Pemkot Samarinda Siagakan 250 Personel Satpol PP di Titik Keramaian
DIKSI.CO, SAMARINDA — Pemerintah Kota Samarinda menyiagakan ratusan personel Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) untuk memastikan keamanan dan ketertiban umum (trantibum) selama perayaan malam pergantian Tahun Baru 2026.
Sebanyak 250 personel terjun di seluruh wilayah kota, dengan fokus utama pengamanan di titik-titik keramaian yang menjadi pusat aktivitas masyarakat.
Kepala Satpol PP Kota Samarinda, Anis Siswantini, mengatakan pengamanan malam tahun baru tahun ini lebih terkoordinasi dan mengedepankan sinergi lintas sektor.
Teras Samarinda sebagai lokasi prioritas berbagai kegiatan perayaan oleh Pemerintah Kota.
“Total ada 250 personel yang kami turunkan. Mereka akan menyebar di seluruh wilayah kota, namun kami lakukan penebalan personel di titik-titik tertentu yang menjadi pusat keramaian, terutama di kawasan Teras Samarinda yang menjadi fokus utama pemerintah kota tahun ini,” ujar Anis, Rabu (31/12/2025).
Anis menjelaskan, pengamanan tidak hanya melibatkan personel Satpol PP yang bertugas di markas induk, tetapi juga anggota yang berstatus Bawah Kendali Operasi (BKO) di 10 kecamatan.
Seluruh personel tersebut untuk memastikan situasi tetap kondusif sejak sore hingga dini hari.
Dalam pelaksanaannya, Satpol PP tidak bekerja sendiri.
Pengamanan dengan melibatkan unsur camat dan lurah, serta bersinergi dengan TNI dan Polri.
Babinsa dan Bhabinkamtibmas juga turut dilibatkan sebagai ujung tombak pengamanan di tingkat wilayah.
“Kami berkoordinasi dengan camat, lurah, TNI, Polri, Babinsa, dan Bhabinkamtibmas agar seluruh wilayah terpantau dan penanganan di lapangan bisa cepat serta terkoordinasi,” jelas Anis.
Penempatan Personel di Pos-pos Statis
Selain menempatkan personel di pos-pos statis pada titik-titik keramaian, Satpol PP juga menyiapkan tim patroli bergerak yang akan beroperasi dari Markas Komando (Mako).
Patroli ini untuk menjangkau wilayah-wilayah yang sulit kendaraan roda empat lewati, terutama saat arus lalu lintas mulai padat.
Untuk mendukung patroli tersebut, Satpol PP menyiapkan sekitar 25 unit kendaraan roda dua.
Penggunaan sepeda motor lebih efektif untuk bergerak cepat dan responsif dalam situasi darurat.
“Kami menyiapkan sekitar 25 unit kendaraan roda dua untuk penyisiran. Mengapa pakai motor? Karena kami mengantisipasi padatnya arus lalu lintas. Dengan motor, penanganan jika terjadi permasalahan di lapangan bisa dengan lebih cepat dan fokus,” ungkapnya.
Sejumlah kawasan menjadi atensi khusus dalam pengamanan malam tahun baru.
Selain Teras Samarinda, Satpol PP juga memfokuskan penjagaan di Jalan Lambung Mangkurat, kawasan Jembatan Mahkota, Jalan Muso Salim, hingga kawasan Suryanata.
Lokasi-lokasi tersebut akan menjadi titik penumpukan massa karena kerap jadi tempat berkumpul warga untuk merayakan pergantian tahun.
Pengamanan Bersifat Preventif dan Humanis
Anis menegaskan, pola pengamanan yang diterapkan bersifat preventif dan humanis.
Anis meminta personel lapangan untuk mengedepankan pendekatan persuasif dalam menghadapi masyarakat, khususnya kalangan anak muda.
“Kami ingin menciptakan suasana yang aman dan nyaman tanpa menghilangkan kegembiraan masyarakat dalam menyambut tahun baru. Pendekatan persuasif tetap kami kedepankan,” ujarnya.
Meski demikian, Satpol PP tetap akan menjalankan tugas sesuai kewenangan penegakan Peraturan Daerah (Perda). Apabila ditemukan pelanggaran, seperti penggunaan fasilitas umum yang tidak sesuai peruntukan, gangguan ketertiban umum, atau aktivitas yang melanggar Perda, petugas akan memberikan teguran hingga tindakan sesuai prosedur.
Namun, Anis menegaskan bahwa apabila ada pelanggaran yang mengarah pada tindak pidana atau pelanggaran undang-undang, penanganan akan langsung berhadapan dengan pihak kepolisian.
“Tugas kami berbeda-beda, tetapi tujuannya satu, yakni menjaga kondusivitas kota. Jika ada pelanggaran yang masuk ranah pidana, tentu akan kami serahkan dan koordinasikan dengan Polri,” tegasnya.
Ia menambahkan, Satpol PP berjalan beriringan dengan TNI dan Polri dalam menjaga stabilitas keamanan selama malam pergantian tahun. Sinergi ini harapnya mampu meminimalkan potensi gangguan, baik yang bersifat kriminal maupun gangguan ketertiban umum.
Selain pengamanan fisik, Satpol PP juga turut mengantisipasi potensi gangguan akibat konsumsi minuman beralkohol berlebihan, konvoi kendaraan yang mengganggu ketertiban, serta aktivitas yang dapat membahayakan keselamatan diri sendiri dan orang lain.
“Kami mengimbau masyarakat untuk merayakan malam tahun baru secara tertib dan tidak berlebihan. Mari kita jaga kota ini bersama-sama agar pergantian tahun berjalan aman dan penuh makna,” katanya.
Dengan kesiapan personel dan sinergi lintas sektor yang telah dibangun, Pemerintah Kota Samarinda optimistis perayaan malam Tahun Baru 2026 dapat berlangsung aman, tertib, dan kondusif.
Satpol PP berharap kehadiran petugas di lapangan tidak hanya memberikan rasa aman, tetapi juga menjadi pengingat bahwa ketertiban adalah tanggung jawab bersama seluruh warga kota. (*)