Meski begitu, BPKAD Kaltim telah menyiapkan simulasi APBD Perubahan 2020 Kaltim. Secara umum BPKAD menghitung berapa penurunan belanja, pendapatan, hingga dana perimbangan yang akan dirasakan calon ibu kota negara baru ini.
"Simulasi sudah kami siapkan, tapi simulasi itu bisa terjadi tergantung kondisi dari penerimaan daerah dan penerimaan negara," tegasnya.
Berikut, simulasi APBD Perubahan Kaltim:
Terjadi penurunan total pendapatan dari Rp 11,84 triliun menjadi Rp 8,81 teiliun, atau turun Rp 3,03 triliun (25 persen).
Penurunan PAD dari Rp 6,77 triliun menjadi Rp 5,08 triliun atau turun sebesar Rp 1,69 triliun (25 persen).
Dana perimbangan dari Rp 4,98 triliun menjadi Rp 3,70 triliun, atau turun sebesar Rp 1,28 trilun (25, 61 persen)
"Hal ini mengakibatkan penurunan belanja sebesar 25 persen dari anggaran semula Rp 12,29 triliun menjadi 9,21 triliun," kata M. Sa'duddin, Kepala BPKAD Kaltim, melalui rilis tertulis.
Sementara itu, belanja daerah yang mengalami penurunan di antaranya:
a) Belanja langsung SKPD dari Rp 5,13 triliun menjadi Rp 3,85 triliun, atau turun Rp 1,28 triliun (25 persen).