DIKSI.CO – Partai Demokrat membantah tudingan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) yang mengaitkan sikap kadernya dalam polemik surat keterangan (suket) penyetaraan ijazah SMA Gibran Rakabuming Raka dengan ambisi politik Ketua Umum Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) untuk menduduki kursi wakil presiden.
Politikus Demokrat Andi Arief menegaskan, AHY tidak akan mengambil jalan pintas untuk mengejar jabatan tersebut. Menurutnya, AHY lebih memilih mengikuti kompetisi politik melalui pemilihan umum setelah masa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Pernyataan itu disampaikan Andi melalui akun X miliknya yang dibagikan kepada wartawan, Senin (2/11/2026).
Dalam unggahannya, Andi juga membela Wakil Sekretaris Jenderal Demokrat Jansen Sitindaon yang sebelumnya menyampaikan pandangan terkait putusan Mahkamah Agung (MA) mengenai suket penyetaraan ijazah SMA Gibran.
Andi menyebut Jansen merupakan salah satu kader yang menjadi rujukan partai dalam menganalisis persoalan hukum. Dia juga menyebut sejumlah kader lain, seperti Benny K Harman dan Didik Mukrianto, memiliki latar belakang pendidikan hukum.
“Kawan saya @jansen_jsp adalah salah satu sumber rujukan analisis hukum Partai Demokrat bersama @bennyharman, @DidikMukrianto,@KlerMehbob dll. Mereka memang sekolah di bidang hukum dan sangat serius dan objektif,” kata Andi dalam unggahannya.
Andi Arief Kaitkan Analisis Jansen dengan Pendapat Pakar Hukum
Andi turut menanggapi kritik terhadap pandangan Jansen mengenai putusan MA yang menyatakan suket penyetaraan ijazah SMA Gibran tidak sah.
Menurut Andi, pendapat Jansen tidak berdiri sendiri karena memiliki kesamaan dengan pandangan sejumlah tokoh hukum, termasuk Mahfud MD, Jimly Asshiddiqie, dan Margarito Kamis.
Dia mempersilakan pihak yang tidak sependapat untuk menyampaikan bantahan berdasarkan argumentasi hukum.
“Dalam hal putusan MA soal suket wapres, pendapat Jansen sama dengan pendapat para ahli lain seperti Pak Prof @mohmahfudmd, Pak Prof @JimlyAs dan Pak Prof Margarito dan lain-lain. Kalau ada bantahan terhadap pendapat Jansen, kemukakan saja. Kalau ada,” ujarnya.
Terkait peluang AHY menjadi pemimpin nasional, Andi menyebut Ketua Umum Demokrat tersebut tentu harus siap apabila mendapat kesempatan.
Namun, dia menegaskan AHY akan menempuh proses politik melalui kompetisi pemilu yang dinilainya lebih baik setelah era pemerintahan Prabowo.
“AHY dituduh PSI akan menjadi wapres, tentu wajar kalau memang ada kesempatan memimpin Indonesia AHY harus siap. Tetapi, tidak sekarang, AHY akan memilih jalan berkompetisi melalui pemilu yang ‘baik’ setelah era Pak Prabowo,” tuturnya.
PSI Pertanyakan Sikap Demokrat atas Putusan MA
Sebelumnya, politikus PSI Bestari Barus mempertanyakan respons Demokrat terhadap putusan MA terkait suket penyetaraan ijazah SMA Gibran.
Bestari menyoroti pernyataan Jansen Sitindaon yang menyarankan Gibran mundur atau dimundurkan dari jabatan wakil presiden setelah muncul putusan tersebut.
Dia mempertanyakan apakah salinan resmi putusan MA sudah tersedia dan dapat diakses masyarakat. Menurutnya, sikap politik terhadap putusan pengadilan perlu merujuk pada dokumen resmi.
“Iya. Pertama, saya bertanya, apakah sudah melihat secara langsung atau mengakses langsung yang namanya salinan putusan MA? Artinya belum ada sesuatu yang resmi terkait sikap MA atau putusan MA yang di-publish ke publik. Lantas, dia (Jansen) menyampaikan itu sebagai apa, dalam kapasitas apa, dan dasar daripada informasinya apa gitu?” kata Bestari saat dihubungi, Senin (2/11/2026).
Bestari menilai Demokrat terlalu cepat memberikan respons apabila salinan putusan tersebut belum tersedia untuk publik.
Dia bahkan mengaitkan sikap Jansen dengan kemungkinan adanya kepentingan politik agar AHY dapat menggantikan posisi wakil presiden.
“Ya kalau mengatakan memang belum ada salinan putusan yang disampaikan atau dicatat dalam lembaran negara, artinya apa yang disampaikan oleh Jansen itu hanya boleh disikapi oleh sekelompok Demokrat saja. Bukan untuk kemudian disebarluaskan kepada publik. Ngapain buru-buru menyikapi itu? Kepingin AHY jadi wakil presiden?” ucapnya.
Bestari juga meminta Demokrat lebih dewasa dalam menyikapi dinamika politik yang berkembang.
“Atau pengen cepat-cepat AHY dicalonkan jadi wakil presiden? Ya sebaiknya Demokrat itu lebih dewasa dalam berpolitik,” lanjutnya.
(Redaksi)

