Prospek Cerah Pembiayaan Hijau: Mandiri Institute Ungkap Potensi Melejit Hingga 2026!
DIKSI.CO – Prospek sektor pembiayaan hijau di Indonesia menunjukkan sinyal positif dan siap untuk mengalami pertumbuhan signifikan dalam beberapa tahun ke depan. Mandiri Institute, melalui Kepala Andre Simangunsong, memprediksi bahwa permintaan terhadap instrumen pembiayaan berkelanjutan, atau yang dikenal sebagai green loan, akan melonjak seiring dengan peningkatan kebutuhan pasar hingga tahun 2026.
Andre Simangunsong, Kepala Mandiri Institute, menyoroti potensi besar ini, menggarisbawahi urgensi bagi pelaku industri untuk mulai beradaptasi dan menangkap peluang yang ada. Ia menilai bahwa dinamika pasar dan kesadaran global akan keberlanjutan menjadi motor penggerak utama.
“Permintaan akan pembiayaan berkelanjutan atau pembiayaan hijau berpotensi tumbuh masif. Perkembangan kesadaran akan keberlanjutan, serta regulasi yang mendukung, akan menjadi katalis utama bagi tren ini. Kami melihat bahwa pembiayaan hijau bukan lagi sekadar pilihan, melainkan sebuah keharusan yang akan membentuk lanskap ekonomi masa depan, dengan puncaknya diprediksi sekitar tahun 2026,” tegas Andre Simangunsong.
Prediksi ini didasarkan pada analisis mendalam terhadap tren global dan domestik yang menunjukkan peningkatan komitmen terhadap praktik bisnis yang ramah lingkungan. Baik dari sisi korporasi maupun pemerintah, dorongan untuk transisi menuju ekonomi hijau semakin kuat, membuka jalan bagi instrumen keuangan seperti green loan untuk berkembang pesat.
Pertumbuhan sektor ini diharapkan tidak hanya menguntungkan lembaga keuangan yang menyediakan skema pembiayaan hijau, tetapi juga mendorong inovasi dan praktik berkelanjutan di berbagai industri. Mulai dari energi terbarukan, pengelolaan limbah, hingga pertanian organik, potensi investasi melalui green loan sangat luas, sejalan dengan target pembangunan berkelanjutan nasional dan komitmen iklim global.