255 Mahasiswa IKIP PGRI Kaltim Nikmati Program “Gratis Pol” dari Pemprov, Bantu Tekan Putus Kuliah
DIKSI.CO, SAMARINDA – Kabar gembira datang bagi mahasiswa baru di IKIP PGRI Kalimantan Timur.
Tahun ini, kampus tersebut resmi mendapat jatah kuota Program Gratis Pol dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim), sebuah program beasiswa unggulan yang menanggung penuh biaya kuliah mahasiswa terpilih di perguruan tinggi negeri maupun swasta.
Wakil Rektor III Bidang Kerja Sama IKIP PGRI Kaltim, Abdul Rozak, mengatakan bahwa pihaknya telah menerima kuota untuk tiga program studi dengan total 255 mahasiswa.
“Alhamdulillah, tahun ini IKIP PGRI mendapat kuota program gratis pol dari Bapak Gubernur. Ada tiga program studi yang mendapat jatah, yaitu Pendidikan Kepelatihan Olahraga (PKO) sebanyak 125 mahasiswa, Pendidikan Ekonomi 80 mahasiswa, dan Pendidikan Otomotif 50 mahasiswa,” ungkap Rozak saat ditemui di kampus, Sabtu (1/11/2025).
Rozak menuturkan, animo masyarakat terhadap program ini sangat tinggi. Bahkan, khusus untuk program studi kepelatihan olahraga, jumlah pendaftar mencapai lebih dari dua kali lipat dari kuota yang disediakan.
“Yang mendaftar di PKO itu lebih dari 200 orang, padahal kuotanya hanya 125. Tapi tentu tidak semua bisa diterima karena ada syarat-syarat khusus yang sudah ditetapkan pemerintah,” jelasnya.
Menurut Rozak, penerima Gratis Pol harus memenuhi sejumlah ketentuan, di antaranya batas usia maksimal 25 tahun dan memiliki kartu keluarga (KK) berdomisili di Kalimantan Timur minimal selama tiga tahun terakhir.
“Banyak calon mahasiswa yang antusias, tapi tidak semuanya bisa lolos. Ada yang umurnya lewat, ada juga yang ternyata domisilinya belum tiga tahun di Kaltim. Bahkan sebagian pendaftar dari luar daerah, jadi otomatis tidak memenuhi syarat,” terangnya.
Meski begitu, Rozak optimistis kuota 255 mahasiswa itu akan terpenuhi. “Insyaallah terpenuhi. Saat ini sedang tahap entri data. Tahap pertama sudah diumumkan, ada 91 mahasiswa yang sudah masuk. Sebentar lagi kita masuk ke tahap kedua,” ujarnya.
Untuk memastikan pelaksanaan program berjalan lancar, IKIP PGRI Kaltim membentuk Satuan Tugas (Satgas) Gratis Pol, di mana Abdul Rozak dipercaya sebagai ketua tim. Satgas ini bertugas memantau administrasi, validasi data mahasiswa, dan memastikan proses verifikasi berjalan sesuai ketentuan.
“Saya ditugaskan langsung oleh Pak Rektor sebagai Ketua Satgas. Dalam tim ada beberapa dosen dan staf, seperti Dr. Suparno, Dr. Sukiman, Mas Deddy, dan Ibu Mila. Kami bekerja memastikan program ini berjalan baik di kampus kami,” ungkapnya.
Menurut Rozak, program Gratis Pol merupakan bentuk nyata perhatian Pemerintah Provinsi Kaltim terhadap dunia pendidikan tinggi, terutama bagi kampus swasta yang sering kali menghadapi kendala biaya operasional dan kemampuan bayar mahasiswa.
“Kami sangat bersyukur, karena program ini benar-benar membantu. Mahasiswa penerima program tidak perlu lagi memikirkan biaya SPP. Semua ditanggung pemerintah,” katanya.
Rozak menjelaskan, mahasiswa penerima Gratis Pol akan mendapat bantuan sebesar Rp3 juta per semester, sesuai dengan biaya kuliah standar di IKIP PGRI Kaltim.
“Kalau di provinsi itu standarnya Rp5 juta per mahasiswa, tapi karena di IKIP biaya SPP-nya hanya Rp3 juta, ya yang ditanggung sebesar itu. Jadi tidak ada yang dibebankan ke mahasiswa,” terang Rozak.
Menariknya, bantuan tersebut tidak hanya menutup biaya SPP, tetapi juga sudah mencakup biaya ujian semester. Dengan begitu, mahasiswa bisa fokus belajar tanpa khawatir dengan urusan administrasi keuangan kampus.
“SPP-nya ditanggung, ujian semester juga termasuk di dalamnya. Harapan kami, dengan tidak adanya beban biaya, mahasiswa bisa lebih termotivasi untuk belajar dengan sungguh-sungguh,” ujarnya.
Rozak berharap, keberadaan program Gratis Pol bisa menekan angka mahasiswa yang terancam putus kuliah karena kendala ekonomi.
“Banyak anak muda di Kaltim yang sebenarnya punya potensi besar, tapi terkendala biaya kuliah. Dengan adanya program ini, mereka bisa melanjutkan pendidikan tanpa khawatir soal uang,” kata Rozak.
Ia menambahkan, program ini juga menjadi bentuk realisasi janji politik Gubernur Kaltim yang sejak awal menjabat telah berkomitmen memberikan pendidikan gratis bagi anak daerah.
“Ini salah satu janji beliau saat kampanye dulu, dan sekarang terbukti dijalankan. Kami tentu mengucapkan terima kasih atas perhatian pemerintah provinsi terhadap pendidikan tinggi swasta,” tutur Rozak.
Hingga akhir Oktober ini, proses seleksi tahap kedua masih berlangsung. BPBD dan pihak Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Provinsi Kaltim akan menyalurkan dana bantuan setelah verifikasi final rampung.
“Untuk kampus negeri, bantuan sudah lebih dulu disalurkan. Sementara untuk kampus swasta, termasuk kami, baru diumumkan tahap satu beberapa hari lalu. Setelah tahap dua dan tiga rampung, dana akan segera masuk,” jelas Rozak.
Ia pun mengakhiri perbincangan dengan pesan optimisme.
“Kami berharap program Gratis Pol ini bisa terus berlanjut, bukan hanya tahun ini. Karena bagi kami di kampus swasta, bantuan ini bukan sekadar dana, tapi bentuk kepedulian nyata terhadap masa depan pendidikan anak-anak Kalimantan Timur.” pungkasnya. (redaksi)