Bupati Kutim Targetkan 80 Persen di 2029, Perumdam Tirta Tuah Benua Siap Perkuat Tata Kelola Layanan Air Bersih
DIKSI.CO – Bupati Kutai Timur (Kutim), Ardiansyah Sulaiman menegaskan target capaian layanan air bersih sebesar 80 persen pada 2029.
Sementara target jangka pendeknya, yakni minimal 58 persen pada tahun 2026.
Ardiansyah menyampaikan target tersebut saat memimpin rapat penyusunan Rencana Bisnis (Renbis) 2026–2030 Perumdam Tirta Tuah Benua (TTB) Kutim di Hotel Mercure, Samarinda, Jumat (28/11/2025).
Target ini menjadi pendorong utama bagi Perumdam TTB Kutim untuk memperkuat tata kelola dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Penyusunan RKA Perubahan Kedua 2025
Perumdam TTB memulai langkah strategisnya dengan membahas Rencana Kinerja dan Anggaran (RKA) Perubahan Kedua 2025.
Forum resmi yang berlangsung di Hotel Mercure Samarinda itu mengkaji sejumlah asumsi kinerja yang mengalami pergeseran.
Direktur Utama Perumdam TTB, Suparjan, menjelaskan bahwa penyesuaian ini selaras dengan Permendagri Nomor 23 Tahun 2024 tentang pengelolaan Badan Usaha Milik Daerah.
Suparjan menegaskan bahwa seluruh instrumen anggaran telah memenuhi regulasi pemerintah.
Rasio biaya operasi maksimal 90 persen dan rasio biaya pegawai maksimal 35 persen dari pendapatan telah tercapai.
Dengan begitu, RKA Perubahan Kedua 2025 siap menjadi acuan pelaksanaan program hingga akhir tahun ini.
RKA 2026 dan Renbis 2026–2030
Pembahasan RKA 2026 fokus pada implementasi Renbis 2026–2030, yang menjadi arah baru pengembangan perusahaan.
Dokumen anggaran ini mendukung percepatan layanan air bersih dan memperluas pemerataan akses bagi masyarakat Kutim.
Suparjan menjelaskan bahwa RKA 2026 memuat prioritas pelayanan minimal dan program teknis yang dapat mempercepat peningkatan cakupan layanan.
Dengan tata kelola anggaran yang disiplin, Perumdam TTB optimistis mampu menjalankan program-program strategis secara efisien dan tepat sasaran.
Perumdam TTB menegaskan komitmen jangka panjangnya melalui rencana lima tahun yang tertuang dalam Renbis 2026–2030.
Perusahaan menyiapkan program yang mengintegrasikan efisiensi anggaran, kualitas layanan, dan pemerataan akses air bersih.
Melalui perencanaan yang matang dan implementasi disiplin, Perumdam TTB menargetkan percepatan capaian layanan air bersih di seluruh Kutim.
Sementara itu, Bupati Ardiansyah Sulaiman dan seluruh jajaran manajemen menegaskan bahwa penguatan tata kelola dan transparansi keuangan menjadi fondasi utama keberhasilan program ini.
Perumdam TTB tidak hanya berfokus pada angka, tetapi juga menempatkan masyarakat sebagai prioritas utama.
“Akurasi data menjadi kunci. Kita harus tahu persis berapa banyak masyarakat yang sudah terlayani, termasuk layanan yang dibangun desa. Tanpa data yang benar, perencanaan tidak akan tepat,” tegas Ardiansyah.
Dengan demikian, layanan air bersih yang merata dan berkualitas akan menjadi kenyataan bagi seluruh warga Kutim dalam lima tahun mendatang. (Adv)