"Lihat saja sendiri, kapal sudah tidak melakukan angkutan penumpang," ucap Dwi.
Kebijakan Pemkot Samarinda saat ini membuat sejumlah besar pengelol kapal muatan tak lagi mengoperasikan kerja harian mereka seperti biasa. Bahkan, jika semuanya nanti bakal benar-benar berhenti beroperasi, maka tak akan ada lagi kapal cadangan yang akan melakukan pasokan selanjutnya bagi masyarakat Kota Tepian.
"Kapal lain tidak ada yang mau masuk sini, karena ada beberapa kendala seperti arus alur sungai serta ketinggian kapal yang terhalang dengan jembatan," jelasnya.
Oleh karena itu, lanjut Dwi, pihaknya meminta Pemkot Samarinda agar memperhitungkan dulu sebelum mengambil keputusan seperti ini.
"Kita ini kan wilayah sungai, bukan laut lepas," pungkasnya. (tim redaksi Diksi)