Trending

Elon Musk Gratiskan Layanan Starlink untuk Korban Banjir Parah di Indonesia

DIKSI.CO – Pemilik SpaceX dan penyedia layanan internet satelit global Starlink, Elon Musk, mengumumkan kebijakan darurat untuk menggratiskan layanan internet Starlink bagi pelanggan yang terdampak banjir besar di Indonesia.

Pengumuman tersebut disampaikan langsung melalui platform media sosial X pada Minggu (30/11/2025), sebagai respons atas rangkaian bencana banjir dan tanah longsor yang melanda sejumlah wilayah di Sumatra Utara, Aceh, hingga Sumatra Barat dalam beberapa hari terakhir.

Bencana alam yang dipicu oleh curah hujan ekstrem itu telah menyebabkan lumpuhnya infrastruktur vital, termasuk akses internet dan jaringan telekomunikasi.

Banyak wilayah terdampak dilaporkan mengalami pemadaman komunikasi selama berjam-jam hingga berhari-hari, yang pada akhirnya menghambat proses evakuasi, penyaluran bantuan, serta koordinasi antarinstansi pemerintah.

Kebijakan Standar SpaceX untuk Korban Bencana

Dalam unggahan di akun X resminya, @ElonMusk, pria yang dijuluki orang terkaya di dunia tersebut menegaskan bahwa keputusan menggratiskan layanan Starlink bukanlah langkah insidental, melainkan bagian dari kebijakan baku perusahaan.

“Kebijakan standar SpaceX adalah menggratiskan Starlink setiap kali terjadi bencana alam di suatu tempat di dunia. Tidaklah benar mengambil untung dari musibah,” tulis Elon Musk.

Ia menjelaskan bahwa SpaceX, perusahaan yang menaungi layanan Starlink, telah menjalankan kebijakan serupa di berbagai negara terdampak bencana sejak awal operasionalnya.

Menurut Musk, internet merupakan kebutuhan penting saat situasi krisis, sehingga aksesnya harus tetap tersedia bagi masyarakat yang membutuhkan, terutama untuk komunikasi darurat, koordinasi layanan kemanusiaan, dan akses informasi penting.

Gratis untuk Pelanggan Baru dan Lama hingga Akhir Desember

Melalui laman resmi Starlink, perusahaan itu menyampaikan bahwa layanan gratis diberikan bagi seluruh pelanggan aktif maupun baru yang berada di wilayah yang dikategorikan sebagai zona bencana banjir parah.

Program ini berlaku hingga akhir Desember 2025 dan otomatis diterapkan oleh sistem Starlink tanpa memerlukan pendaftaran ulang dari para pengguna aktif.

“Bagi pelanggan aktif yang sudah ada, tidak perlu tindakan apa pun. Kami secara proaktif akan memberikan kredit layanan gratis ke akun Anda,” tulis pengumuman di halaman Starlink. Kredit layanan tersebut akan langsung muncul dalam tab penagihan (billing) di akun pelanggan.

Sementara itu, bagi pelanggan yang statusnya ditangguhkan atau sedang tidak aktif, Starlink juga memberikan kredit layanan secara otomatis.

Hal ini memungkinkan pelanggan untuk mengaktifkan kembali layanan mereka tanpa biaya tambahan selama periode kebijakan darurat tersebut.

Dalam pernyataan yang sama, Starlink turut menegaskan bahwa pelanggan baru yang berada di wilayah terdampak banjir juga dapat memanfaatkan layanan gratis ini.

Setelah membeli dan mengaktifkan perangkat Starlink, pengguna cukup membuat tiket dukungan (support ticket) dan mencantumkan keterangan “Dukungan Banjir Indonesia” agar kredit layanan dapat segera diproses.

Bekerja Sama dengan Pemerintah Indonesia

Starlink menyatakan sedang berkoordinasi dengan Pemerintah Indonesia untuk mempercepat relokasi terminal-terminal Starlink ke daerah yang paling terisolasi akibat kerusakan infrastruktur.

Terminal-terminal tambahan tersebut akan digunakan untuk mendukung pusat komando darurat, posko pengungsian, fasilitas kesehatan, serta titik-titik vital lainnya.

Kerja sama ini menjadi langkah lanjutan dari kemitraan antara Starlink dan pemerintah yang sebelumnya telah dimulai sejak perusahaan tersebut resmi beroperasi di Indonesia pada 2024.

Dalam situasi darurat saat ini, kehadiran layanan internet satelit berkecepatan tinggi diharapkan dapat membantu membuka akses komunikasi di daerah yang sulit dijangkau jaringan seluler terestrial.

Pemerintah daerah di Sumatra Utara, Aceh, dan Sumatra Barat menyambut baik langkah cepat tersebut.

Beberapa kepala daerah menyatakan bahwa internet darurat dari Starlink akan sangat membantu proses pelaporan kondisi di lapangan, pemetaan wilayah terdampak, serta memperlancar koordinasi distribusi logistik seperti makanan, obat-obatan, dan perlengkapan pengungsian.

Internet sebagai Aset Vital Saat Bencana

Banjir dan longsor besar yang terjadi pekan ini telah menyebabkan ribuan warga mengungsi, puluhan rumah rusak berat, serta berbagai infrastruktur publik terputus.

Kondisi ini membuat kebutuhan akan internet stabil menjadi semakin penting, terutama bagi tim penyelamat dan relawan yang membutuhkan komunikasi cepat untuk memindahkan korban dan mengatur rute evakuasi.

Layanan berbasis satelit seperti Starlink dinilai lebih mampu bertahan pada situasi bencana dibandingkan jaringan terestrial yang bergantung pada menara BTS dan kabel fiber optik.

Karena itulah, dalam banyak kejadian bencana alam di dunia, jaringan satelit sering menjadi tulang punggung komunikasi di saat seluruh jaringan lain terhenti.

Pengumuman ini menegaskan posisi Starlink sebagai salah satu penyedia layanan internet global yang aktif dalam respons kemanusiaan.

Dalam beberapa tahun terakhir, perusahaan itu telah memberikan layanan serupa di berbagai negara terdampak gempa bumi, badai, tsunami, hingga konflik kemanusiaan.

Dengan kebijakan terbaru ini, masyarakat korban banjir di Indonesia diharapkan tetap bisa terhubung dengan keluarga, layanan darurat, dan sumber informasi penting, sambil menunggu pemulihan infrastruktur telekomunikasi di wilayah masing-masing. (*)

Back to top button