Sukseskan Program Makan Bergizi Gratis di Samarinda, Andi Harun Dorong Sertifikasi dan Pelatihan Pengelola Dapur
DIKSI.CO, SAMARINDA – Wali Kota Samarinda, Andi Harun menegaskan komitmennya untuk menyukseskan program Dapur Sekolah Penerima Program Gizi (SPPG) atau Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi salah satu program prioritas nasional pemerintah pusat.
Hal tersebut disampaikan Andi Harun usai menghadiri peresmian Dapur SPPG Bugis di Samarinda, Rabu (5/11/2025).
Ia menekankan bahwa tidak ada pilihan lain bagi pemerintah daerah selain memastikan program tersebut berjalan dengan baik, mengingat manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat, khususnya peserta didik.
“Program ini adalah program Bapak Presiden. Tidak ada pilihan lain, kita harus sukseskan. Selain itu, program ini memang sangat bermanfaat bagi masyarakat,” ujar Andi Harun.
Menurutnya, pelaksanaan program makan bergizi gratis tidak hanya membantu pemenuhan kebutuhan gizi anak-anak sekolah, tetapi juga menjadi bentuk nyata perhatian pemerintah terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia sejak dini.
Andi Harun menambahkan, Pemkot Samarinda terus berkoordinasi dengan instansi terkait agar dapur SPPG di setiap sekolah dapat beroperasi optimal, baik dari sisi kualitas makanan, kebersihan, maupun distribusi.
“Kami ingin pastikan setiap anak mendapatkan makanan yang layak, bergizi, dan sehat setiap hari. Ini investasi jangka panjang untuk masa depan mereka,” ujarnya.
Disampaikannya, Pemkot Samarinda kini telah membentuk Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Pelaksanaan MBG.
Satgas ini secara intensif berkoordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari TNI, Polri, hingga Badan Gizi Nasional (BGN) Samarinda.
“Saat ini sudah ada 20 dapur yang beroperasi. Namun target kami adalah membangun hingga 73 dapur SPPG agar bisa melayani sekitar 135 ribu siswa di seluruh wilayah Samarinda,” jelasnya.
Menurutnya, pelaksanaan program MBG tidak hanya soal penyediaan makanan bergizi, tetapi juga menyangkut tata kelola yang baik, manajemen yang transparan, serta pengawasan yang berkelanjutan.
Karena itu, dibutuhkan sinergi lintas sektor agar seluruh proses, mulai dari penyediaan bahan baku hingga distribusi makanan, bisa berlangsung lancar.
Dalam kesempatan tersebut, Andi Harun juga menjelaskan langkah-langkah digitalisasi pengawasan dapur MBG.
Pemkot Samarinda melalui Dinas Kominfo tengah membangun dashboard digital yang akan memantau kondisi setiap dapur secara real time.
“Dashboard ini akan menampilkan data seperti lokasi dapur, ketersediaan stok bahan makanan, dan kondisi operasional. Jadi masyarakat nanti juga bisa melihat, misalnya di dapurnya Bu Fitri hari ini ada stok telur berapa, daging berapa, dan sebagainya,” ungkapnya.
Sistem tersebut, lanjut Andi Harun, akan menjadi instrumen penting dalam menganalisis ketersediaan bahan pangan serta memperkuat mitigasi rantai pasokan.
Hal ini dinilai krusial karena sebagian besar bahan pangan pokok Samarinda masih berasal dari luar daerah.
“Kita ingin sistem ini mampu mendeteksi dini kendala di lapangan. Jadi ketika ada potensi kekurangan stok, pemerintah bisa segera melakukan intervensi,” tegasnya.
Andi Harun mengakui, tantangan di lapangan tidaklah ringan. Setiap dapur SPPG harus mampu melayani antara 1.000 hingga 3.000 siswa setiap harinya.
Karena itu, dibutuhkan sumber daya manusia (SDM) yang kompeten dan manajemen yang baik.
“Satu dapur melayani ribuan anak, jadi manajemennya harus bagus. SDM-nya harus terlatih, dan tata kelolanya harus profesional. Selain itu, kolaborasi dengan semua pihak harus terjalin dengan baik agar distribusi makanan ke sekolah-sekolah lancar,” tuturnya.
Dalam kunjungan lapangan tersebut, Andi Harun juga melakukan evaluasi terhadap menu makanan yang disajikan.
Ia menilai secara umum pelayanan berjalan lancar dan anak-anak terlihat senang. Namun, ada beberapa catatan kecil yang perlu diperbaiki.
“Tadi kita temukan menu buahnya pisang, padahal nasi sudah jadi sumber karbohidrat. Ke depan mungkin bisa diganti semangka atau buah lain. Tapi secara keseluruhan anak-anak senang dan makanannya enak,” katanya.
Andi Harun menambahkan, seluruh dapur SPPG di Samarinda harus memiliki sertifikat kelayakan higiene dan sanitasi sesuai standar BGN.
Pemerintah daerah, kata Andi Harun, akan mendukung penuh proses pelatihan dan sertifikasi pengelola dapur.
“Kita akan dorong semua dapur mengikuti pelatihan sertifikasi. Koordinasi dengan BGN sudah dilakukan, dan kami siap memfasilitasi agar seluruh dapur memenuhi standar kelayakan,” tegasnya.
Dengan langkah tersebut, Andi Harun berharap pelayanan program Makan Bergizi Gratis di Samarinda tidak hanya berkelanjutan, tetapi juga menjadi model yang dapat direplikasi oleh daerah lain.
“Ini bukan sekadar program bantuan pangan, tapi bagian dari investasi masa depan anak-anak kita,” pungkasnya. (*)