Komisi IV DPRD Kaltim Dukung Penuh Fakultas Ilmu Keolahragaan Unmul

DIKSI.CO – Langkah Universitas Mulawarman (Unmul) membentuk Fakultas Ilmu Keolahragaan (FIK) mendapat dukungan penuh dari DPRD Kalimantan Timur. Komisi IV DPRD Kaltim menilai keberadaan fakultas khusus keolahragaan merupakan kebutuhan strategis daerah untuk memperbaiki sistem pembinaan atlet dan pengembangan sport science di Kaltim.

Dukungan tersebut disampaikan dalam audiensi resmi antara jajaran Unmul dan Komisi IV DPRD Kaltim yang berlangsung pada Senin (2/2/2026).

Komisi IV Siap Kawal Hingga Terbit Rekomendasi

Sekretaris Komisi IV DPRD Kaltim, M. Darlis Pattalongi, menegaskan bahwa rencana pembentukan FIK Unmul bukan sekadar wacana akademik, melainkan kebutuhan riil Kalimantan Timur yang sudah tertunda sejak 2023.

“Ini bukan hanya keinginan internal Universitas Mulawarman. Ini adalah kebutuhan Kalimantan Timur. Karena itu, kami di Komisi IV siap mengawal dengan memberikan rekomendasi resmi kepada Pemerintah Provinsi Kaltim,” ujar Darlis usai audiensi.

Politikus Partai Amanat Nasional (PAN) itu menyebut, belum adanya fakultas keolahragaan menjadi salah satu penyebab lambannya pengembangan sumber daya manusia olahraga di Kaltim.

Kaltim Dinilai Tertinggal dalam Pembinaan Olahraga

Menurut Darlis, banyak daerah lain telah menjadikan fakultas olahraga sebagai fondasi pembinaan atlet berbasis ilmu pengetahuan. Sementara itu, Kalimantan Timur masih bergantung pada pola lama yang belum terintegrasi dengan pendidikan tinggi.

“Kita ini terlambat. Di banyak daerah lain, fakultas olahraga sudah menjadi pilar pembinaan atlet. Sementara di Kaltim, kita masih bertumpu pada sistem lama yang belum terintegrasi dengan pendidikan tinggi,” katanya.

Ia juga menyoroti belum tersambungnya jalur pembinaan antara Sekolah Khusus Olahraga Internasional (SKOI) dengan perguruan tinggi di daerah.

Atlet Kaltim Banyak Hijrah ke Luar Daerah

Ketiadaan Fakultas Ilmu Keolahragaan, lanjut Darlis, membuat banyak atlet potensial Kaltim memilih melanjutkan pendidikan ke luar daerah. Kondisi ini berdampak pada loyalitas atlet dalam ajang olahraga nasional.

“Banyak atlet kita kuliah di luar Kaltim, dan pada akhirnya membela daerah tempat mereka menimba ilmu. Ini kerugian besar. Kita kehilangan aset sumber daya manusia yang sudah kita bina sejak awal,” tegasnya.

Ia menilai pembentukan FIK Unmul menjadi solusi strategis untuk menahan migrasi atlet sekaligus membangun ekosistem pembinaan olahraga yang berkelanjutan.

Fasilitas Olahraga Belum Terintegrasi dengan Riset

Selain persoalan SDM, Darlis juga menyinggung belum optimalnya pemanfaatan fasilitas olahraga milik Pemerintah Provinsi Kaltim. Menurutnya, keberadaan FIK akan memungkinkan fasilitas tersebut dimanfaatkan untuk riset dan pembinaan berbasis data.

“Kalau ada fakultas khusus, fasilitas-fasilitas itu bisa dimanfaatkan untuk riset, pelatihan, dan pembinaan berbasis data. Pembinaan atlet tidak lagi sekadar insting, tapi berbasis ilmu pengetahuan,” ujarnya.

Ia menilai pendekatan sport science menjadi kunci untuk mendongkrak prestasi Kaltim di Pekan Olahraga Nasional (PON) yang cenderung stagnan dalam beberapa edisi terakhir.

Unmul Pastikan Kesiapan Akademik

Dari sisi akademik, Universitas Mulawarman menyatakan kesiapan membentuk Fakultas Ilmu Keolahragaan. Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Unmul, Prof. Susilo, menjelaskan bahwa FIK merupakan pengembangan dari program studi yang telah berjalan.

“Saat ini Unmul sudah memiliki tiga program studi utama di bidang keolahragaan, yaitu Pendidikan Jasmani, Pendidikan Keolahragaan, dan Pendidikan Kepelatihan,” jelas Prof. Susilo.

Menurutnya, ketiga program studi tersebut telah memenuhi syarat untuk ditingkatkan menjadi fakultas mandiri.

Targetkan Penguatan Sport Science dan Industri Olahraga

Dengan status fakultas, Unmul menilai pengembangan kurikulum, riset, dan kerja sama akan lebih fokus dan kompetitif.

“Kalau masih berada di bawah fakultas lain, ruang geraknya terbatas. Dengan fakultas sendiri, kita bisa lebih fokus mengembangkan riset sport science, kepelatihan, manajemen olahraga, hingga industri olahraga,” katanya.

Prof. Susilo menambahkan, Unmul akan segera mengajukan surat resmi ke Kementerian Pendidikan Tinggi (Kemendikti). Dukungan DPRD Kaltim dan Pemerintah Provinsi Kaltim dinilai menjadi modal penting untuk mempercepat proses persetujuan.

“Dengan dukungan DPRD dan Pemprov, kami optimistis proses ini bisa berjalan lebih cepat. Ini bukan hanya kepentingan kampus, tapi kepentingan pembangunan sumber daya manusia Kalimantan Timur,” pungkasnya.

(Redaksi)

Back to top button