Bahas Masa Depan Kaltim, Forum Pemuda Lintas Agama Gelar Diskusi di Kafe D’Bagios

DIKSI.CO, SAMARINDA –  Forum D’Lima kembali menggelar diskusi dengan pembahasan masa depan Kalimantan Timur (Kaltim).

Diskusi Pemuda Lintas Agama itu digelar di Kafe D’Bagios Jalan Basuki Rahmat, Samarinda.

Untuk diketahui, forum D’Lima terdiri dari DPD Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI), Pemuda katolik Komisariat Cabang (Komcab) Samarinda, Ketua Gerakan Pemuda Ansor, Pemuda Muhammadiyah, dan Pemuda Agama Konghucu Indonesia.

Dalam diskusi tersebut, Ketua Ansor Kaltim, Fajri Al Farobi menjelaskan kalau para pemuda Lintas Agama ini fokus membahas pembangunan masa depan Kaltim.

“Karena kerukunan adalah fondasi utama. Tanpa itu, kita tidak bisa membangun negeri ini dengan kuat,” ucap Fajri Al Farobi.

Selain tentang fokus utama pembangunan Kaltim, lanjutnya, dalam forum tersebut diangkat pula sejumlah isu yang perlu menjadi perhatian para calon kepala daerah.

Mulai dari perlindungan perempuan, hak-hak pekerja, hingga perlunya keterlibatan masyarakat dalam proses percepatan pembangunan.

“Jangan hanya bicara soal Pilkada sebagai pesta demokrasi lima tahunan. Kita harus berpikir jauh ke depan, tentang bagaimana Kaltim ini akan berkembang dan menjadi barometer pembangunan nasional. Itu yang harus kita kritisi dan kawal bersama,” katanya.

Ia menekankan, kepada kepala daerah terpilih harus memiliki visi misi yang mengakomodir beragam sektor yang dijalankan oleh anak muda.

“Kami harus ingatkan kepada calon kepala daerah jika visinya tidak berteriak kepada anak muda, maka kami akan keras bersuara. Termasuk mengawal 100 hari setelah terpilih,” pungkasnya. (*)

Daniel

Diksi.co adalah portal berita terdepan di Samarinda dan Kalimantan Timur yang menyajikan informasi terkini seputar politik, hukum, dan pemerintahan. Kami berkomitmen menghadirkan berita yang tajam, kritis, dan terpercaya. Tim redaksi kami terdiri dari jurnalis profesional yang siap mengawal isu-isu strategis, mulai dari anggaran daerah (APBD) hingga perkembangan Ibu Kota Nusantara (IKN), demi transparansi publik
Back to top button