis (5/11/2026).

Ia berharap petugas segera menemukan dan mengangkat kotak hitam dari lokasi kecelakaan. Rekaman perangkat tersebut diharapkan dapat membantu mengungkap kendala yang terjadi sebelum helikopter jatuh.

“Saya minta doanya mudah-mudahan bisa segera diangkat dan kotak hitam yang ada di situ bisa memberikan jawaban apa kendala yang pada saat terjadi crash heli Mi-17 ini,” imbuhnya.

Satu Prajurit Masih Dalam Pencarian

Kecelakaan helikopter Mi-17 tersebut menewaskan tiga prajurit TNI AD. Mereka adalah Letkol CPN (Anm) Dudi Firmansyah, Kapten CPN (Anm) Nurhafiz Akbar, dan Sertu (Anm) Heri Prasetyo.

Tandyo mengungkapkan ketiga prajurit itu telah menjalankan tugas di Kalimantan selama hampir dua bulan sebelum kecelakaan terjadi.

“Almarhum tiga orang ini sudah hampir dua bulan di sana,” ujarnya.

Namun, proses pencarian belum menemukan Sertu Heri Prasetyo. Tandyo menduga prajurit tersebut masih berada di dalam badan helikopter yang tenggelam.

“Sersan Satu Heri yang saat ini mungkin masih di dalam pesawat,” jelasnya.

Petugas gabungan masih melanjutkan pencarian di sekitar lokasi jatuhnya helikopter. Selain mencari korban, tim juga berupaya menemukan kotak hitam untuk mendukung penyelidikan kecelakaan.

TNI AD Sudah Tebarkan 1,2 Juta Liter Air

Meski menghadapi musibah tersebut, TNI AD memastikan operasi penanganan karhutla di Kalimantan tetap berlangsung.

Tandyo menyebut TNI AD telah melaksanakan 636 sortie penerbangan untuk mendukung pemadaman kebakaran. Dari seluruh penerbangan itu, petugas sudah menebarkan sekitar 1,2 juta liter air ke sejumlah titik kebakaran.

“Kemarin itu terakhir adalah 636 sortie, kalau dihitung airnya itu kurang lebih 1,2 juta liter air yang sudah ditebarkan untuk membantu kebakaran di Kalimantan,” tutur Tandyo.

Selain dukungan udara, TNI AD juga mengerahkan ribuan personel untuk membantu penanganan karhutla di berbagai wilayah Kalimantan.

“(Penanganan karhutla) tetap berjalan. Sekarang kita ngerahkan kurang lebih, khusus angkatan darat, 18.989 personel di Kalimantan ini, jadi sangat besar kita, pemerintah menangani karhutla di sana sangat serius,” tambahnya.

Pengerahan personel dan dukungan udara tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah mengendalikan kebakaran hutan dan lahan. Sementara itu, pencarian korban serta kotak hitam helikopter Mi-17 masih menjadi prioritas petugas gabungan.

(Redaksi)

DIKSI.co

VNS

Tim Redaksi DIKSI.co

Menyajikan informasi terkini, akurat dan terpercaya untuk masyarakat.