Tol Samarinda–Bontang Dipertanyakan, DPRD Kaltim Dorong Pemprov Hadirkan Solusi Pendanaan
DIKSI.CO – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Timur (Kaltim) menghadapi tantangan besar di tengah penyusutan APBD 2026.
Dengan anggaran tersisa Rp15,15 triliun, sejumlah proyek strategis dipertanyakan kelanjutannya.
Hal ini mendorong pemerintah untuk mencari strategi inovatif agar pembangunan tetap berjalan.
“Di tengah keterbatasan fiskal, pemerintah harus memetakan ulang prioritas pembangunan dan mencari sumber pendanaan alternatif,” tegas Abdul Giaz, anggota DPRD Kaltim dari Fraksi NasDem, saat menyampaikan pandangan umum fraksinya di rapat paripurna akhir pekan lalu.
Infrastruktur Akses Antardaerah Jadi Sorotan
Akses antardaerah di Kaltim masih jauh dari layak.
Jalan dari Samarinda ke Kutai Barat minim sentuhan perbaikan, sementara ruas ke utara, dari Bontang ke Kutai Timur dan Berau, juga memerlukan perhatian serius.
Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran terhadap kelancaran mobilitas masyarakat dan distribusi logistik.
Fraksi NasDem juga menyoroti wacana Jalan Tol Samarinda-Bontang yang digulirkan Gubernur Rudy Mas’ud.
“Bagaimana nasib proyek strategis ini di tengah keterbatasan anggaran?” ungkap Giaz, menekankan urgensi kejelasan arah pembangunan.
APBD Terbatas, Proyek Strategis Terkikis
Dari total APBD 2026, Rp8,16 triliun dialokasikan untuk belanja operasi, sedangkan Rp5,8 triliun digunakan untuk belanja transfer ke kabupaten/kota.
Dengan dua pos besar itu, ruang untuk membiayai proyek strategis tersisa sangat tipis.
Hal ini menuntut pemerintah untuk memprioritaskan proyek dengan dampak terbesar dan mencari sumber pendanaan non-APBD.
Giaz menekankan pentingnya kolaborasi dengan berbagai pihak untuk mendukung pembangunan.
“Sumber pemasukan bisa datang dari kerja sama dengan sektor swasta, BUMD, maupun lembaga non-pemerintah,” ujarnya.
Skema ini dapat membuka peluang proyek strategis tetap terlaksana meski anggaran terbatas.
Menuju Pembangunan Berkelanjutan
Kondisi ini menjadi momentum bagi Pemprov Kaltim untuk mengadopsi inovasi pembiayaan dan memperkuat prioritas pembangunan infrastruktur.
Dengan strategi tepat, akses antardaerah bisa meningkat, mobilitas masyarakat lancar, dan proyek strategis seperti Jalan Tol Samarinda-Bontang dapat terealisasi.
DPRD Kaltim berharap Pemprov untuk bertindak cepat, transparan, dan kreatif, memastikan setiap rupiah APBD 2026 berdampak maksimal bagi kesejahteraan masyarakat. (adv)