SPPG Polri Resmi Beroperasi, Samarinda Tegaskan Komitmen Awasi Program Gizi Nasional

DIKSI.CO – Program nasional pemenuhan gizi memasuki babak baru. Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, meresmikan seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di bawah naungan Kepolisian Negara Republik Indonesia secara daring, Jumat (13/02/2026). Di Kota Samarinda, peresmian dipusatkan di SPPG Samarinda Ulu, Yayasan Kemala Bhayangkari, Jalan Bhayangkara.
Peresmian ini menjadi penegasan komitmen pemerintah dalam memperkuat distribusi program Makan Bergizi Gratis (MBG) secara nasional, termasuk memastikan kualitas dan keamanan pangan tetap terjaga.
Produksi 4,5 Miliar Porsi, Presiden Tekankan Pengawasan Ketat
Dalam sambutannya, Presiden Prabowo menyampaikan bahwa program pemenuhan gizi secara nasional telah memproduksi sekitar 4,5 miliar porsi makanan. Dari total tersebut, sekitar 28 ribu penerima manfaat mengalami gangguan kesehatan ringan atau setara 0,006 persen.
Artinya, sebanyak 99,99 persen pelaksanaan program dinilai berjalan optimal.
Presiden menegaskan, capaian tersebut harus terus dijaga melalui pengawasan ketat dan manajemen profesional. Ia menekankan keberhasilan program tidak hanya diukur dari jumlah distribusi, tetapi juga kualitas serta keamanan pangan yang diterima masyarakat.
Kapolresta Samarinda: SPPG Wujud Komitmen Polri
Kapolresta Samarinda, Kombespol Hendri Umar, menegaskan kesiapan institusinya mendukung kebijakan strategis nasional tersebut. Ia menyebut peresmian SPPG di bawah Polri sebagai bentuk komitmen konkret dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat.
“Kami siap mendukung penuh program pemenuhan gizi masyarakat sebagai bagian dari upaya menciptakan generasi yang sehat dan berkualitas. SPPG ini diharapkan mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Samarinda,” ujarnya.
Menurutnya, Polri tidak hanya berperan sebagai fasilitator, tetapi juga memastikan seluruh sistem berjalan tertib, aman, dan sesuai standar yang telah ditetapkan.
Andi Harun: Pengawasan MBG Tidak Boleh Lengah
Wali Kota Samarinda, Andi Harun, menekankan pentingnya pengawasan menyeluruh terhadap pelaksanaan MBG di daerah. Ia menyampaikan hal itu merespons adanya insiden gangguan kesehatan di wilayah lain.
“Memang ini urusan yang sangat besar. Karena itu pengawasannya tidak boleh lengah,” tegasnya.
Ia menjelaskan program berskala besar seperti MBG memiliki kompleksitas tinggi. Satu dapur dapat melayani seribu hingga tiga ribu penerima manfaat dalam satu waktu. Karena itu, koordinasi lintas sektor menjadi kunci utama.
“Kita tidak bisa bekerja sendiri. Ini mandatori Presiden, maka harus dijaga bersama. TNI, Polri, pemerintah daerah, semua terlibat,” ujarnya.
Pemerintah Kota Samarinda telah menugaskan Dinas Kesehatan untuk mengawasi kualitas bahan baku, higienitas dapur, serta sistem distribusi makanan. Mitra penyedia bahan pangan dan pengelola dapur juga diminta menjaga standar mutu secara ketat.
“Bahan baku harus bagus, peralatan harus layak, dapur harus higienis. Masyarakat juga perlu ikut mengawasi agar tercipta sinergi yang sesungguhnya,” tambahnya.
Sinergi Pusat dan Daerah Perkuat MBG di Samarinda
Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Samarinda Asli Nuryadin, Kepala Dinas Kesehatan Kota Samarinda dr. H. Ismed Kusasih, para pejabat utama Polresta Samarinda, serta pengurus Yayasan Kemala Bhayangkari.
Peresmian SPPG Polresta Samarinda berlangsung aman dan tertib. Pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta TNI-Polri memperkuat sinergi guna memastikan pelaksanaan MBG berjalan profesional, terkontrol, dan memberi manfaat luas bagi masyarakat.
Dengan pengawasan ketat dan kolaborasi lintas sektor, Samarinda menyatakan siap memperkuat pengawasan MBG agar program nasional ini berjalan aman, berkualitas, dan berkelanjutan.
(Redaksi)
