Helmi Abdullah Dorong Mahasiswa Samarinda Perkuat Skill, Ijazah Saja Tak Cukup Hadapi Dunia Kerja

Gunakan suara perangkat Anda
1,055 dibaca
Bagikan:

Ringkasan Cepat

  • DIKSI.CO - Persaingan dunia kerja menuntut lulusan perguruan tinggi memiliki keterampilan khusus.
  • Tidak cukup hanya mengandalkan ijazah, mahasiswa juga perlu menguasai kemampuan teknis agar mampu bersaing dan menciptakan peluang usaha.
  • Ketua DPRD Samarinda, Helmi Abdullah, mengingatkan generasi muda agar mulai meningkatkan kompetensi sejak masih kuliah.

DIKSI.CO – Persaingan dunia kerja menuntut lulusan perguruan tinggi memiliki keterampilan khusus. Tidak cukup hanya mengandalkan ijazah, mahasiswa juga perlu menguasai kemampuan teknis agar mampu bersaing dan menciptakan peluang usaha.

Ketua DPRD Samarinda, Helmi Abdullah, mengingatkan generasi muda agar mulai meningkatkan kompetensi sejak masih kuliah. Menurutnya, kebutuhan dunia kerja terus berubah. Karena itu, mahasiswa harus menyiapkan keahlian yang sesuai dengan kebutuhan industri.

Helmi menyampaikan hal tersebut saat menghadiri talkshow kepemudaan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) FKIP Unmul. Kegiatan bertajuk “Beda Suara, Satu Tujuan: Merajut Kolaborasi Golongan Tua dan Golongan Muda Tanpa Sekat” itu berlangsung di Aula Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Samarinda, Jumat (30/10/2026).

“Dunia kerja saat ini sudah berbeda, mengantongi ijazah saja tidak cukup. Generasi muda harus memiliki skill sebagai modal utama setelah lulus kuliah, sehingga lebih mudah dalam mencari lapangan pekerjaan maupun menciptakan kreasi usaha mandiri,” tegas Helmi.

Helmi Dorong Organisasi Pemuda Gandeng BUMN

Untuk meningkatkan kompetensi mahasiswa, Helmi mendorong organisasi kepemudaan menjalin kerja sama dengan berbagai pihak.

Organisasi pemuda dapat menggandeng instansi pemerintah, perbankan hingga Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Kerja sama tersebut bisa menghadirkan pelatihan peningkatan keterampilan atau upskilling.

Melalui program itu, mahasiswa dapat mengembangkan kemampuan teknis sesuai kebutuhan dunia kerja. Mereka juga bisa mempersiapkan diri untuk membangun usaha mandiri setelah menyelesaikan pendidikan.

Helmi menilai langkah tersebut penting agar generasi muda tidak hanya bergantung pada lowongan pekerjaan. Sebaliknya, mereka juga harus mampu menciptakan peluang ekonomi melalui keterampilan yang dimiliki.

DPRD Samarinda Terbuka Terima Aspirasi Mahasiswa

Selain menyoroti kesiapan kerja, Helmi mengapresiasi inisiatif HMI FKIP Unmul yang menghadirkan ruang dialog antara mahasiswa dan lembaga legislatif.

Menurutnya, mahasiswa memiliki peran penting dalam menyampaikan gagasan pembangunan. Karena itu, DPRD Samarinda membuka ruang komunikasi bagi seluruh elemen pemuda.

Mahasiswa dapat menyampaikan aspirasi melalui audiensi di Gedung DPRD, forum diskusi publik maupun pertemuan informal di lingkungan komunitas.

Helmi juga mengajak mahasiswa menyeimbangkan aksi penyampaian aspirasi dengan diskusi konstruktif. Dengan begitu, kritik dapat berkembang menjadi gagasan dan solusi bagi pembangunan daerah.

“Aspirasi yang selama ini disampaikan di jalanan hendaknya diimbangi dengan diskusi-diskusi yang membangun. DPRD Kota Samarinda sudah memiliki Peraturan Daerah (Perda) tentang Kepemudaan beserta Rencana Aksi Daerah. Ini menjadi wadah kolaborasi kegiatan sehari-hari yang dapat dimanfaatkan kawan-kawan mahasiswa,” ujar Helmi.

Ia menjelaskan, Perda Kepemudaan dan Rencana Aksi Daerah dapat menjadi landasan bagi mahasiswa untuk terlibat dalam program pembangunan.

Melalui ruang partisipasi tersebut, generasi muda tidak hanya menyampaikan kritik. Mereka juga dapat menawarkan gagasan dan membantu pemerintah mencari solusi atas persoalan daerah.

Helmi berharap mahasiswa dan pemerintah terus membangun komunikasi tanpa sekat. Kolaborasi lintas generasi juga perlu diperkuat agar pemuda dapat memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan Kota Samarinda.

)Adv)

DIKSI.co

VNS

Tim Redaksi DIKSI.co

Menyajikan informasi terkini, akurat dan terpercaya untuk masyarakat.