Sampaikan Pesan SBY, Demokrat Belum Putuskan Sikap soal Wacana Pilkada Lewat DPRD

DIKSI.CO — Partai Demokrat menyatakan belum mengambil keputusan terkait wacana pemilihan kepala daerah (pilkada) melalui Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD).

Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat, Syahrial Nasution, menegaskan bahwa pembahasan masih berlangsung di internal partai dan belum disimpulkan ke satu sikap resmi.

Syahrial mengatakan, diskursus mengenai mekanisme pilkada—baik secara langsung oleh rakyat maupun melalui DPRD—terus berjalan di tubuh Demokrat.

Namun, pembahasan tersebut belum dibuka ke ruang publik karena partai masih menimbang berbagai aspek secara mendalam.

Demokrat Nilai Perlu Kajian Menyeluruh

Menurut Syahrial, setiap partai politik memiliki argumentasi kritis dalam menanggapi wacana pengembalian pilkada lewat DPRD.

Ia menilai, perbedaan pandangan tersebut wajar dan merupakan bagian dari proses demokrasi.

“Semua argumentasi yang partai-partai politik sampaikan, termasuk yang berada dalam koalisi, niatnya untuk mencari format demokrasi yang lebih baik,” ujar Syahrial.

Ia menekankan bahwa tujuan akhir dari pembahasan tersebut adalah membangun pemerintahan daerah yang efektif dan mampu meningkatkan kesejahteraan rakyat.

Karena itu, Demokrat tidak ingin terburu-buru mengambil keputusan tanpa mempertimbangkan dampak jangka panjang bagi demokrasi lokal.

Soroti Penurunan Indeks Demokrasi

Syahrial mengakui bahwa dalam kurun waktu 10 tahun terakhir, sejumlah indikator demokrasi menunjukkan tren penurunan.

Ia menilai, praktik politik uang dan dominasi oligarki kerap merusak esensi pemilihan langsung.

“Yang mengemuka justru aktivitas oligarki yang membajak demokrasi dengan membeli suara rakyat,” kata Syahrial.

Menurut dia, kondisi tersebut menjadi salah satu alasan munculnya wacana evaluasi sistem pilkada langsung.

Meski demikian, Syahrial menegaskan bahwa pilkada langsung tetap memiliki nilai penting karena memberikan ruang partisipasi langsung kepada masyarakat dalam menentukan pemimpinnya.

Di sisi lain, Syahrial mengingatkan bahwa mekanisme pemilihan kepala daerah melalui DPRD juga tidak lepas dari kelemahan.

Ia merujuk pada pengalaman sejarah Indonesia di masa Orde Baru.

“Pengalaman tersebut menunjukkan bahwa sistem pemilihan lewat DPRD pernah melahirkan pemerintahan yang sangat terpusat dan cenderung otoriter,” ujarnya.

Oleh karena itu, Demokrat memandang perlu kehati-hatian sebelum mendukung perubahan sistem pilkada.

Demokrat Fokus Bantu Rakyat dan Pemerintah

Syahrial juga menyampaikan pesan Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), agar kader Demokrat memprioritaskan kepentingan rakyat.

Menurutnya, saat ini sejumlah daerah tengah menghadapi bencana alam, termasuk banjir di Sumatera.

“Bapak SBY selalu mengingatkan bahwa jauh lebih penting bagi Demokrat untuk membantu Presiden Prabowo mengatasi kesulitan rakyat,” pungkasnya.

Ia menegaskan, sambil terus mengkaji wacana pilkada, Demokrat tetap berkomitmen mendukung langkah-langkah pemerintah dalam menangani persoalan kemanusiaan dan pemulihan daerah terdampak bencana. (*)

Back to top button