Ketua KPU Balikpapan Jelaskan Proses Penyusunan Dukungan Bagi Calon Perseorangan


person access_time 1 year ago remove_red_eyeDikunjungi 353 Kali
Ketua KPU Balikpapan Jelaskan Proses Penyusunan Dukungan Bagi Calon Perseorangan

Ketua KPU Balikpapan, Noor Thoha/ IST

Noor Thoha menjelaskan bahwa hingga saat ini bakal calon perseorangan yang menyerahkan mandat untuk mengambil username dan password ada 1 pasangan, dan kemungkinan dalam waktu dekat akan ada 1 pasangan lagi yang akan menyerahkan mandat.

Ditulis Oleh: Ainun Amelia
11 Februari 2020

DIKSI.CO, BALIKPAPAN - Ketua KPU Balikpapan Noor Thoha jelaskan proses masa penyusunan dukungan bagi bakal calon perseorangan untuk Pilkada Balikpapan 2020, Selasa (11/02/2020).

Noor Thoha menjelaskan bahwa hingga saat ini bakal calon perseorangan yang menyerahkan mandat untuk mengambil username dan password ada 1 pasangan, dan kemungkinan dalam waktu dekat akan ada 1 pasangan lagi yang akan menyerahkan mandat.

"Saat ini bakal calon perseorangan ada pasangan Agus Laksito dan Iptu Suharto, dan kemungkinan akan ada bakal calon pasangan baru lagi yang akan mengambil username dan password kita tunggu saja," katanya.

Ia menjelaskan proses yang perlu dilakukan lainnya setelah memasukan dukungan ke aplikasi yaitu menyerahkan secara langsung ke KPU.

"Setelah pasangan menginput dukungan ke aplikasi, dan di print. Setelah itu tanggal 19 sampai 23 mereka akan memberikan soft copy dan hard copy nya ke KPU," ujarnya.

Pasangan yang sudah memenuhi syarat dan sesuai dengan ketetapan akan lanjut ke tahapan selanjutnya.

"Lalu KPU akan menghitung jumlahnya dan sebarannya. Jika sudah sesuai maka ia berhak lanjut ke tahap verifikasi administrasi," lanjutnya.

Ia menjelaskan bahwa angka yang dibutuhkan bakal calon perseorangan ini sudah dihitung oleh KPU dan ia berharap masyarkat tidak salah paham akan hal itu.

"Untuk dukungan yang harus diperoleh tiap pasangan ada rumusannya sendiri seperti Balikpapan daftar pemilih tetap (DPT) nya yaitu 464.144, dan dukungannya diperoleh 8,5% dari DPT itu. Jadi masyarakat tidak salah paham akan hal itu," paparnya.

Noor Thoha menegaskan bahwa anggaran yang dikeluarkan KPU berupa medical check up dan alat peragaan.

"Jadi anggaran yang dipakai KPU untuk calon itu pertama untuk tes kesehatan, lalu alat peraga yang diatur dalam putusan bahwa ada alat peraga yang disediakan KPU atau ada dari pasangan calon itu sendiri," tegasnya. (advertorial) 

 

 



Tinggalkan Komentar



Baca Lainnya