"Dia (SD) ini meminta ayahnya untuk mengambil barang di Sebatik, Nunukan (Pulau Rumput Laut) bersama dengan rekannya yakni SF pria yang datang dari Kendari ke Nunukan. Setelah mengambil barang keduanya lantas membawanya ke Samarinda," bebernya.
Ia menyebutkan jika dugaan besar barang ini berasal dari Negeri Jiran dan mereka masuk dalam jaringan internasional.
"Jadi, anaknya ini yang mengendalikan dan ayah sama temannya itu diminta untuk mengantarkan barang (sabu)," tandasnya.
Sementara, Paci mengaku tak tahu soal barang yang diambil tersebut dan dirinya hanya ingin bertemu dengan sang anak di Samarinda.
"Saya mau jumpa anak saya di Samarinda, dia bilang suruh ambil barang saja, sama temannya yang dari Kendari karena dia tahu jalan. Ternyata barang begini (sabu)," tuturnya.
Selain itu, Paci juga menyebut kalau kejadian serupa belum pernah dialaminya. Ini baru kali pertama dirinya diminta sang anak untuk mengambilkan paketan tersebut sebelum bertolak ke Samarinda.
"Tidak tahu barang begitu, jadi tidak ada upah, tahunya mau ketemu anak aja ke sini," singkatnya.
Atas perbuatannya, kedua pelaku dijerat dengan pasal 114 ayat (2) subsider 112 ayat (2) jo pasal 132 ayat (1) UU RI No.35 Tahun 2009 tentang narkotika. (tim redaksi)