Andi Harun Kukuhkan Masjid Raya Darussalam sebagai Jantung Religius Samarinda

DIKSI.CO – Suasana khidmat Shalat Jumat langsung berlanjut dengan momen bersejarah di Masjid Raya Darussalam, Jumat (13/2/2026). Ratusan jamaah memilih tetap bertahan untuk menyaksikan Wali Kota Samarinda, Andi Harun, meresmikan renovasi masjid yang telah lama menjadi ikon religius Kota Tepian.

Peresmian berlangsung sederhana namun penuh makna. Andi Harun hadir bersama Wakil Wali Kota Saefuddin Zuhri dan Kapolresta Samarinda Kombespol Hendri Umar. Turut mendampingi Wakil Ketua DPRD Samarinda Celni Pita Sari, unsur Danramil, Ketua MUI Samarinda, Ketua NU Samarinda, Ketua Muhammadiyah Samarinda, pembina yayasan, serta tokoh masyarakat.

Renovasi Bertahap, Kualitas Dinilai Sangat Baik

Andi Harun menyampaikan rasa syukur atas rampungnya renovasi yang dikerjakan dalam beberapa tahap. Ia menilai hasil pekerjaan menunjukkan kualitas yang sangat baik dan sesuai standar.

“Renovasi Masjid Raya Darussalam selesai. Dengan kualitas pekerjaan yang kita lihat sangat bagus. Kita meyakini, dengan selesainya renovasi ini, Masjid Raya Darussalam akan menjadi pusat kegiatan ibadah, pengajian keilmuan, sekaligus tempat kegiatan sosial masyarakat,” ujarnya.

Ia menegaskan, pemerintah tidak sekadar memperbaiki fisik bangunan. Pemerintah ingin memastikan masjid mampu menjalankan fungsi yang lebih luas bagi umat.

Masjid Bersejarah, Simpul Aktivitas Keagamaan Kota

Menurut Andi Harun, Masjid Raya Darussalam memiliki nilai historis yang kuat dan tidak terpisahkan dari perjalanan Kota Samarinda. Letaknya di pusat kota menjadikan masjid ini simpul aktivitas keagamaan sekaligus sosial.

“Masjid Raya ini memiliki nilai sejarah yang sangat kuat dan tidak bisa dipisahkan dari Kota Samarinda. Oleh sebab itu, kita harus terus menjaga, memakmurkan, dan mengembangkan masjid ini,” tegasnya.

Ia berharap wajah baru masjid menghadirkan kenyamanan bagi jamaah dan mendorong peningkatan aktivitas keagamaan. Ia juga mengingatkan pentingnya semangat religius sebagai fondasi moral pembangunan kota.

“InsyaAllah kalau umat beragama semakin giat beribadah, saling menghormati, dan kita semua menjaga persatuan, maka Samarinda akan menjadi kota yang penuh berkah,” katanya.

Siapkan Koridor Pasar Pagi–Masjid Raya dan Penataan Drainase

Selain meresmikan renovasi, Pemerintah Kota Samarinda menyiapkan pembangunan jalan penghubung antara Pasar Pagi dan Masjid Raya Darussalam. Proyek ini menjadi bagian dari pengembangan kawasan terpadu di pusat kota.

“Tahun ini kita mulai membangun koridor jalan penghubung dari Pasar Pagi ke Masjid Raya Darussalam. Karena konsepnya bukan hanya membangun satu bangunan, tetapi mengembangkan satu kawasan secara bertahap,” jelasnya.

Ia mengakui pembangunan dilakukan bertahap karena keterbatasan anggaran. Namun Pemkot memastikan progres setiap tahun, termasuk rencana pengembangan lanjutan di kawasan Citra Niaga.

Di akhir kegiatan, Andi Harun menegaskan pemerintah juga akan menuntaskan pekerjaan teras serta melakukan penataan drainase di sekitar masjid.

“Pemerintah juga akan menuntaskan pekerjaan teras serta melakukan penataan drainase di sekitar masjid. Penataan tersebut bertujuan menciptakan lingkungan yang lebih tertata, bersih, dan nyaman bagi masyarakat,” tutupnya.

Peresmian usai Shalat Jumat itu menjadi simbol komitmen Pemkot memperkuat fungsi masjid sebagai pusat spiritual, pendidikan, dan kegiatan sosial. Dengan renovasi yang telah rampung dan pengembangan kawasan yang berkelanjutan, Masjid Raya Darussalam kian kokoh sebagai jantung religius Samarinda.

(Redaksi)

Back to top button