Kaltim Siap Sambut Rute Internasional, DPRD Dorong Penguatan Layanan Kesehatan dan Transportasi
DIKSI.CO – Rencana pembukaan rute penerbangan internasional yang menghubungkan Kalimantan Timur (Kaltim) dengan Kuala Lumpur membuka peluang besar bagi masyarakat.
Mobilitas ke luar negeri untuk kebutuhan kesehatan, pendidikan, dan bisnis akan semakin mudah.
Kondisi ini mendorong pemerintah daerah dan pemangku kepentingan untuk memastikan seluruh infrastruktur pendukung siap beroperasi optimal.
Anggota Komisi II DPRD Kaltim Muhammad Husni Fahruddin (Ayub), menilai rute baru ini akan membawa pengaruh signifikan terhadap pola perjalanan masyarakat.
Ia menekankan bahwa peluang ini harus diimbangi dengan peningkatan kualitas layanan di dalam daerah.
Penguatan Layanan Kesehatan di Kaltim
Ayub menegaskan bahwa kemudahan akses ke luar negeri tidak boleh menyebabkan fasilitas kesehatan lokal tertinggal.
Ia mendorong peningkatan layanan rumah sakit, terutama rumah sakit tipe kedua, agar sanggup bersaing dengan fasilitas kesehatan luar negeri.
“Kami ingin masyarakat Kaltim tetap percaya pada layanan kesehatan di daerah sendiri. Rumah sakit harus meningkatkan kualitas, memperbarui fasilitas, dan memperkuat tenaga medis agar tidak kalah dari negara tetangga,” ujarnya.
Ayub berkomitmen melakukan pengawasan berkelanjutan agar peningkatan mutu layanan kesehatan berjalan efektif dan terarah.
APT Pranoto Siap Menghadapi Ekspansi Penerbangan
Sebagai pintu gerbang udara utama di Samarinda, Bandara APT Pranoto memegang peran strategis dalam transformasi Kaltim menuju konektivitas internasional.
Ayub menilai bandara harus memastikan kesiapan fasilitas, mulai dari terminal, keamanan, layanan imigrasi, hingga dukungan logistik.
Menurutnya, kesiapan bandara menjadi faktor penting yang akan menentukan kualitas pelayanan publik dan kelancaran arus mobilitas wisatawan maupun pelaku bisnis.
“Kita ingin bandara APT Pranoto tampil layak dan siap menyambut maskapai internasional. Ini bukan hanya soal infrastruktur, tetapi juga soal profesionalisme dan pelayanan,” ucapnya.
Dampak Ekonomi dan Pelayanan Publik
Pembukaan rute internasional diproyeksikan meningkatkan aktivitas ekonomi, memperluas peluang investasi, dan memperkuat posisi Kaltim sebagai pusat pertumbuhan di Indonesia timur.
Arus mobilitas yang lebih besar juga akan memacu kompetisi sehat antar penyedia layanan kesehatan di daerah.
“Kami yakin, jika rumah sakit dan infrastruktur pendukung lainnya kita benahi, masyarakat tidak perlu lagi sering ke luar negeri untuk berobat. Kompetisi ini justru menjadi dorongan untuk meningkatkan kualitas layanan,” pungkasnya. (Adv)