Kebakaran di Tenggarong Hanguskan Satu Unit Rumah, Satu Terdampak dan Dua Unit Sepeda Motor Ikut Terbakar

DIKSI.CO – Kebakaran rumah warga kembali terjadi di Jalan Gunung Belah, RT 64, Kecamatan Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Provinsi Kalimantan Timur, Minggu dini hari (8/6/2026). Peristiwa tersebut mengakibatkan satu bangunan rumah terbakar habis dan satu bangunan lainnya terdampak. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, namun satu orang mengalami luka bakar ringan.

Kebakaran di Tenggarong Terjadi Dini Hari

Informasi tersebut dibenarkan Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kutai Kartanegara (Disdamkar Matan Kukar), Fida Hurasani, melalui Kepala Seksi Pemadaman, Muchsin. Ia menjelaskan bahwa peristiwa kebakaran terjadi sekitar pukul 03.10 Wita, sementara laporan dari masyarakat diterima dua menit kemudian.

“Perlu kami laporkan, pada Minggu dini hari sekitar pukul 03.10 Wita telah terjadi kebakaran di Jalan Gunung Belah RT 64. Laporan masuk ke kami pada pukul 03.12 Wita,” ujar Muchsin saat redaksi konfirmasi melalui sambungan telepon WhatsApp.

Tujuh Armada Terjun ke Lokasi

Setelah menerima laporan tersebut, petugas Disdamkar Matan Kukar langsung bergerak cepat menuju lokasi kejadian. Dari Posko Markas Komando (Mako) Disdamkar Matan Kukar terjunkan lima unit armada pemadam, sementara dua unit lainnya diberangkatkan dari Posko Patimura.

“Setelah laporan masuk, pihak Mako dan Posko Patimura langsung meluncur ke lokasi. Total ada tujuh unit armada yang dikerahkan, lima unit dari Mako dan dua unit dari Posko Patimura,” jelas Muchsin.

Api Berhasil Padam dalam Waktu Singkat

Ia menyebutkan, berkat respons cepat petugas dan kerja sama di lapangan, api berhasil padam dalam waktu relatif singkat. Sekitar pukul 03.26 Wita, kobaran api berhasil petugas kuasai sehingga tidak meluas ke bangunan lain di sekitarnya.

“Alhamdulillah, sekitar pukul 03.20 sampai 03.26 Wita api sudah dapat kami kuasai,” katanya.

Satu Rumah Terbakar Habis

Muchsin menjelaskan, rumah yang terbakar diketahui milik Abdul Hamid. Dalam satu lokasi tersebut terdapat tiga bangunan rumah yang tersusun dari bagian depan, tengah, dan belakang. Bangunan yang terbakar habis merupakan rumah bagian belakang, sedangkan rumah bagian depan mengalami dampak dari kebakaran.

“Untuk rumah yang terbakar ada satu unit, dan satu unit rumah lainnya terdampak. Semua rumah itu milik Pak Abdul Hamid, tetapi yang menempati adalah anak-anak beliau,” ungkapnya.

Dua Kepala Keluarga Terdampak

Akibat kejadian tersebut, terdapat dua kepala keluarga (KK) yang terdampak langsung. Satu kepala keluarga menempati rumah bagian belakang yang terbakar, sementara satu kepala keluarga lainnya berada di rumah bagian depan yang terdampak.

“Total ada dua kepala keluarga yang terdampak. Yang belakang satu KK, dan yang di depan juga satu KK,” ujar Muchsin.

Tidak Ada Korban Jiwa

Dalam peristiwa ini, tidak ada korban jiwa. Namun, salah satu penghuni rumah, yakni anak dari pemilik rumah, mengalami luka ringan saat berusaha menyelamatkan diri dari kobaran api.

“Korban jiwa tidak ada. Namun anak Pak Abdul Hamid yang menempati rumah tersebut mengalami luka bakar ringan,” katanya.

Korban Alami Luka Ringan

Muchsin menjelaskan, luka yang korban alami tidak tergolong serius. Korban mengalami lecet ringan di bagian telapak kaki saat berusaha keluar dari rumah yang terbakar.

“Lukanya tidak terlalu parah, hanya lecet sedikit di telapak kaki. Kemungkinan terkena paku atau benda tajam saat berlari ke depan, karena di samping rumah itu hanya jembatan,” jelasnya.

Meski luka yang korban alami tergolong ringan, korban masih dapat berjalan, petugas tetap melakukan evakuasi dan membawa korban ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut sebagai langkah antisipasi.

“Kita tetap larikan ke rumah sakit untuk memastikan kondisinya aman. Insyaallah lukanya tidak signifikan,” tambahnya.

Kebakaran di Tenggarong: Dugaan Sementara Korsleting Listrik

Terkait penyebab kebakaran, Muchsin menyampaikan bahwa dugaan sementara kebakaran di Tenggarong berasal dari korsleting listrik. Namun, pihaknya masih menunggu hasil pendalaman lebih lanjut dari aparat kepolisian untuk memastikan penyebab pasti kebakaran tersebut.

“Untuk sementara, dugaan awal karena korsleting listrik. Tapi untuk memastikan penyebab pastinya, tentu akan pihak kepolisian dalami,” ujarnya.

Ia juga menjelaskan bahwa api dengan cepat membesar karena bangunan rumah sebagian besar terbuat dari material kayu dan merupakan bangunan lama.

“Rumah tersebut banyak berbahan kayu dan sudah cukup lama, sehingga api cepat berkobar,” katanya.

Sejumlah Harta Benda Ikut Terbakar

Selain bangunan rumah, kebakaran tersebut juga menghanguskan sejumlah harta benda milik korban. Terdapat dua unit sepeda motor dan satu unit sepeda yang ikut terbakar.

“Untuk sementara yang kami lihat di lokasi, ada dua unit sepeda motor dan satu unit sepeda yang ikut terbakar,” ungkap Muchsin.

Kebakaran di Tenggarong: Kerugian Material Masih Pendataan

Sementara itu, untuk taksiran kerugian material akibat kebakaran, pihak Disdamkar Matan Kukar belum dapat memberikan angka pasti dan masih menunggu proses pendataan lebih lanjut.

“Untuk kerugian material belum bisa kami taksir secara pasti. Nanti akan proses data lebih lanjut,” pungkasnya.

Disdamkar Matan Kukar mengimbau masyarakat untuk selalu waspada terhadap potensi kebakaran.

(Redaksi)

Back to top button