Jelang Ramadan, Harga Bahan Pokok di Kaltim Masih Stabil Meski Ada Pergerakan

DIKSI.CO – Menjelang bulan suci Ramadan, pergerakan harga bahan pokok penting (bapokting) di Kalimantan Timur secara umum masih berada dalam kondisi stabil. Meski terdapat pergerakan harga pada sejumlah komoditas, pemerintah memastikan fluktuasi tersebut masih dalam batas wajar dan terkendali.
Hal itu disampaikan Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UKM (Disperindagkop) Provinsi Kalimantan Timur, Ali, saat dikonfirmasi terkait dinamika harga pangan menjelang Ramadan.
“Kalau secara umum, kondisinya masih stabil. Memang ada pergerakan sedikit-sedikit, itu biasanya sebagai respons permintaan masyarakat yang mulai naik menjelang Ramadan,” ujar Ali.
Ia menjelaskan, pergerakan harga menjelang hari besar keagamaan merupakan pola yang hampir selalu terjadi setiap tahun. Namun hingga saat ini, belum ada lonjakan signifikan yang berpotensi mengganggu daya beli masyarakat.
“Sejauh ini masih terkendali. Masih aman seperti kondisi biasanya. Ada pergerakan, tetapi masih dalam kondisi yang bisa terkendali,” jelasnya.
Terkait potensi kenaikan harga pada pertengahan Ramadan atau menjelang Hari Raya Idulfitri, Ali menegaskan bahwa pemerintah tidak dapat memastikan secara pasti. Namun, pengalaman dari tahun-tahun sebelumnya menjadi dasar utama dalam menyusun langkah antisipasi.
“Kita memang tidak bisa memastikan apakah nanti akan terjadi kenaikan atau tidak. Tetapi dari pengalaman tahun ke tahun, kemungkinan itu bisa saja terjadi. Karena itu, pemerintah sudah mulai melakukan langkah-langkah persiapan,” ungkapnya.
Antisipasi Pemerintah
Menurut Ali, antisipasi tidak hanya di tingkat provinsi. Pemerintah pusat melalui Kementerian Perdagangan juga telah mengambil langkah awal dengan menggelar rapat koordinasi nasional guna membahas kesiapan menghadapi Ramadan.
“Minggu lalu, meskipun masih Januari, pemerintah pusat melalui Kementerian Perdagangan sudah mengadakan rapat koordinasi se-Indonesia. Itu membahas persiapan menjelang bulan puasa,” katanya.
Dalam rapat tersebut, lanjut Ali, pemerintah pusat telah menyampaikan berbagai arahan kepada pemerintah daerah, baik provinsi maupun kabupaten dan kota, terkait langkah-langkah yang perlu untuk menjaga stabilitas harga dan pasokan barang kebutuhan pokok.
“Sudah mulai disiapkan langkah-langkah antisipasi, apa saja yang perlu dilakukan dan diingatkan kepada seluruh kabupaten, kota, dan provinsi. Koordinasi itu sudah berjalan,” jelasnya.
Di Kalimantan Timur sendiri, Disperindagkop Provinsi telah melakukan koordinasi dengan pemerintah kabupaten dan kota untuk memastikan kesiapan masing-masing daerah dalam menghadapi potensi gejolak harga selama Ramadan.
“Koordinasi bukan hanya antara provinsi dan kabupaten/kota, tetapi juga dengan pemerintah pusat. Jadi langkahnya terintegrasi,” tegas Ali.
Ia menambahkan, pemantauan harga dan ketersediaan stok bahan pokok akan terus dilakukan secara rutin, termasuk di wilayah yang memiliki tantangan distribusi seperti daerah pedalaman dan perbatasan.
Pemerintah juga mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembelian secara berlebihan menjelang Ramadan, karena hal tersebut dapat memicu lonjakan harga yang tidak perlu.
“Kami berharap masyarakat tetap berbelanja secara bijak. Pemerintah terus berupaya menjaga stabilitas harga dan ketersediaan barang,” pungkasnya.
(*)
