Kecamatan Karangan Genjot Perluasan Akses Air Bersih, Tantangan Geografis Masih Jadi Kendala Utama

DIKSI.CO, KUTIM – Upaya pemenuhan kebutuhan air bersih bagi masyarakat terus menjadi prioritas Pemerintah Kecamatan Karangan, Kabupaten Kutai Timur (Kutim).

Meskipun lebih dari separuh wilayah telah menikmati layanan Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam), proses pemerataan distribusi air bersih masih menghadapi berbagai kendala di lapangan.

Terutama bagi sejumlah daerah yang secara geografis berada jauh dari instalasi utama.

Camat Karangan, Madnuh, menjelaskan bahwa pemasangan instalasi lanjutan terus digencarkan untuk memperluas jangkauan layanan.

Hingga saat ini, pihaknya menilai progres pemenuhan akses air bersih sudah cukup baik.

Namun masih ada beberapa titik yang belum terlayani karena lokasi yang sulit dijangkau.

“Sudah lebih dari 50 persen masyarakat sudah menikmati akses air bersih. Namun masih ada beberapa wilayah yang belum terjangkau karena jaraknya berjauhan,” ujar Madnuh.

Batu Lepoq Masih Jadi Titik Paling Sulit Dijangkau

Salah satu wilayah yang menjadi perhatian utama adalah Batu Lepoq, yang terbagi menjadi Batu Lepoq Bawah dan Batu Lepoq Atas.

Dari dua wilayah ini, Batu Lepoq Atas menjadi yang paling sulit dijangkau layanan air bersih.

Madnuh menerangkan bahwa jarak antara instalasi utama dengan Batu Lepoq mencapai 10 hingga 13 kilometer, melewati jalur yang tidak mudah dilalui, terutama saat musim hujan.

Kondisi inilah yang memperlambat proses pemasangan jaringan pipa baru menuju pemukiman warga.

“Jaraknya cukup jauh dan medan yang dilalui cukup berat. Inilah yang membuat distribusi air bersih tidak bisa dilakukan dengan cepat,” ungkapnya.

Selain Batu Lepoq, wilayah Mukti Lestari juga diketahui masih belum mendapatkan pasokan langsung dari PDAM.

Pemerintah kecamatan memastikan wilayah ini masuk dalam prioritas pemasangan instalasi lanjutan dalam beberapa tahap mendatang.

Sumber Air Sudah Ada, Pemerintah Fokus pada Pembangunan Jaringan

Meski beberapa wilayah belum terjangkau, Madnuh menegaskan bahwa persoalan utama bukan pada ketersediaan sumber air.

Justru sumber air di wilayah Karangan sangat potensial dan bahkan dinilai berkualitas baik.

“Sumber airnya berasal dari goa dan mengalir ke sungai. Airnya sangat bagus dan jernih, tinggal bagaimana instalasinya bisa dibangun hingga ke pemukiman warga,” jelasnya.

Dengan adanya sumber air alami tersebut, pemerintah optimistis bahwa perluasan jaringan dapat dilakukan secara bertahap dan terstruktur.

Tantangan terbesar saat ini lebih kepada teknis pemasangan, seperti jarak, topografi, serta kebutuhan material tambahan.

Dalam beberapa bulan terakhir, pemerintah kecamatan bersama Perumdam terus melakukan survei lapangan untuk memetakan jalur distribusi yang paling efektif.

Tahapan ini dilakukan agar pemasangan jaringan tidak hanya menyasar satu titik, tetapi sekaligus mencakup beberapa pemukiman yang saling berdekatan.

Madnuh menyampaikan bahwa pihaknya mendorong percepatan pembangunan jaringan air bersih sebagai bentuk perhatian terhadap kebutuhan dasar masyarakat.

“Air bersih adalah kebutuhan utama. Kami berkomitmen untuk memastikan seluruh masyarakat di Kecamatan Karangan mendapatkan akses yang sama. Walaupun bertahap, kami ingin hasilnya maksimal,” pungkasnya. (Adv)

Back to top button