Pemprov Kaltim Bidik Pendapatan MMP Rp1 Triliun, Dorong Ekspansi Bisnis Energi

Gunakan suara perangkat Anda
1,228 dibaca
Bagikan:

Ringkasan Cepat

  • DIKSI.CO - Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur mendorong PT Migas Mandiri Pratama (MMP) memperluas bisnis energi.
  • Pemprov menargetkan perusahaan daerah tersebut mampu meraih pendapatan hingga Rp1 triliun setiap tahun.
  • Wakil Gubernur Kaltim Seno Aji menilai MMP memiliki peluang besar mengembangkan usaha.

DIKSI.CO – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur mendorong PT Migas Mandiri Pratama (MMP) memperluas bisnis energi. Pemprov menargetkan perusahaan daerah tersebut mampu meraih pendapatan hingga Rp1 triliun setiap tahun.

Wakil Gubernur Kaltim Seno Aji menilai MMP memiliki peluang besar mengembangkan usaha. Perusahaan tidak boleh hanya mengandalkan pendapatan dari hak partisipasi atau Participating Interest (PI) sebesar 10 persen pada wilayah kerja migas di Kaltim.

Menurut Seno, MMP harus berani mengambil peluang bisnis baru. Perluasan usaha di sektor hulu dan hilir migas menjadi salah satu strategi untuk meningkatkan pendapatan perusahaan.

“Kalau Rp100 miliar itu biasa-biasa saja. Nah, yang luar biasa itu adalah yang lebih tinggi dari itu, itu baru luar biasa,” ujar Seno.

Dia optimistis MMP mampu mengejar target Rp1 triliun per tahun. Namun, perusahaan perlu memperkuat strategi dan mencari sumber pendapatan baru.

Seno Aji Dorong MMP Garap Bisnis Hilir Migas

Seno meminta MMP memperluas usaha ke sektor hilir energi. Beberapa peluang yang dapat digarap antara lain SPBG, agen LPG rumah tangga, hingga jaringan SPBU.

MMP juga dapat menjalin kerja sama dengan Pertamina untuk mengembangkan bisnis tersebut.

Menurut Seno, Kaltim memiliki potensi gas bumi yang cukup besar. Wilayah Penajam Paser Utara (PPU) dan Kabupaten Paser menjadi kawasan yang perlu mendapat perhatian.

Dia berharap MMP mampu mengoptimalkan potensi tersebut. Selain meningkatkan pendapatan, pengembangan bisnis gas juga dapat memperkuat ketahanan energi daerah.

“Saya yakin target pendapatan Rp1 triliun per tahun di Kaltim ini sangat bisa tercapai. Kami berharap PT MMP tidak hanya fokus pada bisnis Migas konvensional, tetapi juga menjadi pionir di lini bisnis strategis lainnya,” tegas Seno.

MMP Siapkan Transformasi dan Bisnis Niaga LNG

Direktur Utama PT MMP Muhammad Iqbal mengatakan perusahaan tengah memperkuat transformasi bisnis. Langkah ini bertujuan meningkatkan kinerja dan memperbesar kontribusi terhadap pembangunan Kaltim.

Iqbal menilai penyesuaian Transfer ke Daerah (TKD) turut memengaruhi ruang fiskal pemerintah daerah. Kondisi tersebut mendorong MMP mencari peluang pendapatan baru.

“Dalam situasi tersebut, bagi kami MMP harus mampu menjalankan terobosan-terobosan khusus meningkatkan kinerja usaha, menciptakan sumber pendapatan baru, serta terus berinovasi agar mampu memberikan kontribusi yang lebih besar bagi daerah,” jelas Iqbal.

Saat ini, MMP memprioritaskan pengembangan bisnis niaga Liquefied Natural Gas (LNG). Perusahaan berharap lini usaha tersebut mampu menghasilkan pendapatan baru sekaligus meningkatkan kontribusi terhadap PAD Kaltim.

“Dengan penguatan bisnis niaga LNG, maka diharapkan tercapai tujuan meningkatkan pendapatan perusahaan, meningkatkan kontribusi terhadap PAD, serta memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat Kaltim,” sebut Iqbal.

Pembangunan IKN Buka Peluang Bisnis Energi MMP

Iqbal melihat pertumbuhan kawasan industri sebagai peluang besar bagi perusahaan. Kebutuhan energi di Kaltim juga terus membuka ruang pengembangan bisnis baru.

Selain itu, pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) dapat mendorong permintaan energi di kawasan tersebut.

MMP ingin memanfaatkan peluang itu untuk memperluas usaha. Perusahaan juga mendorong pemanfaatan gas bumi lokal guna memperkuat kemandirian energi daerah.

Menurut Iqbal, pemanfaatan gas lokal dapat mengurangi ketergantungan terhadap energi impor. Langkah tersebut sekaligus membuka peluang ekonomi bagi Kaltim.

“Untuk itu, kami optimistis dan percaya bahwa PT MMP dapat menjadi bagian dari solusi kebutuhan energi masa depan,” demikian Muhammad Iqbal.

Target pendapatan Rp1 triliun kini menjadi tantangan bagi MMP. Perusahaan perlu memperluas portofolio usaha, mengoptimalkan potensi migas, dan mengembangkan bisnis energi baru untuk meningkatkan kontribusi terhadap daerah.

(Adv)

DIKSI.co

VNS

Tim Redaksi DIKSI.co

Menyajikan informasi terkini, akurat dan terpercaya untuk masyarakat.