Upaya tersebut masuk dalam Program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING) Non Nutrisi yang digelar Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kota Samarinda bersama DPD IPPRISIA Provinsi Kalimantan Timur.
Program tersebut berlangsung melalui Pelatihan Keterampilan Budidaya Tanaman Pekarangan di Aula Kecamatan Samarinda Seberang, Kamis (5/11/2026). Sebanyak 42 peserta mengikuti kegiatan bertema “Peningkatan Ekonomi Keluarga Berisiko Stunting (KRS)” tersebut.
Wakil Wali Kota Samarinda, H. Saefuddin Zuhri, S.E., M.M., membuka kegiatan sekaligus mengajak masyarakat memanfaatkan lingkungan rumah secara produktif.
Menurut Saefuddin, pencegahan stunting membutuhkan pendekatan yang lebih luas. Pemerintah dan masyarakat tidak cukup hanya memperhatikan asupan gizi anak. Mereka juga perlu memperbaiki sanitasi, menjaga kesehatan lingkungan, dan meningkatkan kemampuan ekonomi keluarga.
Ia menilai pekarangan rumah memiliki potensi besar untuk mendukung kebutuhan pangan sehari-hari. Masyarakat bisa menanam cabai, tomat, dan berbagai jenis sayuran meski memiliki lahan terbatas.
Selain menghemat pengeluaran, hasil panen juga dapat membantu keluarga menyediakan makanan bergizi bagi anak. Bahkan, masyarakat berpeluang memperoleh tambahan penghasilan jika mengembangkan budidaya tersebut secara konsisten.
“Rumah yang ideal bukanlah rumah yang paling megah dindingnya, melainkan rumah yang paling subur kepedulian pangannya,” ungkap Saefuddin.
Ia berharap masyarakat menjadikan pekarangan sebagai sumber pangan produktif.
“Kita ingin mengubah pekarangan rumah yang selama ini mungkin hanya sekadar kosong, menjadi lumbung hidup keluarga yang mandiri,” pesannya.
Saefuddin juga mendorong peserta menerapkan pengetahuan dari pelatihan dalam kehidupan sehari-hari. Ia meminta mereka menularkan keterampilan tersebut kepada warga lain agar manfaat program semakin luas.
GENTING Non Nutrisi Sasar Perbaikan Sanitasi Keluarga
Selain mengembangkan ketahanan pangan, Program GENTING Non Nutrisi juga menyasar persoalan sanitasi melalui pembangunan jamban sehat.
DPD IPPRISIA Kalimantan Timur mengucurkan bantuan Rp37.755.000 untuk pembangunan jamban sehat bagi tiga keluarga. Klinik Risa Medika turut memberikan kontribusi sebesar Rp8.000.000 guna mendukung peningkatan kesehatan keluarga.
Ketiga keluarga penerima bantuan tersebut berada di Kelurahan Tenun, Kelurahan Sempaja Utara, dan Kelurahan Pasar Pagi.
Wakil Wali Kota Samarinda bersama perwakilan DPD IPPRISIA Kalimantan Timur dan Klinik Risa Medika menyerahkan bantuan secara simbolis kepada penerima manfaat.
Pada kegiatan yang sama, DPD IPPRISIA Kalimantan Timur dan DPPKB Kota Samarinda menandatangani nota kesepahaman (MoU). Kerja sama ini bertujuan memperkuat kolaborasi dalam pemberdayaan keluarga dan percepatan penurunan stunting.
Kepala DPPKB Kota Samarinda, Deasy Evriyani, menjelaskan bahwa program ini memiliki dua fokus intervensi. Keduanya meliputi pembangunan jamban sehat dan pemberdayaan ekonomi keluarga melalui pelatihan budidaya tanaman pekarangan.
Pelatihan Berlangsung dengan 80 Persen Praktik
Deasy menyebut pelatihan budidaya tanaman pekarangan melibatkan 42 peserta. Rinciannya terdiri atas 30 keluarga berisiko stunting dan 12 orang dari unsur pendamping serta kelembagaan.
Panitia menerapkan metode pembelajaran dengan komposisi 20 persen materi dan 80 persen praktik langsung. Peserta mempelajari teknik menanam cabai, tomat, dan kangkung.
DPD IPPRISIA Kalimantan Timur bersama Pusat Pelatihan Pertanian dan Perdesaan Swadaya (P4S) turut mendukung kegiatan melalui penyediaan instruktur dan materi pembelajaran.
DPPKB Samarinda juga menyiapkan pendampingan selama enam bulan. PKB/PLKB, TP PKK, UPPKA, dan perangkat terkait akan terlibat dalam proses pembinaan tersebut.
Pendampingan ini bertujuan memastikan peserta mampu menerapkan keterampilan secara berkelanjutan. Dengan begitu, kegiatan budidaya tidak berhenti setelah pelatihan selesai.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Perwakilan Kemendukbangga Provinsi Kalimantan Timur Dr. Sunarto, S.K.M., M.Adm.KP., Ketua DPD IPPRISIA Kalimantan Timur Marliana Wahyuningrum, S.E., M.M., Camat Samarinda Seberang Aditya Koesprayogi, S.STP., M.A.P., serta Camat Sungai Kunjang Dwi Siti Noorbayah, S.Sos., M.Si.
Sejumlah lurah juga hadir, yakni dari Kelurahan Baqa, Tenun, Loa Buah, dan Teluk Lerong Ulu.
Saefuddin berharap kolaborasi pemerintah, organisasi masyarakat, dan sektor swasta terus berkembang. Menurutnya, keterlibatan berbagai pihak dapat mempercepat peningkatan kesejahteraan keluarga.
“Pemerintah Kota Samarinda akan selalu berdiri membersamai langkah-langkah pemberdayaan seperti ini demi mewujudkan Samarinda sebagai kota yang maju, sejahtera, dan bebas dari stunting,” tutupnya.
Melalui GENTING Non Nutrisi, Pemkot Samarinda berupaya membangun ketahanan keluarga dari berbagai aspek. Perbaikan sanitasi, pemenuhan pangan, dan peningkatan ekonomi menjadi bagian dari langkah bersama untuk menciptakan generasi yang lebih sehat.
(Redaksi)

