DPRD Kaltim Gelar RDP Bahas Perbaikan Fender Jembatan Mahakam

DIKSI.CO – Komisi II DPRD Kaltim menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) di Gedung E lantai 1 Kantor DPRD Kaltim pada Rabu (26/11/2025).

Dalam rapat ini, legislatif Kaltim memanggil beberapa pihak terkait membahas progres perbaikan fender Jembatan Mahakam yang mengalami kerusakan akibat tertabrak kapan tongkang.

Kondisi Jembatan Mahakam I sendiri, kini tanpa fender atau pelindung setelah dua insiden ditabrak tongkang pada bulan Februari-April 2025.

Hal ini sebagaimana disampaikan Ketua Komisi II DPRD Kaltim, Sabaruddin Panrecalle.

DPRD Kaltim yang menagih janji perbaikan dari para pemilik kapal juga mendapat jawaban dari RDP yang digelar.

Sembari memastikan semua bakal kembali sebelum tahun 2025 berakhir, mereka ingin mengetahui sejauh mana komitmen janji perbaikan berprogres. 

“RDP tadi pihak BBPJN menyebut pier di pilar keempat (yang ditabrak) sudah diperbaiki. Tanggung jawab PT ESL (Energi Samudera Logistik) telah selesai,” ujarnya.

PT ESL sendiri merupakan pemilik kapal ponton bermuatan batu bara yang mengalami putus tali sehingga terjadi insiden tabrakan di pilar 4 Jembatan Mahakam I pada 26 April 2025. 

Pier penyangga kala itu, sempat penyok terbentur kapal yang hanyut. 

Dua bulan sebelum insiden tersebut, indisen serupa terjadi tepatnya pada 16 Februari 2025.

Kapal tongkang bermuatan kayu milik PT Pelayaran Mitra Tujuh Samudera menabrak Jembatan Mahakam I.

Tetapi sebelum itu, terlebih dulu mengenai fender pilar yang berujung hancurnya pelindung jembatan ini.

Saat itu, pemerintah memberi dua opsi, setor biaya pengganti dan akan dibangun ulang fender, atau dikerjakan sendiri. 

Dari rapat terakhir bersama DPRD, perusahaan memilih mengerjakan sendiri. 

“Sekarang sudah ada rekanan yang siap mengerjakan fender itu,” sebut Sabaruddin.

Proyek Pembangunan Fender

Politikus Gerindra ini, dalam RDP juga mengatakan bahwa terungkap pembangunan ulang fender bakal ditangani PT Naviri Multi Konstruksi dengan nilai Rp27,2 miliar, dengan konsultan pengawas PT Awefendi Geostruk Indonesia.

Pembangunan dikerjakan sejak 22 Oktober 2025 dengan masa kerja 180 hari, dan kini progresnya baru 6,23 persen. 

“BBPJN mendampingi pengawasan agar fender yang dikerjakan benar-benar sesuai spesifikasi,” tegasnya. 

Informasi ini sendiri baru diketahui DPRD Kaltim dalam RDP lantaran komunikasi dengan pihaknya dan BBPJN sempat terputus.

Karena, ada pergantian kepengurusan kepala unit pelaksana teknis Kementerian Pekerjaan Umum di Kaltim.

Untuk itu, Sabaruddin memberikan satu catatan penting dan dikawal Komisi II, agar menjembatani komunikasi lebih lanjut untuk melihat kendala yang menghambat pekerjaan fender. 

Dalam RDP rekanan mengaku pasang-surut air sungai, tingginya aktivitas lalu lintas kapal di bawah jembatan menjadi kendala utama dalam pengerjaan ulang fender atau pelindung. 

“Untuk kendala, nanti akam kami komunikasikan dengan KSOP dan Pelindo, intinya mesti melaporkan progresnya kepada kami juga,” tandasnya.

Disorot Ketua DPRD Kaltim

Sebelumnya, keterlambatan perbaikan fender Jembatan Mahakam disorot Ketua DPRD Kaltim, Hasanuddin Mas’ud.

Ia menegaskan tidak bisa menganngkap remeh persoalan ini karena menyangkut keselamatan jembatan sekaligus keamanan masyarakat yang bergantung pada jalur vital tersebut.

Menurut Hasanuddin, fender berfungsi sebagai pelindung utama tiang jembatan dari benturan kapal yang melintas di bawahnya. Tanpa fender yang kokoh, tiang jembatan berisiko langsung menerima hantaman kapal.

Politisi dari Partai Golka ini menjelaskan bahwa berdasarkan laporan Komisi II, perbaikan semestinya selesai pada September atau paling lambat November 2025.

Namun hingga kini belum ada kejelasan mengenai progres pekerjaan.

“Kita belum mengetahui apakah pekerjaan tersebut sudah selesai atau belum. Jika belum, seberapa besar progresnya?” ujarnya.

Ia mengatakan jika jembatan Mahakam tanpa fender yang memadai, risiko kerusakan besar sangat mungkin terjadi.

“Jika tiang utama sampai tertabrak, dampaknya bisa sangat fatal. Hal itu bisa mengarah pada bencana nasional,” pungkasnya.

(ADV)

Back to top button