BPBD Samarinda Normalisasi Drainase di Bukit Pinang, Antisipasi Genangan di Sekitar SMPN 24

DIKSI.CO – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Samarinda melakukan normalisasi drainase di Kelurahan Bukit Pinang, Kecamatan Samarinda Ulu, Selasa (17/2/2026). Kegiatan ini difokuskan di Jalan Pangeran Suryanata Gang Julak Gafur, tepatnya di sekitar SMPN 24 Samarinda, guna mencegah potensi genangan saat curah hujan tinggi.
Normalisasi dimulai sekitar pukul 09.00 Wita dengan mendatangkan alat berat ke lokasi. Sejumlah personel BPBD dikerahkan untuk melakukan pengerukan sedimentasi dan membersihkan material yang menyumbat saluran air.
Kepala BPBD Kota Samarinda, Suwarso, mengatakan langkah tersebut merupakan bagian dari upaya preventif pemerintah daerah dalam menekan risiko banjir perkotaan, khususnya di kawasan permukiman padat penduduk.
“Normalisasi ini bagian dari upaya pencegahan agar aliran air tetap lancar dan risiko genangan bisa ditekan,” kata Suwarso di lokasi kegiatan.
Menurutnya, salah satu penyebab utama terjadinya genangan di kawasan tersebut adalah penyempitan drainase akibat sedimentasi tanah dan tumpukan sampah rumah tangga. Jika tidak dibersihkan secara berkala, saluran air kehilangan kapasitas tampungnya sehingga mudah meluap saat hujan deras.
BPBD menurunkan satu unit truk towing untuk mobilisasi alat, satu unit excavator sebagai alat utama pengerukan, serta satu unit motor trail untuk mendukung mobilitas anggota di lapangan. Selain itu, dua operator Pusat Pengendalian dan Operasi (Pusdalops) diterjunkan untuk melakukan pemantauan dan pelaporan kegiatan.
Proses pengerukan dilakukan dengan mengangkat lumpur dan material yang mengendap di dasar saluran. Material tersebut kemudian dipindahkan ke lokasi yang telah disiapkan agar tidak kembali masuk ke dalam drainase.
Suwarso menjelaskan, kawasan sekitar SMPN 24 dan perumahan di sekitarnya termasuk wilayah yang memiliki riwayat genangan ketika hujan dengan intensitas tinggi mengguyur Samarinda. Karena itu, lokasi tersebut masuk dalam prioritas penanganan.
“Kami memetakan titik-titik rawan berdasarkan laporan warga dan data historis. Wilayah ini menjadi salah satu yang perlu segera dinormalisasi,” ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut, BPBD juga melibatkan RT setempat serta warga perumahan sekitar. Partisipasi masyarakat dinilai membantu mempercepat proses pembersihan sekaligus memperkuat rasa kepedulian terhadap lingkungan.
Suwarso yang juga menjabat sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Samarinda menekankan bahwa persoalan drainase tidak semata-mata soal infrastruktur. Menurutnya, kesadaran warga untuk tidak membuang sampah sembarangan memiliki peran penting dalam menjaga kelancaran aliran air.
“Peran masyarakat sangat menentukan. Infrastruktur sudah kita perbaiki, tetapi kalau saluran kembali dipenuhi sampah, maka genangan akan terulang,” tegasnya.
Ia mengimbau warga agar rutin membersihkan lingkungan sekitar, terutama saluran air di depan rumah masing-masing. Langkah sederhana tersebut, kata dia, dapat membantu mencegah terjadinya penyumbatan yang berdampak luas.
Arus air di saluran yang sebelumnya tersendat kini kembali mengalir lancar setelah dilakukan pengerukan. BPBD berharap langkah ini mampu meningkatkan kapasitas drainase dalam menampung debit air saat hujan turun.
Ke depan, kegiatan normalisasi akan dilakukan secara bertahap di sejumlah titik lain di Samarinda yang memiliki potensi serupa. Pemerintah Kota Samarinda berkomitmen memperkuat upaya pencegahan melalui kombinasi perbaikan teknis dan edukasi masyarakat.
“Upaya preventif ini diharapkan mampu menekan risiko banjir perkotaan sekaligus menjaga lingkungan permukiman tetap aman dan nyaman,” tutup Suwarso.
(Redaksi)
